- Pemkab Lampung Timur Dukung Dua Raperda Inisiatif DPRD
- Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Penanganan Karhutla Way Kambas
- Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional
- Jaga Kualitas Pembangunan, Kadisdikbud Wakili Bupati Monitoring Empat Sekolah
- Pemkab Pesibar Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko Melalui Sertifikasi CGRE
- Satpol PP Provinsi Lampung dan Satgas TNI Pantau Pengiriman Gabah di Bakauheni
- 1.155 KPM PKH Palas Terindikasi Judol Rekening KPM Terblokir
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Sambangi Rumah Duka Korban Perkelahian Maut
- Paripurna DPRD Tak Kuorum, Bupati Soroti Tanggung Jawab kepada 600 Ribu Warga
- Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi
Pemkab Pesibar Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko Melalui Sertifikasi CGRE

PESISIR BARAT, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Pesisir Barat terus berkomitmen meningkatkan kompetensi aparatur dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan akuntabel.
Ciawi, (18/08/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui
partisipasi Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M.,
S.H., M.M., yang mewakili Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam Pelatihan
dan Sertifikasi Certified Government Risk Executive (CGRE) yang diselenggarakan
oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan (Pusdiklatwas) Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam kegiatan tersebut, Tedi Zadmiko
dinyatakan kompeten setelah mengikuti rangkaian pelatihan dan sertifikasi CGRE
yang dilaksanakan di Government Internal Audit Corporate University (GIA Corpu)
BPKP, Ciawi, Bogor.
Baca Lainnya :
- Pesisir Barat Angkat Pesona Fashion, Seni dan Budaya Dalam Satu Panggung Kreativitas0
- BKMT Pesisir Barat Gelar Pengajian Rutin di Tanjung Rejo0
- Bupati Dorong Percepatan Pembangunan Pekon Lewat Program Desaku Maju0
- Peselancar Taklukkan Ombak Labuhan Jukung0
- Kejar Target SDGs 2030, Pemkab Pesisir Barat Ikuti Kick-Off I-SIM 20260
Pelatihan dan sertifikasi tersebut diikuti oleh
14 peserta yang berasal dari unsur pimpinan kementerian/lembaga serta
pemerintah daerah. Para peserta terdiri dari pejabat Eselon I dan II, termasuk
Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, serta pimpinan badan dan perangkat daerah
lainnya.
Sertifikasi CGRE dirancang untuk meningkatkan
pemahaman dan kompetensi unsur pimpinan kementerian/lembaga maupun pemerintah
daerah dalam membangun dan menyelenggarakan tata kelola Manajemen Risiko
Pembangunan Nasional Lintas Sektor (MRPN LS) guna mendukung pencapaian tujuan
dan sasaran pembangunan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya
peningkatan kompetensi eksekutif dalam menyusun dan menetapkan kebijakan
penerapan manajemen risiko secara efektif, sehingga pelaksanaan pembangunan
dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan optimal.
Penerapan manajemen risiko memiliki peran
strategis dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Dengan manajemen
risiko yang terintegrasi dalam setiap proses bisnis pemerintahan, berbagai
potensi hambatan dapat diidentifikasi sejak dini sehingga langkah pengendalian
dan mitigasi dapat dilakukan secara tepat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat
terus mendorong penguatan kompetensi manajemen risiko di lingkungan perangkat
daerah. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki pemahaman dan
kemampuan yang baik dalam mengelola risiko sesuai tugas dan tanggung jawab
masing-masing.
Manajemen risiko diharapkan menjadi bagian yang
terintegrasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemerintahan daerah, mulai
dari perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan, pemantauan, hingga
evaluasi.
Dengan penerapan manajemen
risiko yang semakin baik, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat optimistis
pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan
tepat sasaran serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. [MFH/Diskominfotiksan
Pesisir Barat]











3.jpg)