- Pemkab Lampung Timur Dukung Dua Raperda Inisiatif DPRD
- Pangdam XXI/Radin Inten Tinjau Penanganan Karhutla Way Kambas
- Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional
- Jaga Kualitas Pembangunan, Kadisdikbud Wakili Bupati Monitoring Empat Sekolah
- Pemkab Pesibar Tingkatkan Kompetensi Manajemen Risiko Melalui Sertifikasi CGRE
- Satpol PP Provinsi Lampung dan Satgas TNI Pantau Pengiriman Gabah di Bakauheni
- 1.155 KPM PKH Palas Terindikasi Judol Rekening KPM Terblokir
- Bhabinkamtibmas Polsek Pugung Sambangi Rumah Duka Korban Perkelahian Maut
- Paripurna DPRD Tak Kuorum, Bupati Soroti Tanggung Jawab kepada 600 Ribu Warga
- Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi
Festival Melinting 2026, Merawat Tradisi dan Angkat Budaya Lamtim ke Pentas Nasional

MELINTING, MFH,-- Gemuruh budaya dan semangat
pelestarian adat mewarnai Festival Melinting 2026 yang digelar di kawasan
Wisata Embung Tirta, Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur,
Senin (24/8/2026).
Festival tersebut menjadi momentum penting
untuk merawat, menghidupkan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lampung,
khususnya budaya Keratuan Melinting, kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan
1.000 penari Tari Melinting yang melibatkan generasi muda dan pelajar. Ribuan
gerak tari yang ditampilkan menjadi gambaran kuat bahwa tradisi tidak hanya
disimpan sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan diwariskan kepada
generasi penerus.
Baca Lainnya :
- Bupati Lamtim Dampingi Gubernur Tinjau Kebakaran Kawasan Way Kambas0
- Gubernur Mirza Pastikan Penanganan Kebakaran di Braja Harjosari Terkendali0
- Pemkab dan DPRD Lamtim Perkuat Landasan Pembangunan dan Pelayanan Publik0
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran0
- Pesta Rakyat Batanghari Meriah, Bupati Ela Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan0
Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi VII
DPR RI Dapil Lampung II Chusnunia Chalim atau Nunik, Wakil Gubernur Lampung
Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Ratu Keratuan Melinting
Sultan Ratu Idil Muhamad Tihang Igama IV Rizal Ismail, jajaran Forkopimda,
anggota DPRD, para penyimbang dan tokoh adat, kepala desa, serta masyarakat.
Ratu Keratuan Melinting Rizal Ismail
mengatakan, Festival Melinting bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi menjadi
bagian dari upaya menjaga kelestarian adat sekaligus memperkuat persatuan dan
kekompakan masyarakat.
“Yang pertama untuk pelestarian adat. Yang
kedua, bagaimana cara kita menjaga kekompakan dan persatuan kita. Kalau hanya
kita yang mengumpulkan dana sendiri, itu sudah biasa. Tetapi ini bersama-sama
memberi dana,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan, Tari Melinting memiliki sejarah
panjang dalam kehidupan masyarakat Lampung Melinting. Pada awalnya, tarian
tersebut dibawakan oleh muda-mudi yang akan melangsungkan pernikahan sebagai
ungkapan rasa syukur sebelum prosesi pernikahan.
Seiring perkembangan zaman, Tari Melinting
kemudian berkembang dan digunakan oleh Keratuan Melinting untuk menyambut
tamu-tamu agung.
Perjalanan Tari Melinting juga telah mengukir
sejarah dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Salah satunya ketika tarian
tersebut tampil dalam pembukaan MTQ Nasional tahun 1977 di hadapan Presiden
Soeharto.
“Pada tahun 2014, Tari Melinting juga telah
ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” kata Rizal.
Tidak hanya Tari Melinting, Festival Melinting
2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali berbagai tradisi adat
lainnya, termasuk Guel Pengetahan yang menjadi bagian dari adat masyarakat
Melinting.
### Budaya sebagai Identitas dan Kekuatan
Daerah
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela
mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan keluarga besar Keratuan
Melinting yang terus menjaga serta mengembangkan kebudayaan daerah.
Menurut Jihan, Melinting Fest tidak hanya
menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang untuk
menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah, memperkuat silaturahmi dan
kebersamaan, sekaligus memperkenalkan potensi budaya Lampung kepada masyarakat
luas.
“Melinting Fest adalah wadah untuk merawat
tradisi, menumbuhkan kebanggaan akan identitas, memperkuat silaturahmi, merawat
kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada
masyarakat luas,” kata Jihan.
Ia menegaskan, kebudayaan tidak akan lestari
apabila hanya disimpan sebagai warisan masa lalu. Kebudayaan harus terus
diciptakan, ditampilkan, dipraktikkan, dan diwariskan dalam kehidupan
sehari-hari.
Jihan berharap Festival Melinting dapat terus
berkembang menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender event nasional.
Harapan serupa disampaikan Wakil Ketua Komisi
VII DPR RI Dapil Lampung II Chusnunia Chalim. Ia mengajak seluruh pihak
menempatkan adat dan budaya Lampung pada posisi yang tinggi dan mulia.
“Selama hayat masih dikandung badan, kita
bersama-sama melestarikan adat dan budaya yang kita cintai ini,” ujar Nunik.
Nunik juga menyatakan akan ikut mengawal agar
Festival Melinting dapat masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), sehingga
mampu menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sekaligus menarik perhatian
wisatawan dan masyarakat dari berbagai daerah.
“Saya pesankan untuk menindaklanjuti, termasuk
kepada Ibu Bupati, agar festival ini sedapat mungkin masuk kalender nasional
Kharisma Event Nusantara. Saya akan kawal khusus,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar kualitas Festival Melinting
terus meningkat dari tahun ke tahun dengan tetap mempertahankan unsur-unsur
budaya asli.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah
menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat, masyarakat, pelajar, dan
generasi muda yang telah berpartisipasi dalam Festival Melinting 2026.
Menurut Ela, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
berkomitmen memberikan perhatian terhadap penguatan dan pengembangan desa-desa
budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.
“Kebudayaan bukan hanya sekadar warisan masa
lalu, melainkan fondasi masa depan dan penggerak ekonomi kreatif masyarakat,”
ujar Ela.
Ia menilai, pelestarian budaya memiliki dimensi
yang lebih luas. Selain menjaga identitas dan jati diri masyarakat, budaya juga
dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan pariwisata serta membuka peluang
ekonomi kreatif bagi masyarakat.
Karena itu, Ela berharap kolaborasi antara
pemerintah daerah, pemangku adat, masyarakat, dunia pendidikan, dan generasi
muda terus diperkuat.
Dengan kolaborasi tersebut, budaya Lampung
Timur diharapkan tidak hanya tetap hidup di tengah masyarakat, tetapi juga
semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional.
Festival Melinting 2026 pun menjadi bukti bahwa
pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran 1.000 penari
dari kalangan generasi muda dan pelajar menjadi simbol bahwa estafet adat dan
budaya Lampung terus berjalan.
Semangat gotong royong yang
ditunjukkan dalam Festival Melinting diharapkan mampu membawa kegiatan tersebut
berkembang menjadi ikon budaya Lampung Timur, sekaligus menjadi pintu masuk
bagi semakin luasnya promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah ke tingkat
nasional dan internasional. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)