- Pemkab Tanggamus Segera Bangun RSUD Tipe D Talang Padang
- Pentas PAI Jadi Ruang Tumbuh Prestasi dan Karakter Siswa
- MUSDA VI IGRA Bandar Lampung Fokus pada Regenerasi dan Penguatan Tata Kelola Organisasi
- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
- Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos
- Pemkab Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Secara Daring
Sekda Tanggamus Tinjau Tanggul Way Belu, Siapkan Penanganan Darurat

TANGGAMUS, MFH,-- Sekretaris Daerah (Sekda)
Kabupaten Tanggamus, Ir. Suaidi, M.M., meninjau langsung kondisi tanggul Sungai
Way Belu yang jebol di wilayah Pekon Negara Batin, Kecamatan Kotaagung Barat,
Rabu (23/9/2026).
Peninjauan dilakukan menyusul banjir yang
terjadi sehari sebelumnya dan berdampak terhadap permukiman warga hingga
fasilitas pendidikan. Sekda didampingi Plt. Kepala Dinas PUPR Tanggamus Jon
Novri, Camat Kotaagung Barat, jajaran BPBD, Damkar, Airud, serta aparatur
pekon.
Dari hasil peninjauan, kondisi aliran Way Belu
dinilai memerlukan penanganan segera. Selain tanggul yang jebol, terjadi
pendangkalan yang membuat permukaan aliran sungai hampir sejajar dengan area
kebun warga.
Baca Lainnya :
- Polsek Limau Identifikasi Kebakaran Rumah di Pekon Tegineneng0
- Polres Tanggamus Sosialisasikan Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru kepada Nelayan Pesisir0
- Coaching Clinic Manajemen Talenta Digelar, Tanggamus Perkuat Sistem Merit ASN0
- Bimtek Ekonomi Kreatif Tanggamus Ditutup0
- DPRD Tanggamus Setujui APBD Perubahan 20260
Suaidi mengatakan, pemerintah daerah akan
mengkaji sejumlah opsi penanganan, termasuk pembangunan bronjong maupun
penguatan tanggul, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kemampuan
anggaran daerah.
“Ini masih kita pertimbangkan, apakah nanti
akan dilakukan bronjong atau penanggulan. Tetapi ini memakan biaya besar,” ujar
Suaidi.
Ia menjelaskan, salah satu titik yang perlu
mendapat perhatian berada di sekitar kebun kampung dengan panjang sekitar 70
meter. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi berdampak
terhadap lahan persawahan warga yang diperkirakan mencapai 50 hingga 70
hektare.
Selain penanganan permanen, pemerintah daerah juga
mempertimbangkan langkah cepat berupa pembuatan tanggul darurat untuk
mengurangi risiko apabila kembali terjadi hujan deras.
“Dalam waktu dekat ini kita akan sementara,
mungkin melalui BPBD, melakukan pembuatan tanggul darurat,” katanya.
Suaidi juga menyoroti kondisi pendangkalan di
bagian hilir Way Belu. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan pada
titik tanggul yang jebol, tetapi juga perlu memperhatikan kelancaran aliran air
di bagian hilir.
“Kalau di hilirnya terjadi pendangkalan, ketika
air datang tidak mengalir, ini bisa kembali menghantam. Jadi ini juga menjadi
pertimbangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus selanjutnya akan
melakukan perhitungan teknis dan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan
bentuk penanganan yang diperlukan. Opsi penanganan juga akan disesuaikan dengan
kemampuan keuangan daerah, termasuk kemungkinan mengusulkan dukungan pemerintah
pusat apabila diperlukan.
Untuk sementara, masyarakat di sekitar aliran
Way Belu diimbau meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun. Suaidi juga meminta
aparatur pekon berkoordinasi dengan wilayah lain untuk memantau potensi kiriman
air dari bagian hulu.
“Imbauan kepada masyarakat supaya berhati-hati
kalau ada hujan. Aparat pekon juga harus saling berkoordinasi dengan wilayah di
atas,” jelasnya.
Penanganan tanggul Way Belu menjadi prioritas
karena kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan keselamatan warga, tetapi
juga berpotensi memengaruhi lahan pertanian dan aktivitas sekolah di sekitar
lokasi. [MFH/Din/rils]











