- Di Bawah Ombak Laut Jawa: Ingatan tentang Benua yang Tenggelam
- Peringati Hari Koperasi ke-79, Pemprov Perkuat Kolaborasi untuk Dukung Program Strategis Nasional
- Pemkab Pesisir Barat Siap Gaspol Hilirisasi Agro
- Jalankan Arahan Presiden, Bupati Lampung Barat Cek Menu MBG di Sekincau dan Way Tenong
- Senyum dan Semangat Warnai MPLS di SMP Negeri 1 Way Tenong
- Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembangunan
- Bupati Hamartoni Tinjau Lokasi TMMD Ke-129, Perkuat Semangat Gotong Royong Membangun Desa
- Pemkab Lamteng Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia Melalui Penilaian EPSS Tahun 2026
- Plt. Bupati Lampung Tengah Pimpin Apel Korpri
- Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus
Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro melalui
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) terus memperkuat budaya
literasi dengan mendorong pembentukan perpustakaan khusus di sejumlah perangkat
daerah dan rumah sakit. Kegiatan sosialisasi sekaligus peninjauan kesiapan
pembentukan perpustakaan khusus tersebut berlangsung mulai 18 Juni hingga 15
Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut
atas arahan Wali Kota Metro, agar setiap perangkat daerah terus meningkatkan
kualitas tata kelola pengetahuan, dokumentasi, dan layanan informasi sebagai
bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan pemerintahan serta
peningkatan kualitas pelayanan publik.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya
meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), sekaligus
memperluas akses masyarakat terhadap sumber informasi yang relevan dengan
bidang pemerintahan maupun pelayanan kesehatan.
Baca Lainnya :
- HUT ke-64 PWRI Metro Bagikan 1.500 Nasi Kotak dan Gelar Senam Bersama0
- Pemkot Metro Tegaskan Komitmen Benahi TPAS Karangrejo0
- Wali Kota Metro Serahkan Kunci Rumah Baru kepada Rudiyanto0
- Wali Kota Metro Paparkan Langkah Benahi TPAS dan Tingkatkan PAD0
- Hadapi Evaluasi Kemenpan RB dan Ombudsman RI, Pemkot Metro Benahi 6 Aspek Pelayanan Publik0
Perangkat daerah yang menjadi sasaran
sosialisasi antara lain Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah
(Bapperida), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan,
Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang,
Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta rumah sakit, yakni RSUD Jenderal Ahmad
Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro.
Wali Kota Metro diwakili Kepala Dinas
Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si., didampingi Kepala
Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca, pengurus Ikatan
Pustakawan Indonesia (IPI), jajaran Dispusarda, serta Relawan Literasi
Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto.
Farida menyampaikan, kegiatan tersebut
bertujuan meninjau kesiapan perangkat daerah dan rumah sakit dalam membentuk
perpustakaan khusus yang nantinya akan didaftarkan secara resmi ke Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia.
Menurutnya, secara umum sarana dan prasarana
yang dimiliki setiap perangkat daerah maupun rumah sakit sudah cukup memadai
untuk dikembangkan menjadi perpustakaan khusus. Namun demikian, masih diperlukan
penataan administrasi agar memenuhi persyaratan registrasi dan memperoleh Nomor
Pokok Perpustakaan (NPP).
“Pada dasarnya fasilitas yang ada sudah baik.
Tinggal dilakukan penertiban administrasi sehingga dapat terdaftar secara resmi
dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan. Kehadiran perpustakaan khusus ini
diharapkan menjadi rujukan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang
membutuhkan referensi sesuai bidang keilmuan dan tugas pokok fungsi
masing-masing perangkat daerah maupun layanan kesehatan di rumah sakit,” ujar
Farida.
Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan khusus
tidak hanya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber
referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh aparatur pemerintah, tenaga
kesehatan, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum. Selain itu, pembentukan
perpustakaan khusus menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Metro dalam
meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.
Sementara itu, Relawan Literasi Masyarakat
(Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa pembentukan
perpustakaan khusus merupakan bagian dari program nasional Perpustakaan
Nasional RI untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Menurutnya, Perpustakaan Nasional terus
mendorong lahirnya perpustakaan khusus di berbagai lembaga pemerintah maupun
nonpemerintah sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang
berkualitas sekaligus meningkatkan budaya membaca.
“Program ini merupakan salah satu langkah
Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi
Masyarakat sekaligus Indeks Kegemaran Membaca di setiap daerah. Karena itu,
kami mendorong berdirinya perpustakaan khusus di berbagai lembaga, termasuk
rumah sakit, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas dan
berkualitas,” kata Agus.
Ia berharap melalui kolaborasi antara
Pemerintah Kota Metro, Perpustakaan Nasional RI, dan seluruh perangkat daerah,
setiap instansi dan rumah sakit di Kota Metro segera memiliki perpustakaan
khusus yang terdaftar secara nasional.
Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso berharap,
dengan keberadaan perpustakaan tersebut diharapkan menjadi pusat literasi dan
referensi di bidang pemerintahan, kesehatan, serta penelitian yang bermanfaat
bagi tenaga medis, aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, peneliti, pasien,
keluarga pasien, dan masyarakat luas. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)