- Pemkab Lampung Timur Dukung Dua Raperda Inisiatif DPRD
- Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Penanganan Karhutla Way Kambas
- Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional
- Jaga Kualitas Pembangunan, Kadisdikbud Wakili Bupati Monitoring Empat Sekolah
- Pemkab Pesibar Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko Melalui Sertifikasi CGRE
- Satpol PP Provinsi Lampung dan Satgas TNI Pantau Pengiriman Gabah di Bakauheni
- 1.155 KPM PKH Palas Terindikasi Judol Rekening KPM Terblokir
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Sambangi Rumah Duka Korban Perkelahian Maut
- Paripurna DPRD Tak Kuorum, Bupati Soroti Tanggung Jawab kepada 600 Ribu Warga
- Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi
Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Penanganan Karhutla Way Kambas
Bupati Ela Pastikan Kolaborasi Percepat Pemadaman

LAMPUNG TIMUR, MFH,-- Upaya penanganan
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan Taman Nasional Way
Kambas (TNWK) terus diperkuat. Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah,
mendampingi kunjungan kerja Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin
Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, ke Desa Braja Kencana, Kecamatan Braja
Selebah, Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah
percepatan penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar TNWK,
sekaligus memastikan titik-titik api dapat segera dilokalisasi agar tidak
meluas menuju habitat inti satwa liar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil
Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Kasrem
Kolonel Kav Roli Dewanto, Brigadir Jenderal TNI Sriyanto, serta Kepala Balai
TNWK Zaidi bersama jajaran tim gabungan penanganan karhutla.
Baca Lainnya :
- Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional0
- Bupati Lamtim Dampingi Gubernur Tinjau Kebakaran Kawasan Way Kambas0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Kebakaran di Braja Harjosari Terkendali0
- Pemkab dan DPRD Lamtim Perkuat Landasan Pembangunan dan Pelayanan Publik0
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran0
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei
Sianturi mengatakan, TNI mengerahkan personel dengan mobilitas tinggi untuk
menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
“Sesuai instruksi Presiden dan Panglima TNI,
kita menerjunkan 40 personel Tim Alfa ke lokasi-lokasi sulit yang masih
menyisakan hotspot. Tim ini didukung personel berkemampuan penerjun freefall
serta metode fast roping untuk menembus wilayah terisolasi,” ujar Kristomei.
Menurutnya, sebelum personel diterjunkan ke
lokasi terdampak, pemetaan dilakukan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi
bara api, termasuk bara yang berada di bawah permukaan tanah dan berpotensi
kembali memicu kebakaran.
Penanganan juga diperkuat dengan dukungan
pemadaman dari udara melalui water bombing. Selain itu, sejumlah drone semprot
berkapasitas 16 hingga 100 liter digunakan untuk menyiram kawasan-kawasan
kritis secara berkala.
Berdasarkan data penanganan di lapangan,
ratusan hektare lahan terdampak karhutla. Sebagian besar wilayah yang terbakar
merupakan kawasan padang alang-alang.
Pada 21–22 Agustus 2026, sekitar 673 hektare
terbakar di Desa Braja Harjosari. Kemudian pada 23–24 Agustus 2026, sekitar 123
hektare terbakar di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur, serta sekitar 6,4
hektare di Rantau Jaya.
Saat ini, fokus utama Tim Alfa bersama tim
gabungan adalah melokalisasi titik api dan mencegah pergerakan api agar tidak
memasuki habitat inti satwa di kawasan TNWK.
“Langkah cepat ini diprioritaskan untuk
mengamankan kawasan TNWK sekaligus melindungi satwa liar dilindungi seperti
gajah dan badak Sumatra dari dampak asap dan api,” tegas Kristomei.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan
apresiasi atas langkah cepat dan kolaboratif yang dilakukan TNI, Polri,
Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, serta jajaran
pengelola TNWK dalam menangani karhutla.
Menurut Ela, penanganan karhutla membutuhkan
sinergi seluruh pihak karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi
juga dapat mengancam keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi warga, serta
keberlangsungan habitat satwa yang dilindungi.
“Kita ingin memastikan penanganan di lapangan
berjalan cepat, terukur dan terkoordinasi. Keselamatan masyarakat menjadi
prioritas, tetapi kita juga harus bersama-sama menjaga kawasan Way Kambas
sebagai rumah bagi satwa-satwa yang dilindungi,” ujar Ela.
Ia menambahkan, Pemkab Lampung Timur akan terus
mendukung langkah-langkah penanganan yang dilakukan bersama seluruh unsur
terkait, termasuk membantu koordinasi di wilayah yang terdampak.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana
api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas. Pemerintah daerah siap
berkolaborasi dengan TNI, Polri, Pemerintah Provinsi, TNWK dan seluruh unsur
yang terlibat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan
Nurlela menegaskan bahwa penanganan karhutla di sekitar TNWK harus dilakukan
secara terpadu dan berkelanjutan.
Menurut Jihan, keberadaan personel gabungan dan
dukungan teknologi seperti drone thermal, drone semprot serta water bombing
menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan titik api, khususnya di
lokasi yang sulit dijangkau.
“Kita melihat langsung bagaimana seluruh kekuatan
dikerahkan untuk menangani karhutla ini. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus
mendukung dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten, TNI, Polri
dan TNWK agar kebakaran dapat segera dilokalisasi,” ujar Jihan.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan
bersama, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
“Kita tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi
juga mencegah agar api tidak kembali muncul dan meluas. Karena kawasan ini
memiliki nilai ekologis yang sangat besar bagi Lampung dan Indonesia,”
tambahnya.
TNWK merupakan salah satu kawasan konservasi
penting di Lampung Timur dengan luas sekitar 125.000 hektare. Kawasan ini
menjadi habitat berbagai satwa langka dan dilindungi, di antaranya gajah
Sumatra, badak Sumatra, harimau Sumatra, tapir, beruang madu dan siamang.
TNWK juga memiliki Pusat Latihan Gajah yang
menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan, penjinakan dan pelatihan gajah
Sumatra.
Karena itu, pengendalian karhutla bukan sekadar
persoalan memadamkan api, tetapi juga upaya menjaga ekosistem dan rumah bagi
satwa-satwa langka tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Lampung
Timur bersama Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri dan pengelola TNWK terus
berupaya memastikan api segera terkendali dan kawasan konservasi tetap
terlindungi.
Penanganan cepat diharapkan
mampu mencegah meluasnya kebakaran sekaligus memberikan rasa aman bagi
masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNWK. [MFH/Komdigi Lampung Timur]










3.jpg)