- Bupati Parosil Lepas 2000 Rider Peserta Adventure Trail Gas Lambar 1
- Lepas Kafilah MTQ Ke-53 Lampung, Wakil Bupati Pesisir Barat Harapkan Prestasi Terbaik
- Polsek Kota Agung Identifikasi Peristiwa Kematian Pedagang Somay
- Polsek Pulau Panggung Bantu Truk Alami Kendala di Tanjakan Leter S
- Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung
- Gubernur Mirza Perkuat Penanganan Karhutla TNWK
- Pemkab Lampung Timur dan Kemenag Perkuat Sinergi
- Bupati Buka Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya Lamtim
- Perkuat Sinergi, Kapolres Terima Audensi DPC SPRI Lampung Utara
- Bupati Parosil Serahkan Hibah Rp 70 Juta untuk Masjid Babussalam Mutar Alam
Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mengajak masyarakat menjadikan selawat sebagai momentum
memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menanamkan nilai-nilai
keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Persatuan dan karakter masyarakat yang
kuat dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan kemajuan Provinsi Lampung.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat
menghadiri kegiatan Bandar Lampung Berselawat bersama Habib Syech bin Abdul
Qadir Assegaf di Lapangan Saburai, Sabtu (24/10/2026).
Gubernur Mirza menyampaikan rasa syukur atas
kehadiran kembali Habib Syech di Bandar Lampung setelah terakhir kali hadir
pada 2017. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk
mempererat silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus
memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan daerah.
Baca Lainnya :
- Bunda Literasi Lampung Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya melalui Pameran Kayu Ara0
- Pemprov Perkuat Pemberdayaan Masyarakat untuk Percepat Kemajuan Desa0
- APBD 2027 Jadi Instrumen Pembangunan0
- Pemprov Buka Ruang Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Perkuat Ekonomi Daerah0
- APBD Lampung 2027 Dibahas, Anggaran Didorong Lebih Berdampak bagi Masyarakat0
Ia menuturkan, Bandar Lampung merupakan kota
yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman dan menjunjung tinggi kerukunan.
Kondisi tersebut perlu terus dijaga agar tercipta kehidupan yang damai,
harmonis, dan mendukung pembangunan daerah.
"Mari kita berselawat dan berdoa agar
Allah SWT senantiasa menjaga Bandar Lampung dan seluruh masyarakatnya dari
segala marabahaya. Semoga rahmat dan hidayah-Nya tercurah kepada kita semua,
anak-anak muda kita tumbuh menjadi generasi yang saleh, serta segala bencana
yang melanda negeri ini segera diangkat," ujar Gubernur Mirza.
Ia juga mengajak masyarakat mendoakan Presiden
Republik Indonesia agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam
memimpin bangsa menuju kesejahteraan.
Dukungan dan doa tersebut diharapkan menjadi
bagian dari semangat bersama dalam menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Gubernur Mirza juga menyoroti peran santri
dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Ia berharap para santri dapat tumbuh
menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu mengambil peran dalam
pembangunan serta kehidupan bermasyarakat.
Generasi muda Lampung diharapkan tidak hanya
memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga integritas, kepedulian
sosial, serta landasan moral yang kuat. Perpaduan antara kecakapan dan karakter
tersebut penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab
tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR RI Ahmad
Muzani dalam sambutannya mengingatkan bahwa selawat mengajarkan umat untuk
meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menghormati, menyayangi, dan
mencintai sesama manusia serta menjaga alam semesta.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting untuk
terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat, terlebih di Provinsi Lampung
yang memiliki keberagaman suku dan budaya.
"Provinsi Lampung adalah miniatur
Indonesia. Semua suku ada di sini dan hidup berdampingan. Kegiatan berselawat
ini tidak mungkin terlaksana tanpa persaudaraan dan kedamaian," ujarnya.
Ahmad Muzani berharap kegiatan tersebut semakin
memperkokoh persaudaraan masyarakat Lampung. Ia menegaskan bahwa kebersamaan
menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan dan menyelesaikan
persoalan bersama.
"Semoga melalui selawat ini, persaudaraan
kita semakin kuat. Jika kita bersatu, tidak ada persoalan yang tidak bisa kita
selesaikan," tambahnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberagaman
bukanlah penghalang bagi kemajuan, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan
masyarakat untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks pembangunan Lampung,
persaudaraan dan toleransi menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan
yang kondusif, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendorong kesejahteraan
bersama.
Rangkaian Bandar Lampung Berselawat diawali
dengan pembacaan istigfar bersama seluruh jemaah, kemudian dilanjutkan dengan
lantunan syair Tanpo Waton yang dikenal luas dalam tradisi selawat di
Indonesia.
Syair yang lekat dengan KH. Abdurrahman Wahid
atau Gus Dur, Presiden ke-4 Republik Indonesia, tersebut mengandung pesan
tentang pentingnya memahami agama secara mendalam, menjaga akhlak, menjauhi
kesombongan, serta tidak mudah menghakimi orang lain.
Secara esensial, Tanpo Waton mengingatkan bahwa
kesalehan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah dan ucapan, tetapi harus
tercermin dalam perilaku sehari-hari, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap
sesama.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya
membangun Lampung yang maju. Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan
infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan masyarakat yang
berkarakter, menjunjung tinggi etika, menghormati perbedaan, dan memiliki
kepedulian sosial.
Dengan demikian, semangat selawat dapat menjadi
pengingat bahwa kemajuan daerah perlu berjalan beriringan dengan pembangunan
manusia. Masyarakat yang rukun, berakhlak, dan saling mendukung akan menjadi
kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan
secara luas.
Kegiatan Bandar Lampung Berselawat turut
dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) RI, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Ketua DPRD Provinsi Lampung,
jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, Wali Kota Bandar
Lampung Eva Dwiana, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza,
serta sejumlah undangan lainnya.
Jemaah yang hadir berasal dari berbagai wilayah
di Provinsi Lampung, di antaranya Bandar Lampung, Lampung Selatan, Kota Metro,
Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah
tersebut mencerminkan antusiasme sekaligus semangat kebersamaan dalam kegiatan
keagamaan.
Melalui Bandar Lampung
Berselawat, Pemerintah Provinsi Lampung berharap nilai-nilai religius,
persaudaraan, toleransi, dan kepedulian sosial semakin mengakar dalam kehidupan
masyarakat. Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari kekuatan bersama
untuk mewujudkan Lampung yang maju, masyarakat yang sejahtera, serta kehidupan
yang damai dan harmonis. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











