- Launching WARUNG RIMBUN, Pemkab Dorong Perencanaan Pembangunan Kolaboratif
- Jembatan Perintis Garuda di Desa Wates Mulai Dibangun
- Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda
- Pantau Pemilihan Kapekon Serentak, Bupati dan Wabup Pringsewu Tinjau TPS
- Pemkab Lampung Timur Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98
- Pemkab Lampung Barat Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke 98
- Wabup Serahkan Bantuan Rp25 Juta untuk Korban Kebakaran di Pekon Balak
- Wabup Tekankan Pengawasan BBM dan Pemberantasan Narkoba
- Pesisir Barat Bekali Relawan PMI dengan Keterampilan Kemanusiaan
- Bupati Ikuti Rakor Lintas Sektoral, Pengawasan BBM Subsidi jadi Perhatian
Lampung Raih Mandaya Award 2026, Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

JAKARTA, MFH,-- Pemerintah Provinsi Lampung
meraih Mandaya Award 2026 kategori Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan.
Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
(Kemenko PM) tersebut diterima langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani
Djausal di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Mandaya Award merupakan bentuk pengakuan
terhadap upaya berbagai pihak dalam memberdayakan masyarakat, mengurangi
kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan. Penghargaan ini diberikan kepada
pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pesantren, badan usaha, komunitas,
hingga individu yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penyerahan penghargaan dihadiri Menteri
Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak
Imin, serta sejumlah kepala daerah, pimpinan lembaga, akademisi, pelaku usaha,
dan penggerak pemberdayaan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Wagub Lampung Minta Bendahara Koperasi Merah Putih Transparan Kelola Keuangan 0
- Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Jaga Harga Pangan 0
- Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung0
- Bunda Literasi Lampung Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya melalui Pameran Kayu Ara0
- Pemprov Perkuat Pemberdayaan Masyarakat untuk Percepat Kemajuan Desa0
Penyelenggaraan Mandaya Award sejalan dengan
Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan
Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Melalui penghargaan
ini, pemerintah mendorong upaya penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya
berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penguatan kemampuan
masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Dalam sambutannya, Muhaimin mengatakan,
keberhasilan penanganan kemiskinan perlu dilihat dari perubahan yang
benar-benar dirasakan masyarakat. Capaian tersebut lahir dari keterlibatan
berbagai pihak yang bekerja langsung menjawab persoalan warga, mulai dari
pemerintah daerah hingga komunitas di tingkat akar rumput.
"Bukan yang paling besar lembaganya, juga
bukan yang paling mahal anggarannya, tetapi yang paling kita harapkan adalah
siapa yang dampaknya nyata dan dibuktikan," ujar Muhaimin.
Ia menggambarkan pemberdayaan sebagai upaya
mengubah masyarakat yang semula bergantung pada bantuan menjadi lebih mampu
mengembangkan potensi dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam pendekatan ini,
bantuan sosial tetap diperlukan untuk melindungi kelompok rentan, tetapi perlu
disertai langkah yang membuka jalan menuju kemandirian.
Pemerintah juga mendorong agar program
pengentasan kemiskinan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dukungan pemerintah
daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan lembaga
sosial dibutuhkan agar masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap
pendidikan, keterampilan, pembiayaan, dan kesempatan berusaha.
Di tingkat masyarakat, pemberdayaan dapat
diwujudkan melalui pengembangan usaha, pendampingan pelaku UMKM, peningkatan
keterampilan kerja, serta penguatan kegiatan ekonomi di desa. Pendekatan
tersebut diharapkan membantu keluarga memperbaiki penghidupan secara
berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek.
Pendidikan dan pengembangan kapasitas keluarga
juga menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai kemiskinan. Melalui program
Sekolah Rakyat, misalnya, pemerintah berupaya memberikan kesempatan belajar
yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pada saat yang sama,
keluarga didorong agar memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan yang lebih
produktif.
Upaya serupa dilakukan melalui penguatan
ekonomi masyarakat, termasuk perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha
kecil, pendampingan desa, serta keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok
program pemerintah. Dengan demikian, program sosial dan ekonomi dapat saling
mendukung dalam menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk
berkembang.
Muhaimin turut menyoroti pentingnya ketepatan
sasaran dalam pelaksanaan program pemerintah. Data sosial ekonomi yang terpadu
diperlukan agar bantuan dan program pemberdayaan dapat menjangkau warga yang
benar-benar membutuhkan. Koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat agar kebijakan
yang dijalankan saling melengkapi dan memberikan manfaat secara langsung.
Menurut Muhaimin, penanganan kemiskinan
membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah pusat dan daerah perlu
melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, pesantren, serta
berbagai kelompok masyarakat agar praktik pemberdayaan yang berhasil dapat
dikembangkan di wilayah lain.
Bagi Provinsi Lampung, penghargaan Mandaya
Award 2026 menjadi dorongan untuk terus memperkuat upaya penanggulangan
kemiskinan melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tantangannya tidak hanya mengurangi jumlah warga miskin, tetapi juga memperluas
kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, mengembangkan usaha,
meningkatkan keterampilan, dan mengakses layanan dasar.
Penguatan pemberdayaan di wilayah perdesaan
juga menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Potensi ekonomi lokal perlu
didukung dengan pendampingan, akses pasar, pengembangan usaha, dan keterlibatan
berbagai pihak agar masyarakat dapat memperoleh manfaat lebih besar dari
kegiatan ekonomi di lingkungannya.
Melalui kerja sama yang
berkelanjutan, upaya penanggulangan kemiskinan diharapkan mampu membuka peluang
yang lebih merata bagi masyarakat Lampung. Tujuannya bukan hanya membantu
keluarga melewati kesulitan ekonomi, tetapi juga membangun kemandirian agar
masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan berperan aktif dalam
pembangunan daerah. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]










