- APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat
- Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Ekonomi Daerah dari Desa
- Gubernur Mirza Dorong Pembudidaya Ikan Lampung Makin Sejahtera
- Ombudsman Tinjau Pelayanan RSUD Batin Mangunang
- Satresnarkoba Polres Tangkap Tiga Orang Terduga Pengedar Sabu di Gisting
- Pemkab Dukung Upaya Pencegahan Narkotika Melalui Sinergi Lintas Sektor
- Wakil Bupati Pringsewu Minta Orang Tua Apresiasi Setiap Usaha Anak
- Bupati Parosil Apresiasi Tren Penurunan Kemiskinan di Lampung Barat
- Bupati Parosil Dorong Hilirisasi Literasi Senjata Keluar dari Kemiskinan
- Percepat Deteksi TBC, Pemkab Optimalkan Skrining Berbasis Masyarakat
Lahan Tambak Tak Produktif Milik Warga Dua Kecamatan di Lamsel Beralih Tanam Padi Biosalin

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Inovasi
Warga Dua Kecamatan Sragi dan Ketapang di Lampung Selatan serentak jadikan
Tambak Tidak Produktif di Sulap menjadi lahan pertanian Padi Biosalin.
Inovasi tersebut di gagas seorang
pemuda setempat Jalu, dirinya melakukan riset mandiri dan demplot pertamanya
sukses, dengan lahan satu hektar menghasilkan 6 Ton gabah.
Hasil Inovasi tersebut disambut
baik Bupati Lampung Selatan, Radytio Egi Pratama dan pihak Kejati Lampung.
Baca Lainnya :
- Menu MBG Kurang Variatif dan Minimalis, Orang Tua Siswa di Candipuro Kecewa0
- Anggota Komisi III Achmad Johani Minta Dinas PUPR Lamsel Mengecek dan Perbaiki Jembatan yang Jebol0
- Setahun Egi-Saiful Diwarnai Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa-Tuntut Evaluasi, Begini Respon Relawan 0
- Revitalisasi Dermaga Bom Kalianda, Perseroda Lamsel Targetkan Omzet Hingga Rp3,4 Miliar 0
- Kemenag dan Pemkab Luncurkan Gerakan Lampung Selatan Bertadarus0
" Kami berinovasi dengan
tanaman padi Biosalin karna lebih mudah perawatannya padi juga tahan penyakit
terutama hama tikus, dari pada kami puluhan tahun para petambak udang sering
merugi," ucap Jalu.
Menurutnya perawatan padi Biosalin
lebih mudah di areal air kadar garam tinggi lebih subur dan tahan hama
penyakit. Dirinya juga mencatat ada 2.500 hektar tambak yang sudah tidak lagi
produktif.
"Jika lahan tersebut dapat di
fungsikan menjadi lahan pertanian padi, tidak kemungkinan besar inkam di
kecamatan Sragi dan Ketapang dapat tembus ratusan milyar pertahunnya," jelas
dia.
Saat ini sedikitnya 50 hektar
tambak yang sudah lama tidak produktif di kecamatan Sragi dan Ketapang telah
berubah menjadi lahan pertanian padi Biosalin.
Mereka juga optimistis padi
Biosalin akan menghasilkan panen besar, sebab secara kasat mata batang dan
rumpun tanaman padi cukup besar, selain itu ranting buah juga lebih banyak
ketimbang tanaman padi pada umumnya. [MFH/Sriw]











