- Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau
- Kemenag Bandar Lampung Bangun Masjid Al-Amal, Dari Ruang Ibadah Menuju Pusat Pembinaan Umat
- Erwinto: Amanah Kepemimpinan harus Membawa Keberkahan dan Kemajuan bagi MTsN 1 Bandar Lampung
- RAT KPRI Saptawa Tahun Buku 2025, Pemprov Dorong Penguatan Koperasi yang Profesional
- Pemprov Lampung Dorong Lahirnya Wartawan Profesional Melalui UKW PWI Angkatan ke-38
- Ketika Batuwara Memecah Dunia: Dari Langit yang Padam hingga Selat Sunda yang Lahir
- Bappenas Observasi Pembangunan RSUD KH. Muhammad Thohir Krui
- Pemkab Lakukan Monev dan Pengecekan Sarana Prasarana di RSUD KH. Muhammad Thohir
- Pemkab Lamtim Gelar Pisah Sambut Kepala Kemenhaj
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Perkuat Kolaborasi Lindungi Anak Terlantar
Wabup Mad Hasnurin Dukung Peningkatan Produktivitas Kopi Lewat PHC di Kebun Induk Hanakau

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Wakil Bupati (Wabup)
Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal (RMD) meninjau Kebun Induk Hanakau milik UPTD Balai Benih dan Kebun
Induk (BBKI) Dinas Perkebunan Provinsi Lampung di Pekon Hanakau, Kecamatan
Sukau, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama
Wakil Bupati dan rombongan berkeliling melihat langsung kebun kopi yang menjadi
pusat percontohan, penelitian, dan pembibitan kopi unggul di Lampung.
Di lokasi tersebut juga diterapkan berbagai
metode budidaya dan perawatan tanaman kopi untuk meningkatkan hasil produksi
dan kualitas kopi.
Baca Lainnya :
- Pemprov Perkuat Fondasi Ekonomi Desa Lewat Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan Petani0
- Pemprov Lampung Dorong Pembangunan Infrastruktur, Perkuat Lumbung Pangan Lambar0
- Bupati Parosil Terima Audiensi Pengusaha Provinsi Lampung0
- Bupati Lampung Barat Terima Audiensi Dirut Bank Lampung0
- Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Parosil Dorong Inovasi Kopi Bernilai Ekonomi Tinggi0
Kebun Induk Hanakau mengembangkan dua jenis
kopi utama, yaitu kopi robusta dan kopi arabika.
Untuk kopi robusta, terdapat sejumlah klon
unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 yang dijadikan
sumber benih berkualitas.
Selain itu, kebun ini juga mengembangkan klon
lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang
diharapkan dapat menjadi varietas unggul bersertifikat.
Sementara itu, sekitar 200 batang kopi arabika
ditanam sebagai uji adaptasi di wilayah dataran tinggi Sukau.
Dalam dialog bersama petani kopi, Gubernur
Lampung memperkenalkan inovasi Pupuk Hayati Cair (PHC) yang saat ini mulai
diterapkan di Kebun Induk Hanakau.
PHC merupakan pupuk organik berbasis
mikroorganisme lokal yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan seperti
limbah kelapa, limbah kedelai, dan air cucian beras.
Menurut Gubernur, penggunaan PHC mampu
meningkatkan pertumbuhan tanaman, membuat daun lebih hijau, mempercepat
pembungaan, memperbesar ukuran buah, sekaligus memperbaiki kesuburan tanah
tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Sebagai bentuk dukungan kepada petani, Gubernur
juga menyerahkan sampel PHC dalam kemasan botol agar dapat dicoba langsung di
lahan masing-masing.
Di Kebun Induk Hanakau, PHC telah diterapkan
sejak tahun 2025 pada lahan percontohan seluas dua hektare.
Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup
signifikan dibandingkan tanaman yang tidak menggunakan PHC.
Sebagai perbandingan, bibit dari biji kopi yang
seharusnya baru dapat berbuah dan dipanen dalam kurun waktu tiga tahun, kini
dengan menggunakan PHC bisa mulai berbuah dan dipanen di usia 1,5 hingga dua
tahun.
“Buah kopi terlihat lebih besar, kualitasnya lebih
baik, serta pertumbuhan tanaman lebih optimal,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Dzausal.
Usai kegiatan, Wakil Bupati Lampung Barat Drs.
Mad Hasnurin menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Lampung terhadap
pengembangan sektor perkebunan kopi di Lampung Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan
apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun
Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ungkap Wakil Bupati
Mad Hasnurin.
Menurut Wakil Bupati, kehadiran Gubernur RMD
menjadi motivasi bagi para petani sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah
Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kopi melalui
inovasi seperti Pupuk Hayati Cair (PHC).
“Kami berharap program ini
dapat terus dikembangkan sehingga kesejahteraan petani kopi semakin meningkat
dan kopi Lampung Barat semakin berdaya saing,” harap Mad Hasnurin.
[MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)