- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Pohon-Pohon Tua Penjaga Lapangan Merdeka Tumbang
Wajah Baru Ruang Publik Kota Agung Mulai Disiapkan

KOTA AGUNG, MFH,-- Deretan pohon tua yang selama
puluhan tahun menjadi peneduh Lapangan Merdeka Kota Agung kini tinggal
kenangan. Batang-batang berukuran besar tampak tergeletak di sisi lapangan
setelah dilakukan penebangan sebagai bagian dari program penataan kawasan ruang
publik di pusat ibu kota Kabupaten Tanggamus.
Bagi banyak warga, pohon-pohon tersebut bukan sekadar
tanaman penghijauan. Kanopi rindangnya selama ini menjadi tempat berteduh saat
terik matahari menyengat, sekaligus memberi suasana sejuk bagi masyarakat yang
beraktivitas di sekitar lapangan.
Kini, satu per satu pohon yang telah tumbuh puluhan
tahun itu harus ditebang. Potongan batang berdiameter besar menjadi saksi
berakhirnya peran mereka sebagai penjaga teduh Lapangan Merdeka.
Baca Lainnya :
- Bupati Buka Pelatihan Tata Kelola Desa untuk Dukung Koperasi Merah Putih0
- Tersesat di Gunung Tanggang, Kapolsek Limau Pastikan Pendaki Ditemukan Selamat0
- Wabup jadi Irup Hari Lahir Pancasila dan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Tanggamus0
- Polsek Cukuh Balak Dibackup Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus Bekuk Pencuri Kabel PLN0
- Polsek Pulau Panggung dan Koramil Bongkar Gelanggang Sabung Ayam di Area Perkebunan Sinar Mancak0
Camat Kota Agung, Adi Putra, menjelaskan bahwa langkah
tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat.
Menurutnya, kondisi pohon yang sudah terlalu tua dan berukuran sangat besar
dinilai berpotensi membahayakan apabila tumbang secara alami.
"Ada lima batang pohon yang ditebang. Penebangan
ini dilakukan karena kondisinya sudah terlalu besar dan dikhawatirkan
membahayakan masyarakat. Bahkan beberapa akar pohon juga telah merusak bangunan
di sekitarnya," ujar Adi Putra, Selasa, 2 Juni, 2026.
Ia menegaskan, penebangan bukan berarti menghilangkan
fungsi penghijauan di kawasan tersebut. Pemerintah telah menyiapkan konsep
penanaman kembali sebagai bagian dari pembaruan tata ruang lapangan.
"Konsepnya bukan menghilangkan ruang hijau,
tetapi melakukan pembaruan dan penanaman kembali. Nantinya kawasan ini akan
ditata menjadi sentra olahraga, termasuk jalur jogging yang bisa dimanfaatkan
lansia maupun generasi muda," katanya.
Penataan Lapangan Merdeka sendiri menjadi bagian dari
program perbaikan taman yang sedang berjalan. Selain penebangan pohon yang
dinilai membahayakan, kegiatan juga meliputi pembenahan fasilitas umum,
perawatan taman, hingga penggantian lampu penerangan.
Di tengah pro dan kontra yang mungkin muncul,
tumbangnya pohon-pohon tua itu menjadi penanda perubahan wajah Lapangan
Merdeka. Ruang publik yang selama ini identik dengan keteduhan pepohonan kini
bersiap memasuki babak baru sebagai kawasan olahraga dan rekreasi yang lebih
tertata.
Namun bagi sebagian warga, kenangan tentang rindangnya
pohon-pohon besar yang menaungi lapangan hijau Kota Agung tampaknya akan tetap
hidup, jauh setelah batang-batang itu tak lagi berdiri.
Sementara itu, harapan akan ruang publik yang lebih
baik berjalan beriringan dengan keinginan masyarakat agar pembangunan
infrastruktur dasar, khususnya jalan, juga mendapat perhatian yang sama dari
pemerintah daerah. [MFH/Din/rils]











3.jpg)