- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Sekdaprov Pimpin Rakor Lintas Sektor bersama Wali Kota Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG, MFH – Sekretaris Daerah Provinsi
Lampung Marindo Kurniawan memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan sungai
di wilayah Kota Bandar Lampung yang digelar di Ruang Sakai Sambayan, Komplek
Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/3/2026).
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai
langkah cepat Pemerintah Provinsi Lampung dalam merespons banjir besar yang
melanda puluhan titik di Kota Bandar Lampung pada Jumat 6 Maret lalu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan dengan
intensitas ekstrem memicu genangan tinggi di pemukiman dan ruas jalan, yang
bahkan dilaporkan menimbulkan korban jiwa serta kerugian material yang
signifikan bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Sekdaprov Lampung
Marindo Kurniawan menekankan bahwa penanganan banjir di ibu kota provinsi ini
tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja.
Baca Lainnya :
- Biro SDM Polda Lampung Berbagi Kebahagiaan, Bagikan Ratusan Takjil pada Pengendara0
- Memaknai Spirit Nuzulul Quran di Masjid Nurul Falah0
- Semangat Ramadan, TP PKK dan DWP Provinsi Lampung Berbagi Takjil Meski Sempat Diguyur Hujan0
- Dipimpin Purnama Wulan Sari Mirza, Dekranasda Provinsi Lampung Berbagi 1.500 Takjil 0
- Pemprov Lampung Beri Dukungan Nyata bagi Pesantren untuk Menjaga Keberlanjutan Pendidikan0
”Masalah
banjir di Bandar Lampung memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Air ini
berasal dari hulu yang melintasi batas administratif, sehingga sinergi antara
Pemerintah Provinsi, Pemkot Bandar Lampung, serta kabupaten tetangga seperti
Lampung Selatan dan Pesawaran menjadi kunci utama,” ujar Marindo.
Hadir pula dalam kesempatan
tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Dapil Lampung Mukhlis Basri, yang memberikan
catatan kritis terkait infrastruktur. Mukhlis menyarankan agar dilakukan
pengkajian ulang terhadap aliran pembuangan air. “Kita harus kaji kembali agar
aliran air bisa langsung dibuang ke muara sungai atau laut yang jaraknya lebih
dekat, sehingga beban drainase di tengah kota berkurang,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandar
Lampung Eva Dwiana, yang turut hadir dalam koordinasi tersebut menyampaikan
bahwa pihak Pemkot telah bergerak melakukan penanganan darurat. “Kami terus
melakukan perbaikan talud, pengerukan sungai, dan pendataan warga terdampak
untuk penyaluran bantuan. Namun, kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah
Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar rencana teknis seperti
peninggian tanggul segera direalisasikan,” kata Bunda Eva.
Senada dengan hal tersebut, Kepala
Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS), Roy Panagom Pardede,
memaparkan rencana strategis jangka pendek dan panjang. Pihaknya akan fokus
pada normalisasi kapasitas sungai dan peninggian tanggul di titik-titik kritis
yang elevasinya sudah tidak memadai.
Secara teknis, rapat koordinasi ini
menyepakati beberapa poin krusial sebagai solusi permanen, di antaranya:
Penyusunan Masterplan Banjir
Terintegrasi: Dokumen ini akan menjadi acuan utama agar penanganan dilakukan
secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Pembangunan Kolam Retensi (Embung):
Direncanakan pembangunan kolam retensi di daerah hulu untuk menahan laju air
sebelum memasuki wilayah padat penduduk.
Normalisasi dan Peninggian Tanggul:
Pihak BBWS akan segera melakukan pengerukan sedimentasi dan memperkuat dinding
sungai.
Ketegasan Penataan Ruang: Mengatasi
penyempitan sungai akibat bangunan di bantaran sungai serta menambah Ruang
Terbuka Hijau (RTH) sebagai daerah resapan.
Di sisi lain, Sekdaprov juga
mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat. “Faktor sampah yang
menyumbat drainase masih menjadi kendala besar. Infrastruktur secanggih apa pun
tidak akan maksimal jika budaya membuang sampah ke sungai belum berubah,”
tambahnya.
Turut hadir dalam rapat tersebut
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kepala Bappeda, Kepala
BPBD, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung,
dan perwakilan OPD Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah
Provinsi Lampung berharap upaya penanganan sungai dan sistem drainase di Kota
Bandar Lampung dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga
risiko bencana serupa di masa mendatang dapat diminimalisir demi, perlindungan
masyarakat. [MFH/Diskominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)