- Pemprov Lampung Perkuat Fondasi Pembangunan di Tahun Pertama Kepemimpinan Mirza–Jihan
- Terima Pengurus Kagama Lampung, Gubernur Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
- Sudah Terima Sertifikasi, Guru Honorer Tak Boleh Lagi Digaji dari Dana BOS
- Jaga Harga Tetap Stabil Saat Ramadan, Pemkab Lamsel Gelar Operasi Pasar Murah
- Polsek Kota Agung Ungkap Pencurian Motor dan Handphone di Pantai Muara Indah
- Gubernur Sambut Baik Pemaparan Pembangunan Lampung Barat yang Disampaikan Bupati Parosil Mabsus
- Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan MCSP KPK RI Tahun 2026
- Wabup Lampung Barat Ikuti Rakor Lintas Sektoral Sambut Perayaan Idul Fitri
- Bupati Hadiri Penyerahan Secara Simbolis Tabung Gas LPG 3 Kg Dalam Rangka Operasi Pasar
- Dorong Peningkatan Infrastruktur Jalan, Bupati Dampingi Gubernur Tinjau Ruas Jalan Provinsi
Terima Pengurus Kagama Lampung, Gubernur Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

BANDAR LAMPUNG, MFH,--Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor
dalam percepatan hilirisasi komoditas dan pembangunan berbasis desa.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur
saat menerima Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama)
Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin
(2/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur
Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung tengah fokus membangun
ekosistem ekonomi desa melalui program strategis Desaku Maju, yang bertujuan
menahan capital flight serta meningkatkan nilai tambah komoditas utama daerah.
Baca Lainnya :
- Gubernur Sambut Baik Pemaparan Pembangunan Lampung Barat yang Disampaikan Bupati Parosil Mabsus0
- Pemprov Lampung Gelar Rapat Persiapan MCSP KPK RI Tahun 20260
- Ketum Willys Lampung Community Henry Kurniawan Yuza Pimpin Pembagian Baksos di Beberapa Titik0
- Kolaborasi TP. PKK, DWP, dan OPD Lampung Bagikan 300 Paket Takjil Ramadan0
- Diguyur Hujan, Aksi Berbagi Takjil TP. PKK dan DWP Pemprov Lampung Tetap Disambut Antusias Warga0
“Lampung adalah provinsi kaya
komoditas. Padi, jagung, dan singkong saja menghidupi sekitar 1,2 juta kepala
keluarga atau hampir 70 persen populasi. Kalau tiga komoditas ini kita
selesaikan tata kelolanya, Lampung bisa take off,” ujarnya.
Gubernur Mirza menjelaskan bahwa
selama ini sebagian besar komoditas Lampung masih keluar dalam bentuk mentah,
sehingga nilai tambah dinikmati daerah lain.
Ia mencontohkan produksi jagung
mencapai 1,7 juta ton per tahun, namun belum didukung sistem pengeringan
(dryer) memadai di tingkat desa.
Melalui program Desaku Maju, Pemprov
Lampung merancang pembangunan dryer secara masif di 500 desa sentra produksi,
sehingga petani memiliki daya tawar lebih baik dan hilirisasi akan diperluas
hingga pengolahan pakan ternak, produksi ayam, hingga distribusi pangan
berbasis desa.
“Kalau jagung dikeringkan di desa,
dibuat pakan di desa, ayam dibesarkan dan diproses di desa, lalu masuk ke dapur
MBG di desa, kita bisa mengurangi biaya logistik, meningkatkan pendapatan
petani, sekaligus memperkuat konsumsi protein masyarakat,” jelasnya.
Selain dryer, Gubernur Mirza
menjelaskan bahwa Pemprov juga menyiapkan program pupuk organik cair (POC) di
2.000 desa untuk meningkatkan produktivitas lahan hingga 15 persen, serta
penguatan BUMDes agar mampu menjadi offtaker komoditas lokal dimana saat ini
dari sekitar 2.300 BUMDes berbadan hukum, baru sebagian kecil yang benar-benar
aktif dan tumbuh.
Ia menyoroti persoalan mendasar
pembangunan Lampung, yakni tingginya angka putus sekolah yang mencapai sekitar
30.000 anak per tahun serta terbatasnya kapasitas pendidikan vokasi.
“Ekonomi tidak akan tumbuh kalau
SDM kita tertinggal. Karena itu, kami butuh dukungan akademisi dan alumni untuk
memperkuat pendidikan vokasi desa, riset pakan ternak berbasis komoditas lokal,
serta pendampingan tata kelola BUMDes,” tegasnya.
Gubernur Mirza menekankan bahwa
pembangunan Lampung membutuhkan pendekatan hexahelix yang melibatkan
pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan unsur hukum.
Ia meminta agar segera dibentuk tim
kerja bersama antara OPD terkait dan Kagama untuk menindaklanjuti kerja sama
konkret, termasuk peluang riset, program KKN tematik, serta penguatan ekosistem
ekonomi desa.
“Semangat di Lampung ini banyak
sekali. Tugas kami adalah mengumpulkan dan mengoordinasikan semangat itu agar
bergerak dalam satu arah yang sama memajukan Provinsi Lampung,” pungkasnya
Ketua Kagama Lampung Qudrotul
Ikhwan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung
dalam membangun ruang kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami melihat banyak program
pemerintah yang sangat baik, tetapi di lapangan sering terkendala pada aspek
pendampingan dan perubahan mindset. Di sinilah Kagama ingin hadir, memastikan
program itu tidak berhenti sebagai proyek, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan,”
ujarnya.
Ia mencontohkan pengalaman Kagama
dalam mendampingi desa binaannya dimana program dryer yang secara teknis sudah
tersedia, menurutnya, belum optimal karena petani terbiasa hanya menanam dan
menjual hasil panen, belum sampai pada tahapan industrialisasi dan pengelolaan
pascapanen.
“Kami masuk untuk memberikan
edukasi dan pendampingan. Petani perlu diyakinkan bahwa pengeringan itu
meningkatkan daya tawar. Ini soal perubahan pola pikir, bukan sekadar alat,”
jelasnya.
Selain pendampingan pertanian,
Qudrotul menyampaikan bahwa Kagama Lampung juga aktif dalam berbagai kegiatan
sosial dan lingkungan, seperti bakti sosial saat bencana, penanaman mangrove di
wilayah pesisir, gerakan biopori, pengelolaan sampah, serta edukasi kebudayaan
melalui kegiatan Nitilaku.
Di bidang pemberdayaan ekonomi,
Kagama menerapkan skema gotong royong berbasis iuran anggota untuk mendukung
kegiatan produktif masyarakat, termasuk pembelian jagung untuk diolah menjadi
pakan ternak dalam skala komunitas. Model ini dinilai sebagai bentuk nyata
pengabdian alumni yang tidak berorientasi pada keuntungan pribadi.
“Kami ingin membangun semangat
pengabdian. Alumni yang punya keahlian di bidang peternakan, pertanian,
manajemen, atau pendidikan bisa langsung turun mendampingi. Orientasinya bukan
honor, tetapi kontribusi,” tegasnya.
Dalam aspek pendidikan, ia
menyampaikan bahwa Kagama Lampung juga rutin melakukan sosialisasi dan
pendampingan kepada siswa-siswi di daerah agar memiliki akses dan keberanian
melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk melalui jalur afirmasi.
Qudratul menegaskan bahwa Kagama
siap bersinergi dengan Pemprov Lampung dalam penguatan BUMDes, pendampingan
hilirisasi komoditas, riset pakan ternak berbasis bahan lokal, serta
pengembangan pendidikan vokasi desa.
Audiensi ini menjadi langkah awal
penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kagama
Lampung dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berbasis komoditas
unggulan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
[MFH/Adpim]











3.jpg)