- APBD Perubahan Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan
- Gubernur Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi melalui Hilirisasi
- ITERA dan BPBD Pesawaran Kolaborasi Susun Kajian Risiko Bencana Tahun 2026–2030
- Bupati Serahkan Bantuan Pangan Kepada Warga Fajarmulia Pagelaran Utara
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026
- Plt Bupati Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Personel Satpol PP dan Damkar
- Pemkab Lamteng Jalin PKS dengan Kanwil Kementerian Hukum Lampung
- Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 2026
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Simulasi Penanganan Pasien Darurat Lewat Udara
- Sekda Tanggamus Tinjau Tanggul Way Belu, Siapkan Penanganan Darurat
Rapat Paripurna DPRD Pesisir Barat Bahas Raperda Perubahan APBD TA 2026

PESISIR BARAT, MFH,-- Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda
Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah
(Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026, Selasa (22/09/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten
Pesisir Barat Muhammad Emil Lilardi, S.H., dan dihadiri Wakil Bupati Pesisir
Barat Irawan Topani, S.H., M.Kn., Sekretaris Daerah Tedi Zadmiko, S.KM., S.H.,
M.M., CGRE., unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Pejabat Pimpinan
Tinggi Pratama, para Camat, Ketua TP-PKK, Dharma Wanita Persatuan serta jajaran
terkait lainnya.
Dalam penyampaian pandangan umum, masing-masing
fraksi menyampaikan sejumlah catatan, masukan dan rekomendasi terhadap arah
kebijakan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Baca Lainnya :
- Pemkab Pesisir Barat Gelar Simulasi Penanganan Pasien Darurat Lewat Udara 0
- Bupati Pesisir Barat Tanda Tangani Kerja Sama Nasional di Tangsel0
- Dekranasda, PKK dan Posyandu Pesisir Barat Diperkuat, Program akan Makin Terarah0
- Evakuasi Medis Jalur Udara, Dinkes-BPBD-TNI AU Mulai Uji Kesiapan0
- Bupati Dedi Irawan Dorong Program APBD 2026 Tak Berhenti di Atas Kertas0
Fraksi NasDem menilai APBD memiliki posisi
strategis dalam mendukung peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan
masyarakat. Fraksi tersebut menerima Raperda Perubahan APBD untuk dilanjutkan
ke tahapan berikutnya, dengan meminta agar Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat
memberikan jawaban secara tertulis dan lengkap atas berbagai pertanyaan, kritik
maupun rekomendasi yang disampaikan.
Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti
pentingnya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk kualitas tenaga pendidik
serta pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Keterlibatan masyarakat juga
dinilai penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Di sektor ekonomi, Fraksi PDI Perjuangan
mendorong perhatian terhadap sektor-sektor produktif yang menjadi penopang
perekonomian masyarakat, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan
dan UMKM. Bantuan kepada petani dan nelayan juga diharapkan diberikan secara
tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026. Dalam
pandangannya, terdapat perubahan sejumlah komponen anggaran, di antaranya
Belanja Modal yang meningkat dari Rp21,95 miliar menjadi Rp41,97 miliar atau
bertambah sekitar Rp20,02 miliar.
Sementara Belanja Operasi mengalami perubahan
dari Rp684,12 miliar menjadi Rp633,34 miliar atau berkurang sekitar Rp50,77
miliar.
Atas perubahan tersebut, Fraksi PKB meminta
agar efisiensi anggaran tetap dilakukan tanpa mengurangi kualitas pelayanan
publik, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan
keagamaan.
Selanjutnya, Fraksi Golkar meminta penjelasan
terkait perubahan angka Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD tercatat mengalami
penurunan sebesar Rp32.743.512.897,25 menjadi Rp79.390.471.902,75 dibandingkan
angka dalam KUA-PPAS sebelumnya sebesar Rp86.235.917.413,75.
Fraksi Golkar juga menyoroti perubahan Belanja
Pegawai dari Rp493.977.257.822 menjadi Rp431.490.897.863 atau berkurang sebesar
Rp62.486.359.959.
Dalam pandangannya, Fraksi Golkar mendorong
agar belanja modal diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang berkaitan langsung
dengan pelayanan masyarakat, seperti infrastruktur jalan, pendidikan dan
kesehatan. Selain itu, disampaikan pula usulan pembentukan tim lintas perangkat
daerah untuk menangani persoalan agraria.
Sementara Fraksi PAN menekankan bahwa perubahan
APBD harus mampu merespons kondisi riil serta mendukung pencapaian target
pembangunan daerah.
Sejumlah target makro pembangunan yang menjadi
perhatian antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 4,60–5,00 persen, tingkat
kemiskinan 11,00–12,00 persen, tingkat pengangguran terbuka 2,75–3,20 persen,
PDRB per kapita sebesar Rp38,25–39,50 juta, serta Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) sebesar 71,73–71,75.
Fraksi PAN mendorong agar target-target
tersebut diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang jelas, terukur dan [MFH/Diskominfotiksan]











