- DWP Tanggamus Gelar Pelatihan Jarimatika, Dorong Guru TK Tingkatkan Kreativitas Pembelajaran Anak
- Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 ke Jawa Tengah
- Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau
- Wabup Pesawaran Hadiri Peringatan Maulid Nabi 1448 H DKM Al-Muttaqin
- Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Tahap VII, Perkuat Akses Pertanian Sampai ke Desa
- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah Tekankan Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir
- Wabup Azwar Hadi Hadiri Grand Opening Apotek Tani Makmur Desa Sidodadi Sekampung
- Pemkot Metro Perkuat Pemahaman DTSN dan Desil untuk Tepat Sasaran Penyaluran Bansos
- Gaji PPPK Paruh Waktu Lambar Naik Oktober 2026, Terendah Rp750 Ribu
- Bupati Serahkan Bantuan Rumah Swadaya, 617 Masyarakat Pesisir Barat Terima Manfaat
Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung, Rahmat
Mirzani Djausal mengajak masyarakat di seluruh Provinsi Lampung menggelar
shalat istisqa sebagai ikhtiar bersama menghadapi kemarau panjang dan dampak
erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat
mengikuti Doa Bersama dan Shalat Istisqa Pemerintah Provinsi Lampung di
Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026). Gubernur berharap
doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi ikhtiar batin agar hujan
segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- 12 Raperda Inisiatif DPRD Lampung Menyasar Sektor Strategis0
- GAK Masih Siaga, Pemprov Perkuat Mitigasi dari Laut hingga Layanan Kesehatan0
- Pemprov Lampung Ajukan Dua Raperda, Tarif RS dan Penguatan Inovasi0
- Keselamatan Anak Didik jadi Prioritas, PJJ di Provinsi Lampung Berlanjut hingga 10 September0
- DPRD dan Pemprov Lampung Sepakati Penarikan Raperda Perubahan Bentuk Hukum BPD0
"Shalat istisqa ini kita ingin menjadi
amalan semua masyarakat di Lampung. Kalau kita melakukan secara bersama-sama,
insya Allah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, tujuannya
sama," ucap Gubernur Mirza seusai shalat istisqa.
Karena itu, Gubernur Mirza mendorong
pelaksanaan shalat istisqa tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan,
tetapi juga di masjid, musala, dan pondok pesantren di seluruh Lampung.
Gubernur Mirza mengatakan, semakin banyak
masyarakat yang berdoa dan bermunajat secara bersama-sama, diharapkan semakin
besar pula harapan agar doa tersebut dikabulkan Allah SWT.
"Semakin banyak yang berdoa, insya Allah
ada satu doa yang dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujarnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyebut
masyarakat Lampung saat ini sedang menghadapi dua kondisi, yakni kemarau
panjang dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut mulai
berdampak pada ketersediaan air, pertanian, kesehatan, hingga aktivitas
masyarakat sehari-hari.
"Sumber-sumber air mulai mengering,
lahan-lahan pertanian kekurangan pasokan air, debu serta panas ekstrem mulai
mengganggu kesehatan aktivitas sehari-hari," ucap Gubernur.
Menurut Gubernur, pemerintah bersama berbagai
pihak tetap melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi persoalan tersebut.
Upaya itu mencakup penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, kekeringan
dan kebakaran, sekaligus penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat
untuk menjaga kesehatan.
Namun, Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa
berbagai upaya pemerintah dan masyarakat memiliki keterbatasan. Karena itu,
ikhtiar lahiriah perlu diiringi dengan doa dan introspeksi diri.
Ia mengajak masyarakat menjadikan shalat
istisqa sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun,
memperbaiki amal, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
"Shalat istisqa yang kita laksanakan hari
ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi
kita untuk menundukkan hati, kita perbanyak istighfar dan kita mohon ampun atas
segala kekhilafan," ujarnya.
Pelaksanaan shalat istisqa di Lapangan Korpri
dipimpin Ustaz Haji Arimbi Kusairi, S.Ag., M.Pd. sebagai imam. Sementara itu,
khotbah disampaikan Doktor Kiai Haji Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., dan doa
dipimpin Ustaz Kiai Haji Arif Suleh, Lc., M.A.
Selain jajaran Pemerintah Provinsi Lampung,
kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulansari
Mirza, Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan, Kapolda Lampung Irjen Helvi
Asegaf, Kepala BIN Daerah Lampung Suryono, serta unsur TNI, kejaksaan,
Kementerian Agama, Baznas, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Terkait kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau,
Gubernur Mirza mengatakan laporan terakhir menunjukkan kondisi mulai membaik,
angin tidak lagi terlalu kuat dan sebaran debu vulkanik dari erupsi juga mulai
berkurang.
"Erupsi terakhir dilaporkan kemarin. Angin
dilaporkan juga tidak terlalu kuat lagi, dan debu juga sudah tidak terlalu
banyak lagi, debu dari erupsi Krakatau," ucap Gubernur.
Pemerintah Provinsi Lampung juga melakukan
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Kamis untuk membantu meningkatkan peluang
terjadinya hujan. Gubernur berharap pelaksanaan OMC dapat membantu kondisi
cuaca dan lingkungan udara, khususnya di wilayah Bandar Lampung.
"OMC. Hari ini OMC. Mudah-mudahan hari ini
ada di Bandar Lampung OMC-nya," ujarnya.
Di sisi lain, kegiatan belajar mengajar di
sekolah akan kembali normal mulai Jumat (11/9/2026). Gubernur mengatakan,
kebijakan tersebut mengikuti keputusan terakhir Pemprov Lampung yang
memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari akibat
kondisi yang sebelumnya terjadi.
"Jumat masuk langsung shalat istisqa di
sekolah masing-masing," kata Gubernur.
Pemprov Lampung berharap
rangkaian ikhtiar melalui mitigasi, OMC, doa bersama, dan shalat istisqa dapat
membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan dan dampak erupsi GAK. Turunnya
hujan diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan, memperbaiki ketersediaan
air, membantu lahan pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan
aktivitas masyarakat Lampung. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










3.jpg)