Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus

By redaksi 17 Jul 2026, 12:55:42 WIB Saburai
Pemkot Metro Dorong Pembentukan Perpustakaan Khusus

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) terus memperkuat budaya literasi dengan mendorong pembentukan perpustakaan khusus di sejumlah perangkat daerah dan rumah sakit. Kegiatan sosialisasi sekaligus peninjauan kesiapan pembentukan perpustakaan khusus tersebut berlangsung mulai 18 Juni hingga 15 Juli 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Metro, agar setiap perangkat daerah terus meningkatkan kualitas tata kelola pengetahuan, dokumentasi, dan layanan informasi sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber informasi yang relevan dengan bidang pemerintahan maupun pelayanan kesehatan.

Baca Lainnya :

Perangkat daerah yang menjadi sasaran sosialisasi antara lain Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, serta rumah sakit, yakni RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro dan RSU Muhammadiyah Metro.

Wali Kota Metro diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Metro, Dra. Farida, M.Si., didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Kegemaran Membaca, pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), jajaran Dispusarda, serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto.

Farida menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan meninjau kesiapan perangkat daerah dan rumah sakit dalam membentuk perpustakaan khusus yang nantinya akan didaftarkan secara resmi ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Menurutnya, secara umum sarana dan prasarana yang dimiliki setiap perangkat daerah maupun rumah sakit sudah cukup memadai untuk dikembangkan menjadi perpustakaan khusus. Namun demikian, masih diperlukan penataan administrasi agar memenuhi persyaratan registrasi dan memperoleh Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).

“Pada dasarnya fasilitas yang ada sudah baik. Tinggal dilakukan penertiban administrasi sehingga dapat terdaftar secara resmi dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan. Kehadiran perpustakaan khusus ini diharapkan menjadi rujukan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan referensi sesuai bidang keilmuan dan tugas pokok fungsi masing-masing perangkat daerah maupun layanan kesehatan di rumah sakit,” ujar Farida.

Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan khusus tidak hanya berfungsi sebagai pusat dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber referensi ilmiah yang dapat dimanfaatkan oleh aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum. Selain itu, pembentukan perpustakaan khusus menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Metro dalam meningkatkan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.

Sementara itu, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa pembentukan perpustakaan khusus merupakan bagian dari program nasional Perpustakaan Nasional RI untuk memperkuat ekosistem literasi di daerah.

Menurutnya, Perpustakaan Nasional terus mendorong lahirnya perpustakaan khusus di berbagai lembaga pemerintah maupun nonpemerintah sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan budaya membaca.

“Program ini merupakan salah satu langkah Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat sekaligus Indeks Kegemaran Membaca di setiap daerah. Karena itu, kami mendorong berdirinya perpustakaan khusus di berbagai lembaga, termasuk rumah sakit, sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas dan berkualitas,” kata Agus.

Ia berharap melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, Perpustakaan Nasional RI, dan seluruh perangkat daerah, setiap instansi dan rumah sakit di Kota Metro segera memiliki perpustakaan khusus yang terdaftar secara nasional.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso berharap, dengan keberadaan perpustakaan tersebut diharapkan menjadi pusat literasi dan referensi di bidang pemerintahan, kesehatan, serta penelitian yang bermanfaat bagi tenaga medis, aparatur sipil negara, pelajar, mahasiswa, peneliti, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat luas. [MFH/Diskominfo Kota Metro]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment