- Polsek Kota Agung Identifikasi Kebakaran di Kelurahan Kuripan
- Pemkab Tanggamus Gelar Rakor Pengendalian Inflasi
- Wakapolres Tanggamus Sosialisasikan Aplikasi Andorid Siger Lampung Presisi
- Sekda Tedi Zadmiko Nobar Bersama Masyarakat Pesisir Barat
- Kominfo Lambar Paparkan Penguatan Layanan Digital dan Aplikasi Bakas
- Wakil Bupati Buka Bimtek Diseminasi Kebijakan Pendidikan 2026
- Wakil Bupati Serahkan Donasi untuk Pembangunan Kembali TPA Sunan Bonang
- Bupati Hamartoni Resmikan Masjid Al-Mursin Tuah
- Sekda Ahmad Hariyanto Dorong Penguatan Statistik Sektoral yang Berkualitas
- Triana Aprisia Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Optimalisasi Aset Daerah
Pemkab Tanggamus Gelar Rakor Pengendalian Inflasi
Bahas Stabilitas Harga Pangan hingga Dukungan Program 3 Juta Rumah

TANGGAMUS, MFH,-- Pemerintah Kabupaten
Tanggamus menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang
dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta
Rumah secara virtual di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Senin (20/7/2026).
Rakor dipimpin Wakil Bupati Tanggamus Agus
Suranto didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus
Hendra Wijaya Mega. Turut hadir Inspektur Kabupaten Tanggamus Suhendar Z,
Kepala Dinas Perikanan Darma Setiawan, Kadis Naker Dharma Saputra, perwakilan
Polres Tanggamus, Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri, Kepala Bagian
Perekonomian dan SDA Setdakab Tanggamus, serta sejumlah organisasi perangkat
daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab
Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengatakan, rakor membahas perkembangan inflasi
nasional dan Provinsi Lampung, kondisi harga pangan di Kabupaten Tanggamus,
neraca ketersediaan bahan pangan, serta evaluasi berbagai program pengendalian
inflasi yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.
Baca Lainnya :
- Wakapolres Tanggamus Sosialisasikan Aplikasi Andorid Siger Lampung Presisi0
- Polres Tanggamus Fasilitasi Akad Nikah Tahanan Kasus Narkoba0
- Kiluan Tanggamus Color Run 2026 Mulai Dimatangkan0
- Sekda Tanggamus Minta Kepala Pekon Perkuat Dukungan ILP0
- Polsek Talang Padang Identifikasi Kebakaran Bangunan BTS di Gisting0
"Rakor ini bertujuan memperkuat koordinasi
lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan
pangan, sekaligus mengevaluasi langkah-langkah pengendalian inflasi agar tetap
efektif," ujar Hendra Wijaya.
Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi
Kabupaten Tanggamus per 20 Juli 2026, secara nasional inflasi tahunan (year on
year/y-on-y) pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, sementara secara
bulanan (month to month/m-to-m) terjadi deflasi 0,44 persen. Komoditas
penyumbang inflasi nasional terbesar berasal dari emas perhiasan sebesar 0,61
persen, bensin 0,25 persen, ikan segar 0,23 persen, dan beras 0,16 persen.
Sementara itu, Provinsi Lampung mencatat
inflasi tahunan sebesar 2,46 persen dengan inflasi bulanan 0,55 persen. Kelompok
makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar sebesar 1,75
persen, disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,63 persen,
perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,26 persen, serta
transportasi sebesar 0,52 persen. Adapun kelompok pendidikan mengalami deflasi
sebesar 1,18 persen.
Untuk kabupaten/kota di Provinsi Lampung yang
menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi tertinggi terjadi di
Kabupaten Mesuji sebesar 3,25 persen, sedangkan terendah di Kota Bandar Lampung
sebesar 2,08 persen.
Laporan juga menunjukkan perkembangan harga
sejumlah komoditas strategis di Kabupaten Tanggamus melalui Sistem Informasi
Komoditas Pangan dan Pertanian (SIKOPP). Harga beras medium masih stabil di
angka Rp13.125 per kilogram, gula pasir Rp17.300 per kilogram, minyak goreng
kemasan Rp20.750 per liter, daging ayam Rp27.750 per kilogram, dan daging sapi
Rp130.000 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras mengalami
kenaikan dari Rp25.375 menjadi Rp26.000 per kilogram, sedangkan bawang merah
turun dari Rp38.000 menjadi Rp36.750 per kilogram. Harga cabai merah besar juga
turun menjadi Rp35.750 per kilogram, sementara cabai rawit tetap berada di
angka Rp41.750 per kilogram.
Dari sisi ketersediaan pangan, neraca pangan
Kabupaten Tanggamus menunjukkan kondisi surplus pada berbagai komoditas utama.
Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton dengan kebutuhan 5.297 ton, sehingga
masih terdapat surplus sekitar 101.379 ton.
Komoditas lainnya juga berada dalam kondisi
aman, di antaranya jagung surplus 8.762 ton, kedelai 29 ton, bawang merah 15
ton, bawang putih 35 ton, cabai rawit 17 ton, cabai besar 12 ton, daging sapi
atau kerbau 477 ton, daging ayam ras 4.079 ton, telur ayam ras 3.769 ton, gula
pasir 11.876 ton, serta minyak goreng 102 ton.
Dalam laporan tersebut juga dipaparkan
perkembangan Indikator Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator potensi
inflasi di daerah non-IHK. Pada minggu kedua Juli 2026, IPH Kabupaten Tanggamus
tercatat sebesar 0,06 persen, dipengaruhi perubahan harga gula pasir, tepung
terigu, dan bawang merah. Sementara rata-rata IPH Juni 2026 sebesar 0,40 persen
dengan komoditas utama penyebab fluktuasi berasal dari cabai merah, cabai
rawit, dan bawang merah.
Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus
telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, mulai dari penyusunan
roadmap TPID, High Level Meeting yang dipimpin Wakil Bupati, bazar pasar murah
menjelang Ramadan, operasi pasar LPG 3 kilogram bersubsidi, Gerakan Pangan
Murah (GPM) di sejumlah kecamatan, operasi pasar minyak goreng serentak,
capacity building TPID bersama Kejaksaan Negeri Kotaagung, hingga penyusunan
neraca pangan daerah.
"Berbagai program tersebut merupakan
bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan daerah,
serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika
ekonomi," kata Hendra.
Melalui rakor ini,
Pemerintah Kabupaten Tanggamus menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat
koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agar pengendalian inflasi
berjalan optimal, pasokan pangan tetap tersedia, dan stabilitas harga kebutuhan
pokok masyarakat dapat terus dipertahankan. [MFH/Din/rils]











3.jpg)