Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu
Polres Tanggamus jadi Rujukan Lintas Polda

By redaksi 07 Agu 2026, 14:03:50 WIB Saburai
Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu


TANGGAMUS, MFH,-- Keberhasilan program ketahanan pangan budidaya bawang putih yang dikembangkan Polres Tanggamus bersama Dinas Pertanian dan Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Kecamatan Ulubelu menarik perhatian jajaran Polda Sumatera Selatan. Empat Polres, yakni Polres Muara Enim, Polres Pagar Alam, Polres Lahat, dan Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, melakukan studi banding ke Kabupaten Tanggamus, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan diawali di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus, Kecamatan Kota Agung Timur, sebelum rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani KUPS Margo Rukun di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, untuk melihat langsung proses budidaya bawang putih yang telah dikembangkan.

Baca Lainnya :

Di lokasi budidaya, Ketua Kelompok Tani KUPS Margo Rukun, Wastoyo, menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan studi banding. Ia mengaku siap berbagi pengalaman mengenai teknik budidaya bawang putih yang diperolehnya setelah mengikuti pembelajaran di Lombok atas dukungan Kapolda Lampung bersama jajaran Polres Tanggamus.

Selain memperkuat sektor pertanian, kegiatan studi banding tersebut juga diharapkan mempererat kerja sama antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, baik dalam pengembangan komoditas hortikultura, pertukaran teknologi budidaya, maupun penguatan ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Polres Tanggamus yang terdiri dari Kasat Binmas Polres Tanggamus Iptu Achmad Julizar, Kapolsek Pulau Panggung Iptu Suamin, Kanit Tipidter Satreskrim, serta Kanit Ekonomi Satintelkam. Turut hadir jajaran Polres Pagar Alam, Polres Lahat, Polres Muara Enim, Polres OKU Selatan, Dinas Pertanian dari Tanggamus dan Pagar Alam, penyuluh pertanian, serta para petani.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., diwakili Kasat Binmas Iptu Achmad Julizar mengatakan kelompok tani binaan yang mengembangkan bawang putih tersebut beranggotakan tujuh orang, termasuk dua personel Polres Tanggamus Polda Lampung yang sebelumnya mengikuti pembelajaran budidaya di Sembalun, Lombok.

"Varietas bawang putih yang dikembangkan berasal dari Sembalun Nusa Tenggara Barat dan membutuhkan lahan dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut agar dapat tumbuh optimal," kata Iptu Ahmad Julizar.

Menurut Iptu Achmad Julizar, keberhasilan budidaya bawang putih di Tanggamus tidak lepas dari kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani. Karena itu, ia berharap seluruh peserta studi banding dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan secara langsung dari para petani.

"Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali seluruh aspek teknis budidaya melalui diskusi langsung bersama petani di lapangan, sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing," tegasnya

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus Rahmat Hidayat, S.P., menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan studi banding. Menurutnya, Kabupaten Tanggamus bersama Lampung Barat merupakan wilayah pionir pengembangan budidaya bawang putih di Provinsi Lampung.

"Seluruh peserta dapat menggali secara langsung berbagai teknik budidaya, mulai dari penanaman hingga tantangan yang dihadapi petani di lapangan bersama Kelompok Tani KUPS Margo Rukun," kata Rahmat Hidayat.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Pagar Alam Iptu Eka Harliansyah mengatakan kunjungan tersebut merupakan arahan pimpinan sebagai upaya mempelajari keberhasilan budidaya bawang putih di Kabupaten Tanggamus.

"Polres Tanggamus menjadi referensi pembelajaran bagi kami. Selain mempelajari teknik budidaya, kami juga membawa sampel tanaman yang nantinya akan diimplementasikan di wilayah Sumatera Selatan," katanya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Dra. Suterimawati, MM, mengatakan studi banding tersebut bertujuan mempelajari pola budidaya bawang putih yang telah berhasil diterapkan di Tanggamus sebagai bahan evaluasi terhadap upaya penanaman yang sebelumnya belum optimal di wilayah Sumatera Selatan.

"Kami menilai Polres Tanggamus berhasil membangun sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Sehingga keberhasilan itu menjadikan Polres Tanggamus sebagai salah satu rujukan kami dalam pengembangan budidaya bawang putih di wilayah dataran tinggi," tegasnya. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment