- Bupati Parosil Lepas 2000 Rider Peserta Adventure Trail Gas Lambar 1
- Lepas Kafilah MTQ Ke-53 Lampung, Wakil Bupati Pesisir Barat Harapkan Prestasi Terbaik
- Polsek Kota Agung Identifikasi Peristiwa Kematian Pedagang Somay
- Polsek Pulau Panggung Bantu Truk Alami Kendala di Tanjakan Leter S
- Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Doakan Kemajuan Lampung
- Gubernur Mirza Perkuat Penanganan Karhutla TNWK
- Pemkab Lampung Timur dan Kemenag Perkuat Sinergi
- Bupati Buka Verifikasi Lapangan Penganugerahan Parahita Ekapraya Lamtim
- Perkuat Sinergi, Kapolres Terima Audensi DPC SPRI Lampung Utara
- Bupati Parosil Serahkan Hibah Rp 70 Juta untuk Masjid Babussalam Mutar Alam
Polsek Kota Agung Identifikasi Peristiwa Kematian Pedagang Somay

TANGGAMUS, MFH,-- Warga digegerkan atas temuan
pedagang Somay korban Hendri Gunawan (49) dalam kondisi kritis di salah satu
Kontrakan Jalan Dwi Tunggal, Kelurahan Baros, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten
Tanggamus, pada Sabtu (24/10/2026) sore.
Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian
lepas itu dalam kondisi kritis sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan
pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Kota Agung AKP Feriyantoni, S.H.,
M.H., mengatakan, korban sebelumnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin
Mangunang (RSUD) dalam kondisi kritis usai tergantung di balok kayu dalam
kontrakannya.
Baca Lainnya :
- Polsek Pulau Panggung Bantu Truk Alami Kendala di Tanjakan Leter S0
- Jalan Rusak Tanggamus Capai 521 Km, PUPR Ungkap Kebutuhan Anggaran Rp1,56 Triliun0
- Polsek Pulau Panggung Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Batu Tegi0
- Kasat Reskrim Polres Tanggamus Jelaskan Penanganan Kasus Konten Kreator RH0
- Kapolres Sambut Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Lampung, Periksa Empat Bidang0
"Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar
pukul 15.45 WIB, setelah mendapatkan penanganan pihak medis," kata AKP
Feriyantoni mewakili Kapolres Tanggamus AKBP AH. Hudi Arif, S.T.P., S.I.K.,
M.H.
Kapolsek menjelaskan, pihaknya menerima
informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.20 WIB, adanya seorang warga yang
tergantung, kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Berdasarkan keterangan 2 anak korban, mulanya
mereka merasa curiga sebab tidak mendengar suara korban, mereka kemudian keluar
kamar untuk memeriksa keadaan dan mendapati ayahnya dalam kondisi darurat di
area dapur rumah.
Mereka kemudian berteriak meminta pertolongan,
sehingg warga yang tinggal di sebelah rumah korban, juga datang membantu.
"Selanjutnya, warga berdatangan dan
bersama-sama mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak
tertolong," jelasnya.
Kapolsek mengungakapkan, pihaknya telah
melakukan sejumlah tindakan kepolisian, di antaranya mengecek tempat kejadian
perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mengevakuasi korban, serta membuat
laporan terkait peristiwa tersebut.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan
menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan
keluarga.
"Jenazah korban selanjutnya diserahkan
kepada pihak keluarga, keluarga berencana memakamkan korban di Bengkulu, di
kampung halaman orang tua korban," tandasnya. [MFH/Din/rils]











