- Dari Regulasi ke Pembangunan, Pemprov Lampung Dukung Penyusunan 28 Raperda 2027
- Wagub Jihan Nurlela Dorong Mahasiswa Lampung Bangun Mindset Adaptif di Era Digital
- Kasus Intimidasi Jurnalis Kompas TV 10 Bulan Mandek di Kejaksaan Lampung Selatan
- Pemkab Pesawaran Studi Komparasi ke Pemkab Gunung Kidul
- Hari Pramuka Ke-65, Wabup Pringsewu Umi Laila Terima Tanda Penghargaan
- Bupati Terima Penghargaan Nasional Desa Sidodadi Sebagai Desa Cantik Terbaik 2026
- Bupati Buka Kushin Ryu Championship 2026 Piala Kemenag dan Lantik Pengurus KKI
- Bupati Hadiri Pengajian Rutin Ahad Pahing Muslimat NU Way Seputih dan Seputih Banyak
- Semangat Hari Pramuka ke-65, Bupati Pesisir Barat Buka Lomba Tingkat III ke-I
- Dekranasda Pesisir Barat Pamerkan Wastra dan Kriya Khas Daerah di Kriya Nusa 2026
Usai Bertempur, banyak Tentara Israel Hilang di Jalur Gaza
Terjadi usai terjadinya pertempuran mematikan yang terjadi di Jalur Gaza pada akhir pekan lalu.

Keterangan Gambar : Tentara Israel Bersimbah Darah
YERUSALEM - Seorang tentara Israel dilaporkan menghilang di Jalur Gaza. Hal ini terjadi usai terjadinya pertempuran mematikan yang terjadi di Jalur Gaza pada akhir pekan lalu.
Melansir Boston Herald, Selasa (22/7/2014), pejabat pertahanan Israel mengatakan, tentaranya hilang usai pertempuran mematikan di Gaza terjadi pada pekan lalu. Namun, tidak jelas apakah tentara tersebut masih hidup atau sudah tewas.
Konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas sejauh ini sudah menyebabkan sekira 25 tentara Israel tewas dan ratusan warga Palestina. Sebagian besar korban warga Palestina adalah anak-anak.
Memanasnya situasi itu membuat sejumlah desakan gencatan berdatangan dari sejumlah negara dan organisasi internasional.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melakukan pertemuan di Kairo, Mesir. Pertemuan di bertujuan untuk mendesak agar konflik yang terjadi di Gaza segera dihentikan.
Mengingat agresi yang militer yang dilancarkan Israel merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Menyusul banyak warga sipil yang telah menjadi korban akibat pertempuran yang dilakukan Israel dan Hamas.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry melakukan pertemuan di Kairo, Mesir. Pertemuan di bertujuan untuk mendesak agar konflik yang terjadi di Gaza segera dihentikan.
Mengingat agresi yang militer yang dilancarkan Israel merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional. Menyusul banyak warga sipil yang telah menjadi korban akibat pertempuran yang dilakukan Israele dan Hamas.
Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara terang-terangan mendukung Hamas. Hamas sendiri sudah dimasukan ke dalam daftar hitam terorisme oleh Israel.
Selain itu, Khamenei dan beberapa pemimpin Iran berjanji akan menghilangkan Israel dari peta dunia. Bahkan, beberapa pekan lalu, Khamenei menyatakan peristiwa pembantaian warga Yahudi oleh Nazi satu abad lalu, hanyalah sebuah ilusi yang tak nyata.
Komentar paling pedas Khamenei adalah Iran tidak pernah mengenal Israel. Negara ini juga secara terang-terangan mendukung Hamas. Hamas sendiri sudah dimasukan ke dalam daftar hitam terorisme oleh Israel.
Selain itu, Khamenei dan beberapa pemimpin Iran berjanji akan menghilangkan Israel dari peta dunia. Bahkan, beberapa pekan lalu, Khamenei menyatakan peristiwa pembantaian warga Yahudi oleh Nazi satu abad lalu, hanyalah sebuah ilusi yang tak nyata.
Video Terkait:











