- Polsek Pulau Panggung Tangkap Pencuri Kopi di Jemuran Ulu Belu
- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi
Lampung dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku industri
guna menjaga keberlanjutan ekosistem ubi kayu di Bumi Ruwa Jurai.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur
saat menghadiri acara Silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional
yang berlangsung di Hotel Santika, Rabu (11/3/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur
menyampaikan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi
Lampung fokus melakukan akselerasi dan sinkronisasi langkah seluruh pemangku
kepentingan. Langkah ini diambil untuk menata kembali tata kelola industri
tapioka agar lebih berkeadilan.
Baca Lainnya :
- Peringati Nuzulul Quran, Kapolda: Jadikan Al-Quran Pedoman Transformasi Polri yang Profesional0
- Wagub Jihan Apresiasi BSI, Program Lampung Berhaji Perkuat Literasi Keuangan Syariah0
- Korpri Provinsi Lampung Gelar Ramadan Berbagi, Salurkan Bantuan Sembako Bagi ASN Golongan I dan II0
- Pemprov Lampung Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran0
- Pemprov Lampung Targetkan Peningkatan Peringkat Nasional LPPD Tahun 20250
"Selama satu tahun ini kami
terus belajar dan bekerja keras untuk menyatukan langkah dalam menjaga,
mendesain, serta menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung,"
ujar Gubernur.
Gubernur memaparkan bahwa Lampung
memiliki peran krusial dalam kedaulatan pangan dan industri nasional, di mana
sekitar 70 persen industri tapioka nasional terpusat di Provinsi Lampung.
Potensi besar ini, menurutnya, harus dikelola dengan regulasi yang tepat.
"Lampung adalah daerah yang
sangat kaya. Namun kekayaan itu harus kita atur dengan baik agar benar-benar
menjadi kemakmuran bagi rakyat, sekaligus memberikan pertumbuhan yang sehat
bagi dunia usaha," tegasnya.
Sebagai bentuk nyata keberpihakan
kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan penataan
kebijakan melalui penetapan harga singkong yang diatur dalam Peraturan Gubernur
(Pergub). Langkah ini bertujuan menciptakan keseimbangan (equilibrium) antara
kesejahteraan petani dan keberlangsungan operasional industri.
Gubernur mengapresiasi para pelaku
industri tapioka yang telah kooperatif mendukung kebijakan tersebut. Ia
meyakini bahwa kunci kebangkitan sektor pertanian adalah keselarasan tiga pilar
utama yaitu Dunia Usaha (Industri), Masyarakat (Petani) dan Pemerintah
(Regulator).
Selain aspek harga, Pemprov Lampung
juga memacu produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center. Pusat riset ini
diproyeksikan menjadi hub pengembangan bibit unggul dan metode budidaya modern
dengan melibatkan akademisi dan praktisi industri.
"Kita jaga bersama ekosistem
ubi kayu Lampung ini. Singkong dan tapioka adalah kebanggaan kita. Jika petani
semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung akan semakin
kuat dan melompat lebih tinggi," pungkasnya. [MFH/Dinas Kominfotik
Provinsi Lampung]











3.jpg)