- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Pemprov Lampung Dorong Percepatan Program Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

LAMPUNG SELATAN, MFH,--
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait bersama
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri kegiatan Kolaborasi Program
Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang melibatkan
Kementerian PKP RI, Kemendagri, BPS RI, BTN, BP Tapera, PNM, SMF, dan
Pemerintah Provinsi Lampung di Gedung Parona, Kecamatan Jati Agung, Lampung
Selatan, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya,
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program pembangunan perumahan merupakan
kebutuhan mendasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup
dan kesejahteraan keluarga.
“Rumah adalah tempat
lahirnya rasa aman, tempat anak-anak tumbuh dengan harapan, dan tempat keluarga
membangun masa depan. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, kesehatan
keluarga lebih terjaga, produktivitas meningkat, dan stabilitas sosial ikut
menguat,” ujar Gubernur.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung dan Pemerintah Pusat Perkuat Kolaborasi Wujudkan Program 3 Juta Rumah0
- TK Madani Bersama Kolam Renang Madani Garden Semarakkan Hardiknas dengan Upacara dan Lomba Mewarnai0
- Sekdaprov Marindo Dampingi Menko Pangan dan Perdagangan dalam Acara Rembuk Tani Lamsel0
- Konferensi IGTKI Palas: Suyanti Raih Suara Terbanyak, Resmi jadi Ketua Baru0
- Kejari Lamsel Tetapkan Mantan Kepala Desa Bangunan Tersangka Korupsi DD0
Ia menyampaikan
apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas komitmennya melalui Program
3 Juta Rumah yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat kecil untuk
memiliki hunian layak.
Menurutnya, Provinsi
Lampung sangat membutuhkan dukungan program perumahan karena angka kemiskinan
masih berada di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, meningkatnya produktivitas
pertanian turut mendorong daya beli masyarakat dan kebutuhan rumah layak huni.
“Tahun lalu Lampung
mendapat sekitar 2.300 unit bantuan bedah rumah. Namun kebutuhan masyarakat
masih sangat besar. Alhamdulillah, hari ini Pak Menteri menyampaikan komitmen
untuk menyiapkan 10 ribu rumah bagi Lampung tahun ini. Ini tentu menjadi
jawaban atas harapan masyarakat,” katanya.
Gubernur juga
menilai kolaborasi lintas kementerian, lembaga, perbankan, asosiasi pengembang,
hingga pelaku UMKM menjadi bukti nyata bahwa pembangunan perumahan membutuhkan
kerja bersama dan sinergi yang kuat.
Ia berharap berbagai
kemudahan yang diberikan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan rumah
bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Lampung.
Sementara itu,
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan
bahwa sektor perumahan dan konstruksi menjadi salah satu penggerak penting
pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.
Menurutnya, geliat
pembangunan perumahan akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian,
termasuk peningkatan investasi dan konsumsi rumah tangga.
Dalam kesempatan
tersebut, Amalia juga memberikan apresiasi terhadap capaian ekonomi Provinsi
Lampung yang pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,58 persen.
“Pertumbuhan ekonomi
Lampung pada Triwulan I 2026 merupakan yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Ini menunjukkan kinerja pembangunan yang sangat baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa
pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor pertanian yang tumbuh signifikan
hingga 12 persen, disusul industri kertas sebesar 9,88 persen dan industri
furnitur sebesar 8,43 persen.
Selain itu, konsumsi
rumah tangga masyarakat Lampung juga tetap terjaga dengan pertumbuhan mencapai
5,54 persen.
Berdasarkan data
BPS, jumlah penduduk Lampung tahun 2025 mencapai sekitar 9,53 juta jiwa dan
didominasi generasi muda produktif.
Sebanyak 68,13
persen penduduk berada pada usia produktif sehingga Lampung masih berada dalam
fase bonus demografi. Namun demikian, Amalia mengungkapkan masih terdapat
sekitar 146.500 rumah tangga di Lampung yang belum memiliki rumah sendiri dan
sekitar 647 ribu rumah tangga yang menempati rumah tidak layak huni.
“Program pembangunan
dan renovasi rumah ini sangat penting untuk membantu mengurangi backlog
perumahan di Lampung. Karena dari data statistik terlihat kebutuhan masyarakat
terhadap rumah layak huni masih sangat besar,” jelasnya.
Pada kesempatan yang
sama, Vice President BTN Mihardina Jati menyampaikan bahwa hingga saat ini BTN
telah menyalurkan pembiayaan perumahan melalui program KPR mencapai Rp5,4
triliun dari sisi suplai maupun permintaan.
Khusus di wilayah
Lampung dan sekitarnya, tercatat terdapat 2.042 peminatan calon debitur dengan
total nilai mencapai Rp268,86 miliar.
Sementara itu
anggota Komisi V DPR RI Muchlis Basri menyampaikan apresiasi atas perhatian
pemerintah pusat terhadap masyarakat Lampung melalui peningkatan program
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang meningkat hampir lima kali lipat
dibanding tahun sebelumnya.
Ia berharap dukungan
program perumahan bagi masyarakat pesisir dan pedesaan terus diperkuat agar
semakin banyak masyarakat dapat menikmati hunian yang layak.
Kegiatan tersebut
menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta dalam mendukung percepatan
pembangunan perumahan sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat di Provinsi
Lampung. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)