- Bupati Tanggamus Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Turki
- Kapolres Tanggamus Turun Langsung Cek Penanganan Siswa Diduga Keracunan Makanan
- Pemprov Lampung Evaluasi Capaian Retribusi Daerah Semester I 2026
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Lintas Sektor
- Polsek Wonosobo Tindak Lanjuti Video Dugaan Premanisme dan Pelemparan Kaca Mobil di Jalur Suoh
- Polsek Talang Padang Identifikasi dan Koordinasi Terkait Delapan Siswa Diduga Keracunan Makanan
- Pemkab Pesisir Barat Siap Hadapi Penilaian Ombudsman
- Sambut Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Pesisir Barat Dukung Pemberitaan Ramah Anak
- Bupati Parosil Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
- Bupati Parosil Ajak Seluruh OPD Perkuat Koordinasi Demi Percepatan Pembangunan
Pemkot Metro Dorong Terwujudnya Hunian Layak Melalui Program BSPS 2026

METRO, MFH,-- Pemerintah Kota Metro melalui
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) terus berkomitmen
meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026.
Program yang diinisiasi Kementerian Perumahan
dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia tersebut merupakan upaya pemerintah
dalam mendorong masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan rumah layak huni.
BSPS tidak hanya memberikan bantuan stimulan,
tetapi juga menumbuhkan keswadayaan masyarakat dalam merencanakan, membangun,
dan memperbaiki rumah sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Baca Lainnya :
- Wali Kota Metro Terima Audiensi Kakanwil Kementerian HAM Lampung0
- Wali Kota Metro Hadiri Peresmian Gedung Dhammasekha Vidya Dipa0
- Sekda Ahmad Hariyanto Dorong Penguatan Statistik Sektoral yang Berkualitas0
- Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah0
- 2.300 Pelajar SD dan SMP Kota Metro Meriahkan Karnaval Sehat Hari Anak Nasional ke-420
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Kota Metro, Ismet, S.E., mengatakan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hunian agar
memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kecukupan ruang, dan kelayakan
huni.
“Melalui Program BSPS, masyarakat diharapkan
mampu lebih mandiri dan aktif dalam memenuhi kebutuhan rumah layak huni,
sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga memiliki
tanggung jawab dan keberlanjutan dalam menjaga kualitas tempat tinggalnya,”
ujarnya.
Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Perumahan
dan Kawasan Permukiman RI mengalokasikan kuota Calon Penerima Bantuan (CPB)
Program BSPS untuk Kota Metro sebanyak 400 unit rumah.
Disperkim Kota Metro berperan menerima usulan
calon penerima bantuan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan
kelurahan dalam penyampaian usulan untuk memenuhi kuota tersebut. Sementara
itu, proses verifikasi administrasi maupun verifikasi lapangan dilakukan oleh
Tim Fasilitator Lapangan (TFL) BSPS sesuai ketentuan program.
Berdasarkan hasil verifikasi oleh TFL BSPS,
saat ini terdapat 160 calon penerima bantuan yang dinyatakan memenuhi
persyaratan dan tersebar di lima kecamatan di Kota Metro. Rinciannya, Kecamatan
Metro Utara sebanyak 62 unit, Metro Pusat 39 unit, Metro Timur 35 unit, Metro
Selatan 16 unit, dan Metro Barat 8 unit.
Dalam rangka memenuhi kuota sebanyak 400 unit,
Disperkim Kota Metro juga terus berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk
mengusulkan tambahan calon penerima bantuan. Usulan yang telah diterima
selanjutnya disampaikan ke Kementerian PKP RI melalui Sistem Informasi Bantuan
Perumahan (SIBARU) untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Program BSPS memberikan bantuan sebesar Rp20
juta per unit rumah. Bantuan tersebut bersifat stimulan, sehingga
pelaksanaannya juga memerlukan adanya swadaya atau partisipasi masyarakat
sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan atau peningkatan kualitas rumah.
“Melalui program BSPS diharapkan menjadi salah
satu instrumen dalam mewujudkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi
masyarakat Kota Metro, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan
keswadayaan masyarakat dalam pembangunan perumahan yang berkelanjutan,” pungkas
Ismet. [MFH/Diskominfo Kota Metro]











3.jpg)