- Wagub Jihan Kukuhkan Pengurus Mabigus dan Pembina Gudep UIN Raden Intan
- Pemprov Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus
- Empat Polres Sumsel Pelajari Budidaya Bawang Putih di Ulubelu
- Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Disosialisasikan di SMKN Gadingrejo
- Wabup Pringsewu Lepas Kontingen Jambore Nasional XII
- Sekda Rustam Effendi Lantik 43 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Polres Lampung Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla
- Sekda Metro Audiensi Bersama KONI, Bahas Persiapan Porprov Lampung 2026
- LPAI Metro Audiensi dengan Sekda, Siapkan Seminar Parenting Nasional
- Staf Ahli Menteri Pertanian Kunjungi Kota Metro
Polres Lampung Timur Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla
Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

SUKADANA, MFH,-- Polres Lampung Timur menggelar
Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan
(Karhutla) di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Lampung Timur, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud kesiapan lintas instansi dalam menghadapi potensi
kebakaran hutan dan lahan yang meningkat seiring memasuki musim kemarau.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung
Timur, AKBP Yuliansyah, serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung
Timur Rustam Effendi, Kepala BPBD Lampung Timur M. Ridwan, jajaran Pejabat
Utama (PJU) Polres Lampung Timur, perwakilan TNI, Brimob, dan berbagai pemangku
kepentingan terkait.
Dalam amanatnya, AKBP Yuliansyah menegaskan
bahwa apel tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata
kesiapan seluruh personel dan instansi terkait dalam merespons setiap potensi
kebakaran secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Baca Lainnya :
- Bupati Ela Siti Nuryamah Buka Program Lampung Timur Berhaji0
- Sekda Rustam Effendi Lantik 24 Kepala UPTD Puskesmas dan 14 Pejabat Fungsional0
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Pembangunan Embung Irigasi di Desa Sidodadi0
- Pemkab Lampung Timur Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI0
- PMI Lampung Timur Hadiri Rakernis UDD Regional I di Padang0
"Apel ini bukan hanya sekadar seremonial,
tetapi memastikan kita sudah siap apabila ada titik panas ataupun titik api di
wilayah Kabupaten Lampung Timur. Ketika ada laporan dari aplikasi SIPONGI
maupun laporan masyarakat, seluruh personel sudah tahu harus berbuat apa,
menghubungi siapa, dan melapor kepada siapa," tegasnya.
Kapolres menjelaskan, kesiapan tersebut
merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada
masyarakat dari ancaman bencana karhutla. Memasuki musim kemarau, kondisi
vegetasi yang mulai mengering menjadi indikator meningkatnya risiko kebakaran
sehingga seluruh unsur harus meningkatkan kewaspadaan.
Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi karhutla
merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polri,
mulai dari Mabes Polri, Polda, hingga Polres dan Polsek di wilayah yang
memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.
AKBP Yuliansyah juga mengingatkan bahwa kebakaran
dapat dipicu oleh faktor alam maupun kelalaian manusia. Oleh karena itu, selain
meningkatkan kemampuan penanganan saat terjadi kebakaran, langkah pencegahan
harus menjadi prioritas utama.
Ia meminta seluruh Kapolsek, Bhabinkamtibmas,
Babinsa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengedukasi masyarakat
agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena selain berisiko memicu
kebakaran besar, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum.
"Jangan lagi membuka lahan dengan cara
membakar. Ada ancaman pidananya. Jangan sampai terjadi kebakaran besar yang
menimbulkan kerugian, baik terhadap lingkungan, masyarakat, maupun akibat kabut
asap yang dapat meluas hingga ke daerah lain," ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres berharap sinergi antara
pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat dapat
terus diperkuat dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di
Kabupaten Lampung Timur.
Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla
tidak hanya diukur dari cepatnya proses pemadaman, tetapi juga dari kemampuan
seluruh pihak dalam mencegah munculnya titik api sejak dini melalui edukasi,
patroli, dan deteksi dini.
"Yang pertama kita
harus siap melakukan pemadaman, dan yang kedua yang lebih penting adalah
melakukan pencegahan. Jika dua hal itu bisa kita lakukan dengan baik, maka
kehadiran kita benar-benar memberikan manfaat dan rasa aman bagi
masyarakat," pungkas AKBP Yuliansyah. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)