- Gubernur Lampung Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi Bangun Ekonomi Lampung yang Inklusif
- Meriah dan Penuh Kebersamaan, Nobar Piala Dunia di PKOR Way Halim Disambut Antusias Warga
- Konser Pra-Kompetisi GNLC Meriah, Purnama Wulan Sari Beri Dukungan Penuh untuk JICF
- Polsek Pulau Panggung Ungkap Pencurian Puluhan TKP di Ulu Belu
- Lampung Catat Prestasi Nasional, Dipilih sebagai Tuan Rumah Penas Petani Nelayan 2029
- Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak
- Lampung Resmi jadi Tuan Rumah Pekan Nasional Petani Nelayan 2029
- Wabup Soroti Kerusakan WC dan Saluran Pembuangan di RSUD Batin Mangunang
- Pemprov Percepat Digitalisasi Pelayanan, Lampung-In Versi 2 Segera Diluncurkan
- Bupati Ela Siti Nuryamah Raih Education Award 2026
Inflasi Turun Tajam, Daging Sapi hingga Minyak Goreng Masih jadi Pemicu Kenaikan Harga

TANGGAMUS, MFH,-- Kabar baik datang dari
pengendalian inflasi di Kabupaten Tanggamus. Dalam rapat koordinasi (rakor)
pengendalian inflasi daerah yang digelar secara virtual di Ruang Rapat Wakil
Bupati, Senin, 27 April 2026, angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat
mengalami penurunan signifikan.
Asisten II Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya,
mengungkapkan bahwa pada minggu ini IPH turun dari 1,24 menjadi 0,50 atau
mengalami penurunan sebesar 0,74 poin.
“Alhamdulillah, untuk minggu ini kita berhasil
menurunkan indeks kemahalan harga dari 1,24 menjadi 0,50. Artinya ada penurunan
sebesar 0,74,” ujar Hendra dalam rapat tersebut.
Baca Lainnya :
- Bupati Tanggamus Sampaikan Amanat Hari Otonomi Daerah 20260
- Bupati Tanggamus Raih National Governance Awards 20260
- Polres Tanggamus Gelar Patroli Gabungan di Perairan Teluk Semaka0
- Tanggamus Genjot Capaian UCJ 2026, Ribuan Pekerja Rentan sudah Terlindungi0
- BPOM Siap Bangun Kantor di Tanggamus Wabup: Kami Siapkan Lahan Lebih dari yang Diminta0
Meski demikian, ia menegaskan masih ada
sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga di Tanggamus.
“Penyumbang kenaikan harga kita masih
didominasi oleh daging sapi, ayam ras, dan minyak goreng. Untuk minyak goreng
ini memang sudah menjadi kelangkaan secara nasional,” jelasnya.
Menurut Hendra, pemerintah daerah telah
mengambil sejumlah langkah untuk menekan lonjakan harga, termasuk berkoordinasi
dengan bulog, Koperindag Provinsi dan
Pemerintah Pusat.
“Kita sudah kita laporkan ke pemerintah pusat
agar persoalan kelangkaan minyak goreng ini bisa segera diatasi secara
nasional, khususnya di Kabupaten Tanggamus,” katanya.
Tak hanya itu, upaya konkret juga telah
dilakukan di lapangan, salah satunya melalui operasi pasar di sejumlah titik
strategis.
“Kita sudah mengajukan ke Bulog, dan minggu
kemarin juga telah melaksanakan operasi pasar di empat lokasi, yakni Pasar Gisting,
Talang Padang, Kotaagung, dan Wonosobo,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat,
beberapa komoditas pangan di Tanggamus menunjukkan tren stabil bahkan menurun,
seperti telur ayam ras yang turun menjadi Rp27.750/kg dan daging ayam menjadi
Rp28.750/kg. Sementara harga beras medium tercatat stabil di angka Rp13.125/kg.
Di sisi lain, neraca pangan Tanggamus secara
umum masih dalam kondisi surplus untuk berbagai komoditas utama seperti beras,
daging ayam, hingga gula pasir.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan terus memperkuat
langkah-langkah pengendalian, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah,
hingga monitoring harga secara berkala.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas
harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah
dinamika ekonomi nasional. [MFH/Din/rils]











3.jpg)