- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes
- Gubernur Dorong Pendamping PKH Pastikan Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial
- Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga
- Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Pencuri Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran
- Sektor Perkebunan jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Produksi hingga Hilirisasi
- Pringsewu Raih Penghargaan Kabupaten Pangan Aman Level 5 dari Badan POM
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Transformasi Digital di Pemkab Lamtim
- Bupati Ela Siti Nuryamah, Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026
- Ratusan Warga Ganjar Agung Antusias Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI
Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Puluhan sopir truk
bermuatan gabah memprotes kebijakan pemutaran balik kendaraan yang hendak
menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan menuju Pulau
Jawa.
Aksi protes ini muncul setelah empat unit truk
dikembalikan ke daerah asal karena dinilai belum melengkapi persyaratan dokumen
distribusi, Jumat (28/8).
Kejadian
bermula saat Satgas Pangan Kodim 0421 Lampung Selatan bersama Satpol PP
Provinsi Lampung melakukan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan pengangkut
gabah di akses masuk pelabuhan.
Baca Lainnya :
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran0
- Semarak HUT RI ke-81, Ratusan Warga Desa Hara Banjar Manis Antusias Ikuti Jalan Sehat0
- Senam Oke Gas Gelar Berbagai Perlombaan Meriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI0
- Kader NU Pesawaran dan Lamsel Hadiri Muktamar ke-35 di Jombang0
- 1.155 KPM PKH Palas Terindikasi Judol Rekening KPM Terblokir 0
Empat truk terpaksa diputar balik karena belum
memenuhi kelengkapan dokumen sesuai Peraturan Gubernur Lampung Nomor 7 Tahun
2026 tentang Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah.
"Kendaraan
yang belum memenuhi persyaratan administrasi kami minta kembali ke daerah asal
untuk melengkapi dokumen terlebih dahulu sebelum diperbolehkan melanjutkan
perjalanan," ujar Sertu Irfan Maulana, Komandan Tim Satgas Pangan Kodim
0421 Lampung Selatan.
Kebijakan
ini kemudian memicu kemarahan puluhan sopir dan pengirim gabah yang sudah
menumpuk di kawasan pelabuhan sejak beberapa hari lalu. Aksi protes memuncak
pada Sabtu malam, di mana mereka mempertanyakan keadilan aturan yang dinilai
menghambat pemasaran hasil tani.
Megi,
salah satu sopir truk asal Rawa Jitu, mengaku sangat keberatan dengan
pembatasan ini. Ia menjelaskan bahwa pembeli dari Pulau Jawa justru menjadi
penopang harga gabah di tingkat petani, sekaligus memperluas pasar hasil panen
warga.
"Kami
sudah tertahan dua malam di sini. Pembeli dari Jawa itu yang bantu naikkan
harga gabah, ujung-ujungnya petani juga yang untung. Kenapa justru dihambat
begini?" keluh Megi.
Situasi
sempat memanas hingga pihak kepolisian, TNI, dan pengelola ASDP turun melakukan
pengamanan serta membuka meja dialog untuk mencari titik temu.
Namun di tengah proses mediasi berlangsung,
puluhan truk bermuatan gabah dilaporkan menerobos jalur pemeriksaan dan
langsung menuju dermaga untuk menyeberang ke Jawa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada
keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait langkah
penindaklanjuti atas penerobosan tersebut maupun kebijakan distribusi gabah ke
depannya. [MFH/Sri]










3.jpg)