- Di Bawah Ombak Laut Jawa: Ingatan tentang Benua yang Tenggelam
- Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Program Strategis Nasional
- Pemkab Pesisir Barat Siap Gaspol Hilirisasi Agro
- Jalankan Arahan Presiden, Bupati Lampung Barat Cek Menu MBG di Sekincau dan Way Tenong
- Senyum dan Semangat Warnai MPLS di SMP Negeri 1 Way Tenong
- Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembangunan
- Bupati Hamartoni Tinjau Lokasi TMMD Ke-129, Perkuat Semangat Gotong Royong Membangun Desa
- Pemkab Lamteng Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia Melalui Penilaian EPSS Tahun 2026
- Plt. Bupati Lampung Tengah Pimpin Apel Korpri
- Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus
Pemkab Pesisir Barat Siap Gaspol Hilirisasi Agro
Sekda Hadiri Program Strategis Kementerian Perindustrian

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
(Pemkab) Pesisir Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung
pengembangan industri berbasis potensi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan
melalui kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat TEDI ZADMIKO,
S.K.M., S.H., M.M. pada kegiatan Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya
Saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pangan di Provinsi Lampung yang
diselenggarakan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA)
Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di Radisson Lampung Kedaton,
Bandar Lampung, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Juli 2026
tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat hilirisasi sektor
agro, meningkatkan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan, serta
mendorong terciptanya nilai tambah bagi komoditas unggulan daerah melalui
proses pengolahan yang lebih modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten
Pesisir Barat didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan
Kabupaten Pesisir Barat Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si., serta Kepala
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pesisir Barat Murliana, S.Sos.,
M.Sc.
Baca Lainnya :
- Damar Mata Kucing Krui Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis0
- Pemkab Pesibar Matangkan Arah Pembangunan Hingga 2046 0
- Tiga Ranperda Strategis Resmi Disetujui, Ini Langkah Besar Bupati Dedi Irawan untuk Pesisir Barat0
- Pemkab Pesisir Barat Resmi Awali Tahun Ajaran 2026/20270
- Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Ini Komitmen Bupati Dedi Irawan untuk Pesisir Barat0
Turut hadir Wakil Menteri Perindustrian
Republik Indonesia Faisol Riza, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M.,
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian
Reni Yanita, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi
Lampung, sekretaris daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, kepala perangkat
daerah terkait, serta para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang
mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga
pembiayaan, akademisi, dan pelaku IKM dalam memperkuat sinergi percepatan
hilirisasi berbasis agro. Melalui hilirisasi, komoditas pertanian diharapkan
tidak lagi dipasarkan sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk
bernilai tambah tinggi yang mampu meningkatkan daya saing industri, memperluas
lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam laporannya, Direktur Jenderal Industri
Kecil, Menengah dan Aneka Reni Yanita menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi
berbasis agro merupakan salah satu strategi nasional dalam mempercepat
transformasi industri pangan berbasis potensi lokal. Pemerintah terus mendorong
peningkatan daya saing IKM melalui peningkatan kualitas produk, penerapan
sistem keamanan pangan, diversifikasi produk olahan, perluasan akses
pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi.
Ia menjelaskan, Provinsi Lampung sebagai salah
satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia memiliki potensi besar
untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang mampu
meningkatkan daya saing industri nasional.
Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Lampung
yang dibacakan Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, M.M., disampaikan
bahwa Lampung memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan hilirisasi
singkong. Selama ini singkong masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan baku,
padahal komoditas tersebut memiliki prospek besar untuk diolah menjadi berbagai
produk pangan maupun nonpangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Melalui hilirisasi, diharapkan tercipta
peningkatan nilai tambah komoditas, penguatan Industri Kecil dan Menengah,
perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah
Provinsi Lampung juga berkomitmen mendukung kebijakan Pemerintah Pusat dalam
membangun ekosistem industri pengolahan singkong yang terintegrasi dari hulu
hingga hilir sehingga Lampung tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil
singkong, tetapi juga menjadi pusat industri olahan singkong yang berdaya saing
nasional maupun internasional.
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Menteri
Perindustrian Republik Indonesia Faisol Riza menegaskan bahwa hilirisasi
singkong merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah
komoditas lokal sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Menurutnya, peningkatan nilai tambah akan
memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani, tumbuhnya
Industri Kecil dan Menengah, terciptanya lapangan kerja, serta meningkatnya
daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.
"Lampung memiliki potensi yang luar biasa.
Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar meningkatkan produksi singkong,
tetapi bagaimana menghasilkan nilai tambah melalui hilirisasi sehingga manfaat
ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat, khususnya petani dan
pelaku IKM," ujar Faisol Riza.
Usai mengikuti kegiatan, Sekretaris Daerah
Kabupaten Pesisir Barat TEDI ZADMIKO, S.K.M., S.H., M.M. menyampaikan bahwa
Pemkab Pesisir Barat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena
sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan sektor
pertanian dan industri berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan
wawasan sekaligus peluang kolaborasi yang dapat dimanfaatkan untuk
mengembangkan komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah yang lebih
tinggi melalui hilirisasi.
"Kegiatan ini memberikan wawasan dan
pengalaman yang sangat berharga bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan
potensi komoditas unggulan melalui hilirisasi. Pesisir Barat memiliki berbagai
komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan agar memiliki nilai tambah. Kami
siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam
mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah, meningkatkan daya saing produk
lokal, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,"
ujar Sekda.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut,
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap berbagai kebijakan, inovasi, serta
peluang kerja sama yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan
industri berbasis potensi lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan
nilai tambah komoditas unggulan daerah, memperkuat daya saing Industri Kecil
dan Menengah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan
melalui penguatan hilirisasi sektor agro. [MFH/Diskominfotiksan Pesisir Barat]











3.jpg)