- Pemkab Pesawaran Perkuat Penyusunan APBD 2027 Melalui Peluncuran SATSET RKA
- Wabup Pringsewu Buka Perkemahan PTA dan Ujian SKU Pramuka Penegak Calon Bantara
- Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan
- Bupati dan Wakil Bupati Lamtim Hadiri Rapat Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden RI
- Pemkot Metro Dorong Perempuan Perkuat Literasi Keuangan
- Pemerintah Kota Metro Ikuti Sidang Tahunan MPR RI 2026
- Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
- BKMT Pesisir Barat Gelar Pengajian Rutin di Pekon Way Sindi Utara
- Festival Nyambai 2026 Resmi Digelar di Bumi Lebu Tenumbang
- Polsek Talang Padang Tangani Dugaan Penganiayaan Viral di Media Sosial
Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Arus balik
Lebaran 2026 di wilayah Bakauheni, Lampung Selatan, diwarnai kemacetan parah
yang melibatkan ratusan truk pengangkut buah dan sayuran.
Kendaraan-kendaraan tersebut
terjebak dalam antrean yang mengular hingga puluhan kilometer saat akan
memasuki Pelabuhan Sumur Makmur Abadi (SMA), dengan sebagian antrean mencapai 5
kilometer bahkan lebih di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ketapang.
Para sopir mengaku telah menunggu hingga lebih
dari 10 jam bahkan dua hari untuk bisa masuk ke kapal penyeberangan menuju
Pulau Jawa.
Baca Lainnya :
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 20260
- Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman0
- Mudik Unik Jelang Lebaran, Tempuh Perjalanan Padang Pariaman ke Bogor Naik Becak Motor0
- Halalbihalal Pemkab Lampung Selatan jadi Ajang Silaturahmi Lintas Agama0
- Dari Pecel Siram hingga Es Dawet, UMKM Jadi Bintang di Halalbihalal Pemkab Lampung Selatan 0
Beberapa sumber menyebutkan bahwa
kemacetan dipicu oleh kebijakan yang mengharuskan seluruh truk logistik
melakukan scanning tiket di Pelabuhan SMA sebelum diarahkan ke Pelabuhan Lain.
" Di Pelabuhan BBJ tidak bisa
seken barkot, jadi kami para sopir yang membawa buah-buahan dan sayuran harus
seken barkot ke Pelabuhan SMA," ucap Hongki salah satu Sopir
Selain itu, terdapat juga polemik
terkait kelayakan dermaga dan jumlah kapal yang beroperasi, di mana hanya satu
kapal yang diperuntukkan bagi kendaraan bermuatan buah dan sayuran.
Akibatnya, sebagian muatan buah dan sayuran
mulai mengalami pembusukan, dan para sopir serta pemilik barang mengkhawatirkan
kerugian yang bisa mencapai ratusan juta bahkan miliar rupiah.
Kondisi ini juga memicu ketegangan
di lapangan, hingga terjadi keributan antar sopir pada Rabu (25/3) malam karena
diduga ada truk yang menyerobot antrean dan adanya perlakuan tidak adil di mana
beberapa truk tertentu diduga bisa masuk lebih dulu meski berada di belakang
antrean.
Pihak kepolisian dan pengelola pelabuhan
kemudian melakukan mediasi dengan para sopir, dan menghasilkan kesepakatan
pengaturan antrean berdasarkan jenis muatan, yakni 15 unit untuk kendaraan
bermuatan buah dan sayur, serta 5 unit untuk truk pengangkut ayam dalam setiap
giliran masuk.
Petugas gabungan TNI Polri juga
telah terjun untuk mengatur arus lalu lintas dan mengalihkan sebagian kendaraan
ke Pelabuhan Wika Beton guna mengurai kemacetan.
Sebelumnya, pada 23 Maret
2026, puluhan pickup pengangkut buah dan sayur juga pernah tertahan di
pelabuhan karena kebijakan pembatasan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB)
Angkutan Lebaran 2026 yang tidak disosialisasikan dengan baik, menyebabkan
kerugian besar bagi para sopir. [MFH/Sriw]











3.jpg)