- Bupati Dedi Irawan Hadiri Penutupan Acara Kakiceran di Pekon Kuripan
- Pesta Sekura, Tradisi Penuh Makna Pererat Kebersamaan di Lampung Barat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Lihun Korban Kebakaran di Tugu Mulya
- Menteri Kehutanan RI Raja Juli Kunjungi Way Kambas
- Wakil Walikota Rafieq Halal Bihalal di Kediaman dr. Wahdi
- Truk Buah dan Sayuran Terjebak Antrean Hingga Puluhan Kilometer di Pelabuhan SMA
- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
Provinsi Lampung–Jawa Tengah Sepakati 11 Kerja Sama Strategis

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah
Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertegas komitmen
sinergi antarwilayah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini mengemuka dalam acara Malam
Ramah Tamah antara Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, bersama Gubernur
Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Kerjasama
antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di
Mahan Agung, Selasa (6/1/2026).
Dalam pertemuan strategis yang juga
dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, BUMD, dan asosiasi pengusaha dari kedua
provinsi tersebut, tercatat capaian nilai transaksi kerja sama yang menembus
angka Rp 833 Miliar.
Baca Lainnya :
- Syukuran 80 Tahun Intelijen Polri, Ditintelkam Polda Lampung Gelar Yasinan dan Santuni Anak Yatim0
- Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Pornas Korpri 20270
- Awal Tahun 2026, Gubernur Lampung Sidak Disiplin ASN0
- Kapolda Lampung Monitoring Pengamanan Tahun Baru dan Vicon dengan Kapolri0
- Dua Truk Fuso Alami Kecelakaan di Lampung Selatan0
Gubernur Lampung dalam sambutannya
menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menekankan
bahwa hubungan Lampung dan Jawa Tengah bukan sekadar mitra pemerintahan,
melainkan memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat melalui sejarah
transmigrasi. Akulturasi budaya juga berjalan harmonis dan menjadi modal sosial
yang luar biasa bagi pembangunan di Provinsi Lampung
”Hubungan
Lampung dan Jawa Tengah telah terjalin sejak lama. Berdasarkan data BPS,
sekitar 57% penduduk Lampung bersuku Jawa,sebagian besar dari Jawa Tengah,”
ujar Gubernur Lampung.
Gubernur Mirza menyoroti posisi
strategis kedua daerah. Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera memiliki
keunggulan di sektor pertanian, perkebunan, dan penyedia bahan baku. Sementara
itu, Jawa Tengah dinilai telah menjadi role model nasional dalam pengembangan
kawasan industri dan manufaktur.
”Saya jumpa
Pak Menko Perekonomian, contoh industrinya: Jawa Tengah. Semua Menteri bilang,
contoh Jawa Tengah. Investasi besar masuk, kawasan industrinya bagus, dukungan
pemerintah bagus, semua variabel kenyamanan berinvestasi itu ada di Jawa
Tengah,” ungkap Gubernur Mirza.
Kerja sama strategis ini mencakup
berbagai sektor vital, mulai dari ketahanan pangan, pariwisata, hingga
penguatan UMKM. Transaksi sebesar Rp 833 Miliar yang dicatatkan dinilai sebagai
bukti nyata adanya link and match serta kesinambungan rantai pasok (supply
chain) yang saling membutuhkan antara Jawa dan Sumatera.
”Angka Rp
833 Miliar ini adalah yang terbesar. Kehadiran pelaku usaha, dunia swasta, dan
BUMD menegaskan bahwa pembangunan akan semakin kuat ketika pemerintah dan dunia
usaha saling bergerak seiring, saling mendukung, dan saling menguatkan,” tegas
Gubernur Lampung.
Sementara itu, Gubernur Ahmad
Luthfi dalam kesempatannya menegaskan bahwa pembangunan daerah di era saat ini
tidak dapat lagi hanya bertumpu pada APBD semata. Diperlukan terobosan melalui
integrasi kolaboratif dengan pihak swasta dan kerjasama antar provinsi.
”Kita harus
menumbuhkembangkan ekonomi baru. Tidak hanya ekspansi ke luar negeri, tetapi
integrasi ekonomi domestik antar provinsi melalui skema Business to Business
(B2B),” jelasnya.
Gubernur Jateng menambahkan bahwa
kepala daerah, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota, memiliki tanggung jawab
moral sebagai “manajer pemasaran” bagi daerahnya masing-masing untuk menarik
investasi.
Dalam
kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyinggung mengenai keselarasan
kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, sinergitas
antara Lampung dan Jawa Tengah dalam menerjemahkan kebijakan pusat sudah
berjalan seirama, yang menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan
percepatan pembangunan.
Berikut 11 butir kesepakatan
kerjasama antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah :
1. Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang
SMK.
2. Fasilitasi
Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan.
3. Kerjasama
Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
4. Peningkatan
Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan.
5. Pengembangan
Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa).
6. Kerjasama
Perdagangan Penyediaan Komoditas.
7. Penyediaan
Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.
8. Kerjasama
Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka.
9. Kemitraan
Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang).
10. Kerjasama
Perdagangan Multi Komoditas.
11. Penyediaan
Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan. [MFH/Dinas Kominfotik Lampung]











3.jpg)