- Pemkab Tanggamus Segera Bangun RSUD Tipe D Talang Padang
- Pentas PAI Jadi Ruang Tumbuh Prestasi dan Karakter Siswa
- MUSDA VI IGRA Bandar Lampung Fokus pada Regenerasi dan Penguatan Tata Kelola Organisasi
- HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung
- Pemprov Lampung Raih Peringkat I TPID Kinerja Terbaik Wilayah Sumatera
- Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional
- Desa Sidodadi Teluk Pandan Wakili Pesawaran Masuk 12 Besar Desa Cantik Terbaik Nasional 2026
- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa Tapis di Ganjar Asri
- Jawab Kritik DPRD, Wali Kota Metro Ungkap Alasan Pinjaman Rp20 Miliar dan Penurunan Bansos
- Pemkab Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD Secara Daring
Pertumbuhan Ekonomi Pringsewu di Atas Provinsi Lampung dan Nasional

PRINGSEWU, MFH,-- Di tengah kondisi global yang
cukup menantang, ekonomi Kabupaten Pringsewu mampu tumbuh 5,44% di atas
rata-rata Provinsi Lampung dan nasional, atau peringkat ke-4 dari 15
kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, dengan kontribusi terbesar dari sektor
pertanian yang mencapai 23,22%.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pringsewu
Riyanto Pamungkas saat membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Percepatan Pertumbuhan
Ekonomi Daerah Kabupaten Pringsewu bersama Kementerian Dalam Negeri di Aula
Utama Kantor Pemkab Pringsewu, pada Kamis, 24 September 2026.
Namun di sisi lain, kata Bupati, Kabupaten
Pringsewu masih menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat pengangguran
terbuka sebesar 4,65% atau di atas rata-rata Provinsi Lampung. Oleh karena itu,
pihaknya melakukan berbagai langkah inovatif dalam rangka mempercepat
pertumbuhan ekonomi.
Baca Lainnya :
- APBD Perubahan Kabupaten Pringsewu 2026 Disahkan 0
- Bupati Serahkan Bantuan Pangan Kepada Warga Fajarmulia Pagelaran Utara0
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 20260
- Bupati Pringsewu Dorong Pengembangan Wisata Kuliner sebagai Potensi UMKM0
- Umi Laila Buka Lokakarya Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Merah Putih 0
“Diantaranya melalui program Corporate Farming
di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, dengan total luas lahan pilot project ±
50 hektar, dengan perincian luas lahan bengkok 14 hektar, dan lahan milik
petani 36 hektar yang akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern
berbasis koperasi,” katanya.
Kemudian program hilirisasi produk unggulan
daerah, berupa ubi kayu menjadi tepung mocaf, dengan potensi perputaran ekonomi
Rp 337,5 miliar, dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.258 jiwa pada 2029
mendatang. Selanjutnya program pemagangan ke Jepang di mana pada 2025 telah
diberangkatkan 58 tenaga kerja terampil, dan pada 2026 ini ditargetkan 100
tenaga kerja, dan yang telah masuk tahap medical check up sebanyak 73 orang.
“Selain itu, juga program percepatan
infrastruktur pembangunan lampu jalan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah
Daerah dan Badan Usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi baru di setiap
pekon, serta program percepatan penataan wajah kota, termasuk penataan sentra
UMKM,” paparnya pada kegiatan yang dihadiri Kepala Balai Pemerintahan Desa
Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Satria Gunawan, S.E., M.M. selaku Tim
Kerja Pemantauan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, beserta jajaran pemkab,
DPRD dan forkopimda Pringsewu.
Oleh karena itu, dengan telah ditetapkannya
target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8,0% dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dibutuhkan sinergitas dari
pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang selaras dengan kebijakan
nasional. Diharapkan kedepan terbangun sinergi dan komitmen bersama, sehingga
percepatan pertumbuhan ekonomi daerah bukan sekadar target dalam dokumen
perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan yang hasilnya dapat dirasakan
masyarakat.
“Dengan semangat
kolaborasi, kerja nyata, dan tanggungjawab bersama, mari kita jadikan momentum
ini sebagai langkah untuk memperkuat perekonomian Kabupaten Pringsewu yang
inklusif, produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. [MFH/rils]











