- Kukuhkan Tiga Forum Strategis, Gubernur Mirza Ajak Semua Elemen Jaga Harmoni Lampung
- Hendra Wijaya Mega Buka Bimtek OSS-RBA
- Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair
- Gubernur Mirza Dorong Peran Bidan Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks
- Bupati Saleh Asnawi Lantik 12 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Pemkab Pesisir Barat Perketat Pengawasan Pajak Hotel dan Restoran
- Kunjungan Ketua TP PKK Lampura Dorong Agrowisata BUMDes dan Peningkatan Ekonomis Petani
- Pemkab Lampung Utara Matangkan Pertanggungjawaban APBD 2026
- Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Parosil Dorong Inovasi Kopi Bernilai Ekonomi Tinggi
- Wali Kota Metro Dorong Tabungan Umroh Lewat Bank Sampah Pesantren
Pemprov Lampung Dorong Produktivitas Pertanian Melalui Bimtek Pupuk Hayati Cair

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan melalui program
optimalisasi penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) guna mendongkrak produktivitas
komoditas unggulan daerah sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional.
Langkah strategis ini diselaraskan dengan
peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui bimbingan
teknis yang masif bagi para pendamping dan penyuluh di lapangan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal,
menegaskan bahwa keberhasilan program sektor pertanian di tingkat tapak sangat
bergantung pada dedikasi dan kesamaan visi para penyuluh pertanian. Menurutnya,
sektor pertanian merupakan fondasi utama perekonomian Lampung yang menopang
hajat hidup sebagian besar masyarakat.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Dorong Peran Bidan Perkuat Deteksi Dini Kanker Serviks 0
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bersama Forkopimda0
- Di Balik Biru Selat Sunda: Luka Purba yang Menjadi Keindahan0
- Gubernur Lampung Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa0
- Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV0
"Program ini sangat penting, tapi yang
lebih penting lagi adalah bagaimana mentransfer nilai dari program Pupuk Hayati
Cair ini kepada rekan-rekan pendamping dan penyuluh. Program ini tidak akan
berjalan sukses tanpa ada dukungan penuh dari teman-teman di lapangan yang
bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat petani," ujar Gubernur
Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan arahan pada Bimbingan Teknis Kegiatan
PHC di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Lampung, Selasa (07/07/2026).
Gubernur memaparkan, struktur ekonomi Provinsi
Lampung didominasi oleh sektor primer pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang
menyumbang sekitar 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari luas
lahan produktif, terdapat tiga komoditas utama yang menjadi tulang punggung
hajat hidup sekitar 5 juta masyarakat Lampung, yakni ubi kayu (singkong), padi,
dan jagung.
"Ketika harga ketiga komoditas ini baik,
maka perekonomian Lampung akan tumbuh luar biasa. Sebaliknya, jika petani rugi,
dampak psikologis dan ekonominya akan langsung dirasakan oleh setengah dari
total populasi Lampung. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo
Subianto, sistem ekonomi dikembalikan sesuai amanah Pasal 33 UUD 1945, di mana
pertumbuhan harus dimulai dari bawah yakni para petani kita agar mereka bisa
untung dan berdaya saing," tambah Gubernur.
Gubernur juga menjelaskan bahwa melalui
efisiensi input produksi seperti pemanfaatan PHC, struktur biaya usaha tani
dapat ditekan.
"Target kita ke depan adalah seluruh
petani teredukasi dalam pemakaian bahan organik cair secara mandiri. Mereka
bisa membuat sendiri, menggunakan sendiri, dan menikmati nilai tambah
keuntungannya secara langsung demi kemakmuran daerah," jelasnya.
Usai memberikan pengarahan, Gubernur Lampung
didampingi jajaran terkait melakukan peninjauan langsung terhadap praktik
pembuatan Pupuk Hayati Cair (PHC) bersama para peserta.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas
Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung,
Elvira Umihanni melaporkan terkait pelaksanaan dan urgensi kegiatan bimtek ini.
Dinas KPTPH terus berkomitmen mempercepat implementasi program-program inovasi
pertanian guna mengamankan target produksi daerah dan memperkuat kesejahteraan
petani di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan
Pertanian BPSDMP Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho, yang hadir dalam acara
tersebut memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Lampung
dalam bersinergi membangun ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan pentingnya
kolaborasi yang kuat antara penyuluh pertanian dengan instansi sektoral di
daerah.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih
atas ruang sinergi yang diberikan. Bicara terkait pangan, ini menjadi program
prioritas utama dari Presiden Prabowo Subianto. Ada empat fokus utama nasional
yang saat ini kita kejar bersama, yaitu swasembada pangan khususnya beras,
penyediaan pangan bergizi untuk mendukung program nasional, pemenuhan kebutuhan
energi terbarukan berbasis komoditas pertanian, serta pengelolaan air,"
ungkap Eko Nugroho.
Eko menambahkan, Kementerian Pertanian terus
meluncurkan berbagai terobosan kebijakan operasional guna mendukung semangat
para petani di daerah. Beberapa langkah strategis tersebut di antaranya adalah
penurunan harga pupuk hingga 20 persen, pemangkasan 145 regulasi pupuk yang
rumit untuk mempermudah akses subsidi bagi petani, serta penetapan Harga
Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 yang
dikawal bersama Perum Bulog melalui optimalisasi tim jemput tangan di lapangan.
Kegiatan bimbingan teknis ini dihadiri oleh
ratusan penyuluh pertanian dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi
Lampung, baik yang mengikuti secara luring di Aula Bapelkes maupun secara
daring melalui platform telekonferensi.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan para
agen perubahan yang siap mendampingi petani Lampung menuju kemandirian
pertanian berbasis organik yang berkelanjutan. [MFH/Dinas Kominfo dan Statistik
Provinsi Lampung]











3.jpg)