- Satres Narkoba Polres Tanggamus Tangkap Diduga Pengedar Sabu di Bandar Negeri Semuong
- DPRD Setujui Tiga Ranperda, Banggar dan Pansus Sampaikan Hasil Pembahasan
- Wagub Jihan Temui Massa Aksi Mahasiswa, Pemprov Kawal Aspirasi ke Pemerintah Pusat
- Pemprov Perkuat Langkah Antisipasi Dampak El Nino terhadap Inflasi dan Ketahanan Pangan
- Pemprov Lampung Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
- Gubernur Dorong ASN Optimalkan Lampung In untuk Percepat Layanan Publik Digital
- Rumah Sakit Hewan Segera Beroperasi di Provinsi Lampung
- Gubernur Apresiasi Panji Sewu Gelar Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah
Bupati Egi Ingatkan Kades, Pentingnya Sinergi Bersama BPD

LAMPUNG SELATAN, MFH,-- Bupati Lampung
Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya sinergi antara kepala desa
dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam merancang program pembangunan desa.
Menurutnya, setiap kebijakan harus lahir
dari musyawarah bersama, bukan hanya keputusan sepihak kepala desa.
Pesan tegas itu ia sampaikan saat membuka
Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas aparatur BPD Tahun Anggaran
2025 hari kedua, di Aula Hotel Negeri Baru Resort, Kecamatan Kalianda, Kamis
(2/10/2025).
Baca Lainnya :
- Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur BPD0
- Dinsos Lamsel Nonaktifkan 2.100 KPM Penerima Bansos PKH 0
- Program Prioritas Bupati Lampung Selatan, Mampukah Desa Ciptakan Lapangan Kerja di Agro Eduwisata 0
- Musdes RKPDes Desa Maja Tahun Anggaran 2026 Digelar, BLT DD Tahap III Disalurkan0
- Ratusan Burung Liar Diamankan Tim Gabungan KSKP dan BKSDA Lampung0
“Program desa tidak boleh hanya
berdasarkan keinginan kepala desa semata, melainkan harus duduk bersama BPD
agar bisa menemukan titik temu dan menyelesaikan persoalan secara
komprehensif,” ujar Egi dihadapan peserta Bimtek.
Acara tersebut dihadiri Plt Inspektur
Kabupaten Anton Carmana, Kepala Dinas PMD Erdiyansyah, Kabag Tapem
Setiawansyah, para camat, serta ratusan peserta Bimtek.
Pada tahun 2025, Pemkab Lampung Selatan
mengarahkan penggunaan dana desa, khususnya di sektor agraris, untuk memperkuat
ekonomi lokal melalui program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan
masyarakat.
Selain menekankan kolaborasi, Bupati Egi
juga mengingatkan aparatur desa dan BPD agar menjauhi praktik pungutan liar
(pungli).
“Saya paling alergi dengan yang namanya
pungli. Saya tekankan, pejabat di era pemerintahan saya menjabat untuk
melayani, bukan untuk dilayani,” tegasnya.
Bupati berharap keberadaan BPD di setiap
desa benar-benar memahami peran sebagai pengawas sekaligus penguat tata kelola
desa. Dengan demikian, arah pembangunan bisa berjalan sesuai aturan dan memberi
dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Bapak ibu dipilih bukan secara langsung,
tetapi melalui musyawarah mufakat. Oleh karena itu, pahami betul fungsi BPD
agar bisa mengawal program desa berjalan sesuai aturan dan bermanfaat bagi
masyarakat.” pesan Egi. [MFH / Gil]











3.jpg)