- Gubernur Mirza Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan
- Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
- Ketua TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Serdang
- Bupati Pringsewu Lantik 8 Pejabat Administrator
- Wagub Jihan Dorong Pengelolaan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan
- Gubernur Lampung Dorong Transformasi Ekonomi, Pembangunan Dimulai dari Desa
- Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perbup Hiburan Organ Tunggal
- Rapat Paripurna KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Anggaran Terarah dan Terukur
- Masyarakat Gadingrejo Sambut Antusias Gerakan Serentak Penetrasi Pasar
- Bupati Riyanto Pamungkas Ajak Wujudkan Pringsewu Bebas dari Perundungan
Gubernur Mirza Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Gubernur Lampung Rahmat
Mirzani Djausal mendorong pengembangan destinasi wisata alam untuk
memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay) sekaligus meningkatkan
belanja wisata di Lampung. Salah satu potensi yang dinilai dapat mendukung
upaya tersebut adalah Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR) yang
berada tidak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung.
Menurut Gubernur Mirza, diversifikasi destinasi
wisata menjadi penting agar Lampung tidak hanya mengandalkan wisata bahari, tetapi
juga menawarkan pengalaman ekowisata hutan yang dapat menjadi alternatif bagi
wisatawan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat
melakukan trekking di Tahura WAR melalui rute Hutan Kemiri–Batu Lapis, Selasa
(13/10/2026) pagi. Kegiatan yang dilakukan di sela agenda resminya itu turut
diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dan sejumlah kawan
dekatnya.
Baca Lainnya :
- Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 20260
- Wagub Jihan Dorong Pengelolaan Hutan Lampung yang Lestari dan Berkelanjutan0
- Gubernur Lampung Dorong Transformasi Ekonomi, Pembangunan Dimulai dari Desa0
- Pemprov Dukung Kontingen LPTG Ikuti Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional XII di Jambi0
- Pemprov Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi dan Jaga Stabilitas Harga Pangan0
Didampingi pemandu dari Kelompok Sadar Wisata
(Pokdarwis) Desa Sumber Agung, Ubay dan Darma, rombongan menyusuri jalur
sepanjang sekitar enam kilometer pulang-pergi di kaki Gunung Betung, sejak pagi
pukul 06.30 WIB.
Gubernur Mirza mengatakan, pertumbuhan ekonomi
dari sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh jumlah kunjungan, tetapi
juga oleh lamanya wisatawan tinggal dan besarnya pengeluaran selama berada di
suatu daerah.
"Kunci pertumbuhan ekonomi dari sektor
pariwisata itu ada dua: berapa lama wisatawan bertahan di Lampung dan berapa
banyak transaksi belanja yang mereka keluarkan. Wisata hutan di pinggiran Kota
Bandar Lampung ini menjadi pilihan alternatif yang sangat efisien secara waktu
namun kaya pengalaman," ujar Gubernur.
Menurut dia, keberadaan destinasi yang beragam,
mulai dari pantai hingga kawasan ekowisata hutan, dapat memberikan lebih banyak
pilihan bagi wisatawan untuk mengisi waktu liburan. Dengan demikian, wisatawan
memiliki alasan untuk memperpanjang kunjungan dan menghabiskan lebih banyak
waktu di Lampung.
Dampak tersebut diharapkan turut dirasakan
masyarakat di sekitar destinasi wisata. Peningkatan kunjungan berpotensi
menggerakkan berbagai usaha lokal, mulai dari jasa pemandu wisata, kuliner,
UMKM yang mengolah hasil hutan, hingga sektor penginapan.
"Kita ingin wisatawan tidak sekadar
melintas atau berkunjung singkat, tapi menginap lebih lama dan membelanjakan
uangnya lebih banyak di Lampung. Potensi rantai pasok lokalnya sangat
besar," kata Gubernur.
Dikunjungi
wisatawan luar daerah
Potensi Tahura WAR sebagai destinasi ekowisata
juga terlihat dari kunjungan wisatawan yang dilayani Pokdarwis Desa Sumber Agung.
Ketua Pokdarwis Desa Sumber Agung, Ubay,
mengatakan pihaknya melayani sekitar 100 wisatawan setiap akhir pekan. Para
pengunjung tersebut biasanya terbagi dalam enam hingga delapan kelompok.
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari
berbagai daerah di Lampung, tetapi juga dari Sumatera Selatan hingga kawasan
Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wisata alam
di Tahura WAR memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kedekatannya dengan pusat kota juga dapat menjadi nilai tambah bagi wisatawan
yang ingin menikmati suasana hutan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Jika dikelola dan dipromosikan secara
berkelanjutan, destinasi ini berpotensi melengkapi pilihan wisata di Lampung sekaligus
membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menjaga
kebugaran di tengah kesibukan
Selain melihat potensi wisata alam, trekking
tersebut menjadi kesempatan bagi Gubernur Mirza untuk menjaga kebugaran di
tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan.
Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu tiga
hingga lima jam itu melewati sejumlah jalur dengan kontur menanjak. Sepanjang
perjalanan, rombongan juga menikmati suasana hutan dan suara alami kawasan
sebagai bagian dari aktivitas penyegaran diri.
Suasana akrab terlihat ketika rombongan tiba di
kawasan Hutan Kemiri dan disambut pengelola kawasan, Abah Mus. Interaksi yang
berlangsung santai di tengah suasana alam tersebut menutup perjalanan trekking
di salah satu kawasan wisata alam yang berada di sekitar ibu kota Provinsi
Lampung itu. [MFH/Pemerintah Provinsi Lampung]











