- Polres dan Pemkab Tanggamus Perkuat Sinergi Pengembangan Bawang Putih Grade A
- Gubernur Mirza Dukung Pelatihan Bahasa Jerman bagi Generasi Muda Lampung
- Wagub Jihan Dorong Kader Pramuka Jadi Agen Perubahan Melalui KPDK 2026
- Gubernur Dorong Ekonomi Sirkular, ICIF 2026 jadi Peluang Tarik Investasi Hijau ke Lampung
- Pemprov Lampung Perkuat Pelindungan Data Pribadi, Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Aparatur
- Wagub Jihan Ajak FPPI Jadi Mitra Strategis Pemprov Perkuat Pemberdayaan Perempuan
- Pemprov Lampung Dukung Penuh Pemberantasan Narkotika
- Sinergi BPJS Kesehatan dan Baznas Lampsel, Jamin Kesehatan Fakir Miskin Desil 1
- BPSDMD Provinsi Lampung Gelar Webinar SIGER BANGKOM Seri #12
- Ketua TP PKK Pesawaran Hadiri Festival Literasi Lampung 2026
Polres dan Pemkab Tanggamus Perkuat Sinergi Pengembangan Bawang Putih Grade A

TANGGAMUS, MFH,-- Polres Tanggamus bersama
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus memperkuat sinergi dalam pengembangan
budidaya bawang putih grade A di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulu Belu. Komitmen
tersebut mengemuka dalam audiensi dan rapat yang digelar secara offline di
Ruang Rapat Kantor Bupati Tanggamus, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut juga diisi rapat secara
daring bersama Kapolda Lampung dan Forkpimda terkait dalam rangka membahas
pengembangan komoditas bawang putih sebagai bagian dari program ketahanan
pangan nasional. Untuk di Tanggamus dihadiri Wakapolres Tanggamus Kompol Freddy
Aprisa Putra, S.H., M.H., dan diterima langsung Bupati Tanggamus Drs. H. Moh.
Saleh Asnawi, M.A., M.H.
Turut hadir Asisten Perekonomian dan
Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya, Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Suhartono, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rahmat
Hidayat, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Evi Silvia, jajaran organisasi perangkat
daerah, para pejabat utama Polres Tanggamus, serta sejumlah kapolsek.
Baca Lainnya :
- Kapolres Tanggamus Terima Kunjungan Kalapas Kelas IIB Kota Agung0
- Bupati Tinjau Lokasi PUGAR Bantuan Turki, Targetkan Sentra Garam Baru di Pesisir Limau0
- Koperindag Tanggamus dan PT Lingga Teknik Utama Teken Kesepahaman Bersama0
- World Chocolate Day 2026 di Tanggamus, Bupati Dorong Hilirisasi Kakao dan Kopi 0
- Pemkab Tanggamus Tegaskan Komitmen Bangun Kelautan, Koperasi, dan Generasi Emas Anak0
Dalam paparannya, Wakapolres Tanggamus Kompol
Freddy Aprisa Putra menjelaskan budidaya bawang putih di Pekon Datarajan kini
telah memasuki masa panen perdana di lahan seluas satu hektare. Hasil panen
mencapai sekitar 4 hingga 5 ton dengan kualitas umbi yang masuk kategori grade
A setelah mendapat pendampingan dari tim asistensi Sembalun, Lombok, bersama Balai
Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Lampung.
"Hasilnya sangat bagus, masuk grade A
dengan ukuran umbi di atas standar. Panen pertama ini menghasilkan 4 sampai 5
ton. Kami fokuskan sebagai penyediaan bibit untuk pengembangan lahan
berikutnya, bukan untuk diperjualbelikan," kata Kompol Freddy mewakili Kapolres
Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.
Menurutnya, keberhasilan budidaya tersebut
mendapat perhatian pemerintah pusat setelah program ketahanan pangan Polri
dipaparkan Kapolri di hadapan Presiden Republik Indonesia. Kabupaten Tanggamus
bersama Lampung Barat dinilai memiliki potensi besar sebagai kawasan
pengembangan bawang putih nasional.
"Selain itu, Polres Tanggamus juga telah
mengirim perwakilan kelompok tani dan personel mengikuti bimbingan teknis
budidaya bawang putih di Sembalun, Lombok. Langkah tersebut dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan petani dalam membudidayakan bawang putih
berkualitas," tegasnya.
Wakapolres menambahkan bahwa hasil produksi
nantinya diproyeksikan memiliki pasar yang jelas melalui jaringan yang telah
dibangun bersama tim pendamping dari Sembalun.
"Sementara, hasil panen perdana saat ini
diprioritaskan sebagai penyediaan bibit guna mendukung perluasan areal
tanam," tutupnya.
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Tanggamus
Moh. Saleh Asnawi mengapresiasi inisiatif Polres Tanggamus yang mendorong
pengembangan bawang putih di wilayah Kabupaten Tanggamus. Menurutnya, kawasan
Datarajan memiliki kondisi geografis yang mendukung untuk dikembangkan menjadi
sentra produksi bawang putih.
"Kalau hasilnya sudah masuk grade yang
diharapkan, berarti lokasi yang dipilih memang tepat. Kita akan dorong
pengembangannya, bukan hanya satu hektare, tetapi bisa diperluas sesuai potensi
lahan yang tersedia," kata Saleh Asnawi.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten
Tanggamus siap menyediakan lahan sekitar 10 hingga 20 hektare apabila program
tersebut terus menunjukkan hasil yang positif.
"Pemkab Tanggamus siap menyiapkan lahan
sekitar 10 sampai 20 hektare untuk pengembangan bawang putih. Yang penting
kualitas dan keberhasilannya tetap terjaga sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan petani," tegasnya.
Selain perluasan lahan, Bupati juga menekankan
pentingnya kepastian pasar bagi hasil panen petani agar program budidaya bawang
putih dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Yang harus dipastikan adalah pemasaran
hasil panennya. Petani tentu akan bertanya kepada siapa hasilnya dijual dan
berapa nilainya. Itu harus jelas agar mereka semakin tertarik menanam bawang
putih," ujarnya.
Melalui audiensi dan rapat
secara hybrid tersebut, Polres Tanggamus bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus
berkomitmen terus memperkuat sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan
nasional melalui pengembangan budidaya bawang putih. Program ini diharapkan
mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjadikan Kabupaten
Tanggamus sebagai salah satu sentra produksi bawang putih berkualitas di
Provinsi Lampung. [MFH/Din/rils]











3.jpg)