- Gubernur Mirza Dorong Perubahan APBD 2026 Tepat Sasaran dan Beri Manfaat Nyata
- GAK Masih Siaga, Pemprov Lampung Pastikan Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Besok
- Benahi Tata Niaga Beras, Gubernur Mirza Dorong KDMP Terintegrasi dengan Perpadi dan Perbankan
- DWP Tanggamus Gelar Pelatihan Jarimatika, Dorong Guru TK Tingkatkan Kreativitas Pembelajaran Anak
- Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah
- Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau
- Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H DKM Al-Muttaqin
- Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Tahap VII, Perkuat Akses Pertanian Sampai ke Desa
- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah Tekankan Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir
- Wabup Azwar Hadi Hadiri Grand Opening Apotek Tani Makmur Desa Sidodadi Sekampung
Kapolres Tekankan Pendataan Logistik dan Kesiapsiagaan Personel Hadapi Bencana


TANGGAMUS, MFH,-- Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad
Sujatmiko, S.I.K., M.H., memberikan arahan kepada para pejabat utama, kapolsek
jajaran, dan personel terkait pentingnya pendataan logistik, pemeliharaan
inventaris, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai tugas
kepolisian maupun potensi bencana alam.
Dalam arahan yang digelar dalam rangkaian Ngopi
Bareng Kamtibmas (Ngobarmas) di koridor utama, Selasa 21 Juli 2026. Kapolres
menegaskan seluruh satuan fungsi diminta melakukan pendataan secara detail
terhadap seluruh aset dan perlengkapan yang dimiliki Polres maupun Polsek jajaran.
Pendataan tersebut meliputi jumlah barang, kondisi barang, hingga kelayakan
operasionalnya.
Baca Lainnya :
- Kapolsek Pulau Panggung Gelar Ngobarmas di Ulu Belu0
- Bupati Tanggamus Hadiri Lampung Post Executive Forum III0
- Wakil Bupati Tanggamus Dorong Nelayan Manfaatkan KUR dan BPJS Ketenagakerjaan0
- Polsek Kota Agung Identifikasi Kebakaran di Kelurahan Kuripan0
- Pemkab Tanggamus Gelar Rakor Pengendalian Inflasi 0
"Yang paling utama adalah jumlah barangnya
harus benar-benar sesuai data. Setelah itu kondisinya juga harus dipastikan,
apakah masih layak operasional, rusak ringan, atau rusak berat. Semua harus
dipahami dan dilaporkan apa adanya," kata AKBP Rahmad Sujatmiko.
Ia mengingatkan agar tidak ada personel yang
menutupi kondisi sebenarnya terhadap inventaris yang dimiliki. Menurutnya,
kejujuran dalam pendataan akan memudahkan proses perawatan maupun pengadaan
sehingga tidak menjadi temuan pada saat pemeriksaan.
"Fasilitas pendukung yang dimiliki Polres,
hingga berbagai perlengkapan penunjang lainnya. Seluruh data tersebut diminta
selalu diperbarui sehingga sewaktu-waktu dapat dipertanggungjawabkan,"
ujarnya.
Selain inventaris, AKBP Rahmad Sujatmiko juga
memberikan perhatian terhadap kesiapsiagaan Kompi Siaga Bencana. Ia meminta
seluruh personel tidak hanya mengetahui keberadaan peralatan, tetapi juga mampu
mengoperasikan seluruh perlengkapan yang tersedia.
Menurutnya, setiap anggota harus memahami cara
menggunakan perahu karet, alat pemadam api ringan (APAR), gergaji mesin
(chainsaw), pompa air, hingga perlengkapan penyelamatan lainnya melalui latihan
secara berkala.
"Jangan hanya berbaris saat apel siaga.
Personel harus memegang alatnya, mencoba mengoperasikan, mengetahui cara
menghidupkan, menggunakan, hingga menyimpannya kembali. Ketika terjadi bencana,
seluruh anggota sudah siap bergerak tanpa harus belajar dari awal,"
ucapnya.
Kapolres menegaskan, kesiapsiagaan tersebut
sangat penting mengingat Kabupaten Tanggamus merupakan daerah yang memiliki
tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah
longsor, pohon tumbang hingga bencana pesisir.
"Agar pembagian personel disusun secara
jelas, mulai dari kompi utama, kompi cadangan hingga personel siaga di Markas
Komando (Mako). Dengan demikian, apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan
situasi kamtibmas maupun bencana, personel cadangan dapat segera diterjunkan
untuk memperkuat pengamanan maupun operasi kemanusiaan," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres turut memberikan
penekanan terhadap pengelolaan senjata api inventaris dinas. Ia mengingatkan
agar prosedur penyimpanan senjata dan magazen dilakukan sesuai ketentuan serta
selalu diperiksa saat pergantian petugas jaga.
Penyerahan senjata inventaris kepada personel
jaga, lanjutnya, harus melalui tanggung jawab langsung Kasat Samapta di tingkat
Polres maupun Kapolsek di tingkat Polsek, sehingga pengawasan terhadap
penggunaan senjata tetap berjalan sesuai prosedur.
"Seluruh jajaran agar
meningkatkan disiplin administrasi, pemeliharaan sarana prasarana, serta
profesionalisme personel. Kesiapan logistik dan sumber daya manusia merupakan
faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang optimal serta
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tandasnya. [MFH/Din/rils]











3.jpg)