- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes
- Gubernur Dorong Pendamping PKH Pastikan Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial
- Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga
- Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Pencuri Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran
- Sektor Perkebunan jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Produksi hingga Hilirisasi
- Pringsewu Raih Penghargaan Kabupaten Pangan Aman Level 5 dari Badan POM
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Transformasi Digital di Pemkab Lamtim
- Bupati Ela Siti Nuryamah, Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026
- Ratusan Warga Ganjar Agung Antusias Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI
PHC Ubah Wajah Perkebunan Kopi Lampung, Gubernur Mirza Dorong Produktivitas Meningkat

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal terus mendorong transformasi sektor perkebunan melalui
penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas
dan kesejahteraan petani kopi.
Salah satu langkah tersebut ditunjukkan saat
Gubernur meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun Induk
(BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau,
Kabupaten Lampung Barat, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi
Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin beserta jajaran Pemerintah Provinsi
Lampung dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Rombongan berkeliling melihat
langsung kebun kopi yang menjadi pusat percontohan, penelitian, sekaligus
pengembangan benih kopi unggul di Provinsi Lampung.
Baca Lainnya :
- Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau0
- Pemprov Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani0
- Pemprov Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur, Perkuat Lumbung Pangan Lambar0
- Bupati Parosil Terima Audiensi Pengusaha Provinsi Lampung0
- Bupati Lampung Barat Terima Audiensi Dirut Bank Lampung0
Kebun Induk Hanakau menjadi salah satu sentra
pengembangan kopi yang menerapkan berbagai metode budidaya modern dan teknik
perawatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas maupun kualitas hasil panen.
Di lokasi tersebut dikembangkan dua jenis kopi
utama, yakni robusta dan arabika. Untuk kopi robusta, tersedia sejumlah klon
unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih
berkualitas. Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon lokal potensial
seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang dipersiapkan
menjadi varietas unggul bersertifikat. Sementara sekitar 200 batang kopi
arabika ditanam sebagai uji adaptasi di kawasan dataran tinggi Sukau.
Dalam dialog bersama para petani, Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang kini
mulai diterapkan di Kebun Induk Hanakau. PHC merupakan pupuk organik berbasis
mikroorganisme lokal yang diproduksi dari bahan-bahan ramah lingkungan, seperti
limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.
Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu
meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan, membuat daun lebih hijau,
mempercepat pembungaan, memperbesar ukuran buah, serta memperbaiki kesuburan
tanah sehingga ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur
juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat langsung diuji coba
pada lahan masing-masing.
Penerapan PHC di Kebun Induk Hanakau telah
dimulai sejak 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare. Hasilnya
menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tanaman yang tidak
menggunakan PHC.
Salah satu capaian yang paling menonjol adalah
percepatan masa produksi tanaman kopi. Bibit yang umumnya baru mulai berbuah
dan dipanen setelah tiga tahun, kini mampu menghasilkan buah pada usia 1,5
hingga dua tahun.
"Buah kopi terlihat lebih besar,
kualitasnya lebih baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal," ujar
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
Gubernur menegaskan bahwa inovasi pertanian
seperti PHC menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam
memperkuat daya saing sektor perkebunan sekaligus meningkatkan pendapatan
petani melalui penerapan teknologi yang murah, mudah diterapkan, dan ramah
lingkungan.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Barat Mad
Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap pengembangan
komoditas kopi di Lampung Barat.
"Kami mengucapkan terima kasih dan
memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di
Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat," ujarnya.
Menurut Mad Hasnurin, kehadiran Gubernur
menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah
Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui
inovasi Pupuk Hayati Cair.
"Kami berharap program ini dapat terus
dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat dan kopi
Lampung Barat semakin berdaya saing," pungkasnya. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)