Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus 2026, Angkat Potensi Kopi dan UMKM Lokal

By redaksi 31 Okt 2026, 18:57:34 WIB Saburai
Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus 2026, Angkat Potensi Kopi dan UMKM Lokal

TANGGAMUS, MFH,-- Menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbenam di tepi pantai, tentu menjadi pengalaman yang menarik. Inilah yang ditawarkan dalam kegiatan Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus Tahun 2026 yang digelar di kawasan Wisata Pantai Muara Indah, Kota Agung, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang menggabungkan potensi kopi lokal, ekonomi kreatif, dan keindahan wisata alam ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk unggulan Kabupaten Tanggamus sekaligus membuka ruang promosi bagi para pelaku UMKM kopi.

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Arpin, yang membacakan sambutan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Andi Dermawan, Ketua Forum Ekonomi Kreatif Tanggamus Azwansyah, Camat Kota Agung Adi Putra, Lurah Baros, narasumber Rahim AG, serta para pelaku UMKM kopi.

Baca Lainnya :

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap, mulai dari pegunungan hingga kawasan pesisir laut. Potensi tersebut perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, termasuk melalui sektor kopi dan UMKM.

Bupati mengungkapkan, luas perkebunan di Kabupaten Tanggamus mencapai sekitar 82.000 hektare. Dari jumlah tersebut, perkebunan kopi robusta mencapai 41.611 hektare dengan produksi sekitar 33.855 ton per tahun.

Lima kecamatan menjadi sentra utama penghasil kopi robusta, yakni Ulu Belu, Air Naningan, Sumberejo, Talang Padang, dan Pulau Panggung.

Menurutnya, potensi perkebunan kopi tersebut harus diikuti dengan pengembangan produk olahan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Mengingat potensi perkebunan kita yang luar biasa, sungguh tepat apabila UMKM yang produknya merupakan hasil olahan kopi dapat kita kembangkan dan majukan," demikian disampaikan Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menyebutkan bahwa Kabupaten Tanggamus memiliki sekitar 27.000 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan UMKM sebagai salah satu sektor unggulan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu, kemitraan antara petani kopi Tanggamus dengan sejumlah perusahaan nasional dan internasional juga telah terjalin, di antaranya PT Nestle Indonesia, PT Louis Dreyfus Commodities, PT Asia Makmur, PT Mayora, dan Need Coffee.

Bupati berharap kegiatan Pesona Ngupi Senja tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang diskusi serta promosi bagi produk-produk UMKM lokal.

"Mari kita berdiskusi untuk mencari cara agar pelaku UMKM bisa terus tumbuh dan bergerak, serta dicarikan ruang yang lebih luas untuk mempromosikan produk yang dibuat dan diproduksi," pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus, Marhasan Samba, menjelaskan bahwa konsep Pesona Ngupi Senja tidak semata-mata berorientasi pada penjualan produk kopi.

Menurutnya, kegiatan ini lebih mengedepankan pengalaman menikmati kopi lokal sambil menyaksikan keindahan matahari terbenam di kawasan Pantai Muara Indah.

Ia menjelaskan, konsep yang diusung menggabungkan cerita, cita rasa kopi, dan panorama alam Tanggamus sebagai daya tarik wisata.

"Konsep ini sebenarnya tidak hanya menjual kopi, tetapi lebih banyak mengangkat pengalaman. Bagaimana kita menikmati sunset di kaki Gunung Tanggamus, dengan keindahan alam dan aroma kopi yang berasal dari produk lokal kita," ungkap Marhasan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pariwisata berharap potensi kopi dan keindahan alam Tanggamus dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang memiliki daya tarik tersendiri.

Pesona Ngupi Senja Gunung Tanggamus Tahun 2026 pun secara resmi dibuka melalui sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bupati Arpin.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mempertemukan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM, sehingga kopi robusta Tanggamus tidak hanya dikenal sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik wisata. [MFH/Din/rils]




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment