- Paguyuban Pedagang Kuliner Pasar Mambo Jajaki Kerjasama dengan Media Faktual Hukum
- Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai
- Waspadai El Nino 2026, Pemprov Lampung Matangkan Strategi Mitigasi Terpadu
- Polda Lampung Bongkar Sindikat Penimbunan BBM Ilegal di Pesawaran
- Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 15,7 kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni
- Pemprov dan KLH Perkuat Sinergi, Wujudkan Langkah Reformasi Pengelolaan Sampah
- Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025
- Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah Tinjau Sekuntum Herbal Farm
- Plt. Bupati Lampung Tengah Hadiri Halal Bihalal Pangdam, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat
- Pemkab Lampung Tengah Dalami Program Vaksinasi HPV Nasional
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Realisasikan Perbaikan Ruas Jalan Kasui–Air Ringkih di Way Kanan
Percepat Waktu Tempuh dan Konektivitas Antarwilayah

WAY KANAN, MFH,-- Penantian panjang masyarakat
selama belasan tahun akhirnya mulai terjawab dengan dimulainya pembangunan ruas
jalan Kasui–Air Ringkih di Kabupaten Way Kanan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun
langsung meninjau ruas tersebut pada Rabu (8/4/2026).
Selama lebih dari satu dekade, warga harus
bertahan dengan kondisi jalan rusak bahkan sebagian belum pernah tersentuh
aspal.
Baca Lainnya :
- Perbaikan Jalan Kasui–Air Ringkih Dorong Konektivitas dan Perdagangan Warga Way Kanan0
- Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Way Kanan, Target Kemantapan Jalan 67,10 Persen0
- Polda Lampung Tetapkan 14 Orang Tersangka Terkait Tambang Emas Ilegal0
- Bravo! Seluruh Tahanan Melarikan Diri Polres Way Kanan Berhasil Ditangkap0
- Sekda Way Kanan Machiavelli Pimpin Apel Besar Hari Pramuka ke-640
Pemerintah Provinsi Lampung pada tahun 2026
mulai merealisasikan perbaikan ruas tersebut sebagai bagian dari upaya
peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Way Kanan.
Ruas Kasui–Air Ringkih sendiri memiliki panjang
sekitar 26,295 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan baru mencapai 45,03
persen.
Gubernur Mirza dalam arahannya menegaskan bahwa
pembangunan jalan ini harus dilakukan dengan kualitas terbaik, mengingat
besarnya harapan masyarakat yang telah menunggu lama.
“Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak
diperbaiki. Masyarakat sudah sangat sabar, mereka menahan kondisi jalan rusak
bertahun-tahun. Jadi saya minta pekerjaan ini dilakukan sebaik mungkin sesuai
spesifikasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan jalan bukan
sekadar pekerjaan proyek, tetapi merupakan amanah yang membawa harapan
masyarakat.
“Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi
ini adalah wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan,”
tegasnya.
Gubernur Mirza juga mengingatkan pentingnya
pengawasan dan pemeliharaan, terutama pada sistem drainase agar jalan yang
dibangun dapat bertahan lama.
“Kalau dijaga dengan baik, jalan ini bisa
bertahan hingga 20 tahun. Tapi harus dijaga bersama, terutama aliran airnya,”
tambahnya.
Kepala Kampung Gunung Sari Malik Irsan
menggambarkan secara mendalam bagaimana penantian panjang itu kini berbuah
harapan.
Ia menyebut, bagi masyarakat Rebang Tangkas,
pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan
mendasar yang telah lama dirasakan namun belum terpenuhi.
“Ini bukan hanya soal jalan dibangun, tapi ini
tentang harapan masyarakat yang akhirnya dijawab. Kami sudah menunggu ini
berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah menjadi cerita turun-temurun di tengah
masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini kondisi jalan yang rusak
tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga membatasi ruang gerak
ekonomi dan aktivitas sehari-hari.
Ia menuturkan bahwa masyarakat kerap menghadapi
risiko tinggi saat melintasi ruas tersebut, mulai dari keterlambatan distribusi
hasil pertanian hingga kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi
jalan yang tidak memadai.
“Rebang Tangkas ini salah satu wilayah
penghasil sawit di Way Kanan. Jadi jalan ini benar-benar menjadi urat nadi aktivitas
masyarakat. Ketika jalan rusak, semua ikut terdampak, mulai dari petani,
pedagang, sampai aktivitas sosial masyarakat,” jelasnya.
Malik berpendapat bahwa bagi masyarakat,
kehadiran pemerintah menjadi bentuk perhatian nyata sekaligus memberikan keyakinan
bahwa pembangunan ini akan berjalan sesuai harapan.
“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi, kabupaten, dan semua
pihak terkait. Kami merasa diperhatikan, dan ini menjadi semangat baru bagi
kami untuk terus bergerak maju,” tambahnya.
Ia berharap perubahan signifikan akan segera
dirasakan, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga terhadap
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Pembangunan ruas ini memiliki nilai strategis
karena akan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Jika tersambung hingga perbatasan Sumatera
Selatan, ruas ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh hingga sekitar 1,5
jam dari Muara Dua menuju Bandar Lampung tanpa harus melalui Martapura.
Sebagai informasi, tahun ini Pemerintah
Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 172 miliar untuk perbaikan
jalan di Kabupaten Way Kanan, mencakup 7 paket kegiatan dari total 13 ruas
jalan.
Khusus untuk ruas Kasui–Air Ringkih, dialokasikan
anggaran sebesar Rp. 53,319 miliar untuk penanganan sepanjang 5,6 kilometer
yang terbagi dalam dua segmen.
Selain peningkatan kualitas jalan, proyek ini
juga mencakup pelebaran badan jalan dari sebelumnya 3,5 meter menjadi 6 meter,
dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri
sehingga total lebar mencapai 8 meter.
Metode konstruksi yang
digunakan pun ditingkatkan dengan mengganti aspal (hotmix) menjadi rigid
pavement untuk meningkatkan daya tahan jalan. [MFH/Adpim]










3.jpg)