- BPJS Aktif Baru 64,36 Persen, Yanuar Irawan: Jangan Ada Warga Kesulitan Berobat karena Administrasi
- Ombudsman RI Laksanakan Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026
- Bulan Bakti KKP 2026, Ratusan Nelayan dan Warga Terima Bantuan serta Layanan Gratis
- Usai Dilantik, I Komang Koheri Gelar Silaturahmi, Satukan Komitmen Bangun Lampung Tengah
- Pendidikan Pesisir Barat Naik Kelas, 10 SMP Dapat Wajah Baru Lewat Program Revitalisasi
- Sekda Pesisir Barat Hadiri Leif 2026 di Jakarta
- Pemkab Lampung Barat Dukung Penuh Soal Ranperda Jalan dan Propemperda 2027
- Keluarga Besar Pujakesuma Lambar Salurkan Bantuan untuk Lima Rumah Korban Kebakaran di Sukau
- Pelaku Pencurian Motor dan HP Ditangkap di Pematang Sawa, Tiga Rekan Diburu
- Pemprov Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, Iklim Investasi Tetap Dijaga
Festival Literasi Lamtim 2026, Dorong Budaya Membaca dan Tingkatkan Kualitas SDM

SUKADANA, MFH,-- Pemerintah Kabupaten Lampung
Timur terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia melalui Festival Literasi Kabupaten Lampung Timur Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini berlangsung
selama tiga hari, 3–5 November 2026, di halaman kantor dinas setempat.
Festival ini menjadi ruang belajar dan
berkreasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, sekaligus
memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan, pengembangan
kreativitas, dan akses informasi yang berkualitas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur,
Rustam Effendi, mewakili Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, membuka
kegiatan tersebut. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya,
disampaikan bahwa literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan daerah yang
maju serta berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Sekda Rustam Effendi Tekankan Disiplin ASN, Absensi dan Kehadiran Pegawai Dievaluasi0
- Jelang Pilkades, Pemkab Lamtim Tekankan Keamanan, Persatuan, dan Netralitas ASN0
- DPRD dan Pemkab Lampung Timur Sepakati Raperda APBD Tahun Anggaran 20270
- Musorkab KONI Lampung Timur 2026–2030 Dibuka0
- 240 Rumah di Purwodadi Mekar Lampung Timur Nikmati Air Bersih0
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak cukup
hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku. Perpustakaan perlu
bertransformasi menjadi ruang belajar yang menarik, inklusif, dan adaptif
terhadap perkembangan teknologi, termasuk menyediakan akses literasi digital
bagi masyarakat.
“Budaya membaca harus dibangun sejak dini,
mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga tempat kerja.
Kebiasaan membaca harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya
dilakukan ketika ada kegiatan atau perlombaan tertentu,” demikian pesan Bupati
dalam sambutan tertulisnya.
Bupati juga berharap Festival Literasi 2026
dapat mendorong masyarakat Lampung Timur semakin mencintai buku, meningkatkan
minat baca, serta memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana memperluas wawasan
dan mengembangkan potensi diri.
Ia mengajak pemerintah daerah, satuan
pendidikan, keluarga, dunia usaha, komunitas, pustakawan, dan pegiat literasi
untuk bersinergi menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya masyarakat
pembelajar.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kabupaten Lampung Timur, Ahmad Badrullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa
festival ini bertujuan meningkatkan kegemaran membaca, memperluas akses
terhadap bahan bacaan berkualitas, serta meningkatkan kecakapan masyarakat
dalam memahami dan mengelola informasi.
Literasi, menurutnya, tidak terbatas pada
kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis,
memahami informasi, mengembangkan pengetahuan, serta menggunakan informasi
secara bijak dan bertanggung jawab.
Festival Literasi Kabupaten Lampung Timur Tahun
2026 diikuti sebanyak 600 peserta yang terdiri atas pustakawan, guru PAUD dan
TK, guru sekolah dasar, siswa-siswi SD, SMP, SMA atau sederajat, serta pegiat
literasi dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama tiga
hari dengan agenda yang dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan.
Pada Selasa (3/11/2026), kegiatan diisi dengan
pembukaan festival dan pertunjukan pentas seni. Rabu (4/11/2026), dilaksanakan
lokakarya atau pelatihan mendongeng bagi guru PAUD, TK, serta guru SD kelas I
dan II. Sementara pada Kamis (5/11/2026), kegiatan melibatkan pustakawan,
pegiat literasi, pengelola TBM, guru, dan siswa SMA atau sederajat.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan
tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis untuk
mengembangkan kegiatan literasi di lingkungan masing-masing.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Timur sekaligus
Bunda Literasi Kabupaten Lampung Timur, Huzaimah Azwar Hadi, menegaskan bahwa
budaya literasi perlu dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga,
sekolah, dan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa literasi merupakan bekal
penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, kritis, dan mampu
menghadapi perkembangan teknologi serta derasnya arus informasi.
Masyarakat, khususnya generasi muda, tidak
hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga harus cermat memilah informasi,
mengenali kebenaran berita, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif
dan produktif.
“Saya berharap seluruh Bunda Literasi, baik di
tingkat kecamatan maupun desa, tetap semangat menggerakkan budaya literasi di
lingkungan masing-masing. Mari kita mulai dari keluarga, kemudian berkembang ke
sekolah dan masyarakat, demi mencerdaskan anak-anak sebagai generasi penerus
bangsa,” pesannya.
Huzaimah juga berharap perpustakaan di
Kabupaten Lampung Timur terus bertransformasi menjadi pusat kegiatan literasi
yang nyaman, menarik, dan inklusif. Selain menyediakan buku, perpustakaan
diharapkan menghadirkan kegiatan edukatif, ruang diskusi, aktivitas kreatif,
serta akses terhadap sumber informasi digital.
Kepada para pelajar, ia berpesan agar tidak
berhenti membaca dan terus mengembangkan rasa ingin tahu karena buku dapat
memperluas wawasan, membuka peluang, serta membantu mereka meraih cita-cita.
Festival Literasi Kabupaten Lampung Timur Tahun
2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum
untuk memperkuat gerakan literasi yang berkelanjutan hingga ke tingkat
kecamatan dan desa.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga
berharap pemerataan akses bahan bacaan, peningkatan kualitas pelayanan
perpustakaan, serta pemanfaatan teknologi digital dapat terus dikembangkan agar
semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat.
Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik,
keluarga, pustakawan, komunitas, dan masyarakat, budaya membaca diharapkan
tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.
Sebab, masyarakat yang
memiliki akses terhadap pengetahuan dan mampu mengolah informasi secara kritis
akan memiliki bekal lebih kuat untuk meningkatkan kualitas hidup, mengembangkan
kreativitas, dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Lampung Timur.
[MFH/Komdigi]











