- Menapaki 60 Tahun Trans-AD II Desa Hanura: Warisan Perjuangan yang Terus Hidup
- Raperda Perubahan APBD 2026 Disetujui, Bupati Dorong Percepatan Program dan Pelayanan Publik
- Sekda Buka Seminar Nasional Universitas Muhammadiyah Metro
- Bazar Jumat Djajan Metro Bahagia Dorong UMKM Sekaligus Tumbuhkan Literasi Anak Sejak Dini
- Bupati Hamartoni Hadiri Dzikir Akbar dan Pelantikan PC Fatayat, IPPNU, dan Pagar Nusa
- Bupati Dedi Irawan Dorong Program APBD 2026 Tak Berhenti di Atas Kertas
- Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan Bahas Evakuasi Medis Cepat untuk Warga
- DPRD Tanggamus Setujui APBD Perubahan 2026
- Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Lampung
- Pemprov Lampung-KPPU Perkuat Sinergi Ciptakan Iklim Usaha Sehat dan Kompetitif
Pesisir Barat Susun Strategi Besar Pembangunan Bandara dan Infrastruktur

PESISIR BARAT,
MFH,-- Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat membawa agenda pembangunan yang
mencakup berbagai sektor strategis dalam penyampaian usulan pembangunan
Kabupaten Pesisir Barat tahun 2026–2027 kepada pemerintah pusat melalui
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas).
Penyampaian
usulan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sumatera Lantai 7, Menara Bappenas,
Jalan H.R. Rasuna Said No. Kav. B2, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/09/2026).
Bupati Pesisir
Barat Dedi Irawan dalam kesempatan tersebut diwakili Sekretaris Daerah
Kabupaten Pesisir Barat Tedi Zadmiko, SKM., S.H., MM., CGRE, bersama jajaran
kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pesisir Barat.
Baca Lainnya :
- Komunitas Suzuki Katana Jimny (Skin) Jajaki Pembentukan Chapter Pesisir Barat0
- Tim Gabungan Berhasil Padamkan 5 Hektare Karhutla Ngaras 0
- Perkuat Integritas dan Profesionalisme Jurnalis, Sekda Tegaskan Dukungan Terhadap Insan Pers0
- Percepat Pelayanan Publik dan Perkuat PAD, Pemkab Pesisir Barat Integrasikan Data Pertanahan0
- Bupati Dedi Irawan Dorong Pesisir Barat Gali Sumber Pendapatan Baru0
Usulan
pembangunan yang disampaikan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah
memperkuat konektivitas, infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan, pengembangan
pariwisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kesiapsiagaan menghadapi
bencana.
Salah satu
usulan strategis berasal dari Dinas Perhubungan, yakni perpanjangan runway
Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Krui hingga 2.000 meter dengan kebutuhan
anggaran sekitar Rp150 miliar.
Pengembangan
tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penerbangan, memperluas
konektivitas, mempercepat akses wisatawan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi
daerah.
Konektivitas
udara dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan pariwisata dan
mobilitas masyarakat maupun pelaku usaha.
Melalui Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Pemkab Pesisir Barat menyampaikan sejumlah
usulan pembangunan, antara lain pengamanan pantai, perkuatan tebing sungai,
pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan jalan strategis,
serta jembatan dan pemenuhan peralatan pendukung.
Pengamanan
pantai menjadi salah satu kebutuhan utama dengan usulan penanganan di 35 pekon
yang tersebar pada 11 kecamatan. Kebutuhan anggaran yang diajukan untuk program
tersebut sekitar Rp386,879 miliar.
Program ini
diarahkan untuk melindungi permukiman, fasilitas umum, jalan, serta lahan
pertanian masyarakat dari ancaman abrasi.
Sementara
pembangunan jalan strategis diarahkan untuk membuka akses wilayah, memperlancar
mobilitas masyarakat dan mendukung distribusi hasil produksi daerah.
Di sektor
pariwisata, pemerintah daerah mengusulkan pengembangan kawasan wisata Labuhan
Jukung melalui sejumlah komponen pembangunan.
Kawasan yang
berada di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, dengan luas aset
sekitar 3,742 hektare tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan
keselamatan wisatawan, memperbaiki pelayanan kawasan, serta memperkuat
aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM.
Pengembangan
kawasan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi
wisata, tetapi juga menciptakan ruang yang lebih besar bagi tumbuhnya aktivitas
ekonomi masyarakat.
Pada sektor
kesehatan, Pemkab Pesisir Barat mengusulkan pembangunan sarana tiga puskesmas,
pemenuhan sarana dan alat kesehatan, serta pemerataan tenaga kesehatan.
Usulan
tersebut diarahkan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan dasar dan
meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di berbagai wilayah Pesisir
Barat.
Penguatan
ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari agenda pembangunan yang disampaikan
kepada pemerintah pusat.
Melalui Dinas
Koperasi, UKM dan Perdagangan, pemerintah daerah mengusulkan revitalisasi pasar
rakyat, pengembangan UMKM dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Revitalisasi
pasar diharapkan dapat memperbaiki fasilitas perdagangan masyarakat, sementara
pengembangan UMKM diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha.
Adapun
hilirisasi komoditas unggulan menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai
tambah produk daerah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh
masyarakat.
Sebagai
kabupaten dengan wilayah pesisir yang panjang dan kondisi geografis yang
beragam, kesiapsiagaan bencana juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Melalui Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), usulan diarahkan pada penguatan sistem
peringatan dini, koordinasi operasi kebencanaan, penyediaan petunjuk evakuasi,
serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Langkah
tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan daerah dalam memberikan
perlindungan dan respons terhadap potensi bencana.
Rangkaian
usulan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Pesisir Barat diarahkan secara
terintegrasi. Infrastruktur transportasi dan sumber daya air menjadi penopang
konektivitas dan kegiatan ekonomi, sementara pariwisata, pasar dan UMKM menjadi
ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pada saat yang
sama, pembangunan fasilitas kesehatan memperkuat pelayanan dasar, sedangkan
sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari
perlindungan masyarakat.
Melalui
penyampaian usulan kepada Bappenas, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berharap
terbangun sinergi yang semakin kuat dengan pemerintah pusat sehingga berbagai
kebutuhan pembangunan strategis daerah dapat memperoleh dukungan dan
dilaksanakan secara bertahap sesuai prioritas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bapperida, Kepala Dinas
Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan
Perdagangan, Direktur RSUD, serta jajaran kepala OPD Kabupaten Pesisir Barat. [MFH/
Diskominfotiksan Pesisir Barat]











3.jpg)