- Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026
- Penuh Kehangatan, Warga Pesisir Barat Sambut Kedatangan Presiden Prabowo
- Satlantas Pores Tangamus Gerak Cepat Urai Kepadatan Antrean BBM di SPBU Banjar Negeri
- Bupati Dedi Irawan Tutup Festival Teluk Stabas VI 2026
- Pelepasan Hutan Sukapura, Bupati Parosil Menaruh Harapan Diskresi Khusus
- Pemkab Lambar Tanam 50 Pohon Buah dan Bersih-Bersih Peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia
- Meriahkan HUT ke-80, Pemkab Lampung Tengah Gelar Lomba Memasak Nasi Goreng
- Tangis Haru Sambut Kepulangan 163 Jamaah Haji Lampung Timur
- Bupati Lamtim Dukung Peran Pengusaha Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045
- Wakil Bupati Pringsewu Pimpin Rapat Persiapan Tim Gugus Tugas Reformasi Agraria
Sekda Lampung: Belanja Wajib Jadi Prioritas Utama APBD 2026

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Sekretaris Daerah
Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung
memprioritaskan pemenuhan belanja wajib dan pelayanan dasar masyarakat dalam
pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Komitmen tersebut menjadi fokus utama Pemprov Lampung dalam menjaga kesehatan
fiskal daerah sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai
target.
"Yang paling dipastikan adalah bagaimana
Pemerintah Provinsi Lampung memastikan belanja wajib dan mengikat. Belanja ini
wajib ada sebelum program-program lain untuk mendukung target RPJMD," ucap
Sekda Marindo Kurniawan saat mengikuti Asistensi Daerah terhadap Kemampuan
Keuangan Daerah dalam Memenuhi Belanja Minimum Tahun Anggaran 2026 bersama
Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Keuda) Kementerian Dalam
Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung,
Kamis (11/6/2026).
Kegiatan asistensi tersebut diikuti jajaran
Pemerintah Provinsi Lampung bersama Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri
untuk mengevaluasi struktur APBD 2026, kapasitas fiskal daerah, serta kemampuan
pemerintah daerah dalam memenuhi belanja minimum dan berbagai kewajiban
pelayanan publik.
Baca Lainnya :
- Presiden Buka Munas HIPMI XVIII di Lampung0
- Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah0
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Munas HIPMI0
- Pelantikan Lima Ibunda Guru Kabupaten, Tegaskan Peran Strategis Pendamping Pendidikan0
- Kolaborasi Multisektoral Diperkuat, Lampung Wujudkan Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat0
Sekda Marindo mengatakan asistensi dari Kemendagri
menjadi momentum penting bagi Pemprov Lampung untuk memperoleh masukan dan
rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran
daerah. Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah harus mampu menjawab kebutuhan
masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, Pemprov Lampung terus berupaya
menjaga keseimbangan antara pemenuhan kewajiban pelayanan dasar dengan
pelaksanaan program prioritas pembangunan. Langkah tersebut dilakukan agar
setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi
masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Direktorat Jenderal Bina
Keuangan Daerah Kemendagri memberikan sejumlah masukan terkait penguatan
pendapatan daerah, peningkatan kualitas belanja, percepatan pembangunan
infrastruktur, serta dukungan terhadap program prioritas nasional seperti
pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan pertumbuhan ekonomi,
dan pengurangan pengangguran.
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah
Kemendagri Agus Fatoni menyampaikan bahwa asistensi dilakukan untuk membantu
pemerintah daerah menyusun struktur APBD yang lebih sehat dan berkualitas.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyelaraskan
perencanaan dan penganggaran dengan kebutuhan pembangunan serta prioritas
nasional.
Menurut Fatoni, tata kelola keuangan daerah
yang baik akan mendorong efektivitas pelaksanaan program pembangunan sekaligus
meningkatkan manfaat APBD bagi masyarakat.
Pemprov Lampung menyambut positif berbagai rekomendasi
yang diberikan dalam kegiatan tersebut. Hasil asistensi akan menjadi bahan
evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pengelolaan keuangan daerah ke depan.
Melalui penguatan tata
kelola fiskal dan peningkatan kualitas belanja daerah, Pemerintah Provinsi
Lampung berharap pembangunan dapat berjalan lebih optimal, pelayanan publik
semakin baik, serta berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan
masyarakat dapat terlaksana secara berkelanjutan. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)