- Dilarang Menyeberang di Bakauheni, Puluhan Sopir Truk Pengangkut Gabah Asal Pulau Jawa Protes
- Gubernur Dorong Pendamping PKH Pastikan Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial
- Pemprov Lampung dan TNI-Polri Perkuat Mitigasi TNWK, Lindungi Gajah dan Warga
- Polsek Talang Padang Tangkap Tersangka Pencuri Sepeda Motor di Masjid Gunung Alip
- Bursa Ketua IJTI Krakatau Raya: Jurnalis Kompas TV Serahkan Berkas Pendaftaran
- Sektor Perkebunan jadi Penopang Ekonomi, Pemprov Lampung Perkuat Produksi hingga Hilirisasi
- Pringsewu Raih Penghargaan Kabupaten Pangan Aman Level 5 dari Badan POM
- Kadis Kominfo Tekankan Pentingnya Transformasi Digital di Pemkab Lamtim
- Bupati Ela Siti Nuryamah, Terima Silaturahmi Siswa Seskoad 2026
- Ratusan Warga Ganjar Agung Antusias Ikuti Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI
Terima Audiensi Mahasiswa IPB, Bupati Dorong Lahirnya Generasi Penggerak Hilirisasi Kopi Lambar

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati Lampung Barat,
Parosil Mabsus, terus memperkuat komitmennya dalam membangun sektor kopi
sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Salah satunya melalui kolaborasi dengan
perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan
potensi kopi dari hulu hingga hilir.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Parosil
Mabsus saat menerima audiensi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang
mengikuti Program One Village One CEO (OVOC), di kediamannya, Pekon
Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Rabu (1/7/2026).
Baca Lainnya :
- Pengurus Harpi Melati Lampung Barat 2026–2031 Dilantik0
- ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Bupati: Legal dan Logis0
- HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Minta Jadikan Momentum Bangga dengan Adat Sai Batin0
- Sekda Nukman Resmikan Ponpes Miftahurrohmah II, Dorong Santri Punya Ijazah Formal0
- Peringati 1 Muharam 1448 H, Bupati Parosil Ajak Warga Perkuat Iman dan Dukung Program Pemerintah0
Dalam audiensi tersebut, Parosil didampingi
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Lampung Barat Nowo
Wibawono serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Yudha Setiawan.
Bagi Bupati Parosil, kehadiran mahasiswa IPB di
Lampung Barat bukan sekadar kegiatan akademik.
Lebih dari itu, menjadi momentum penting untuk
memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan
dunia usaha dalam membangun ekosistem bisnis desa berbasis komoditas kopi.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat
menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang telah memilih Lampung Barat
sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam pengembangan ekosistem bisnis desa
berbasis kopi,” ujar Bupati Parosil.
Menurtnya, hal itu merupakan momentum strategis
untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya
saing.
Parosil menjelaskan, Program One Village One
CEO dirancang untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan
kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan di tingkat desa.
Melalui program tersebut, peserta dibekali
pengetahuan mulai dari praktik budidaya yang baik, pengolahan pascapanen, pengembangan
produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani
dan UMKM.
Menurut Parosil, konsep tersebut sangat relevan
diterapkan di Lampung Barat karena hampir seluruh pekon memiliki potensi besar
di sektor perkebunan kopi.
“Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang
mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara
profesional, serta mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,”
katanya.
Parosil menuturkan, Kabupaten Lampung Barat
merupakan salah satu sentra utama penghasil kopi robusta di Indonesia. Dengan
luas areal perkebunan lebih dari 54 ribu hektare dan produksi sekitar 63 ribu
ton per tahun, sektor kopi menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu
kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani.
Didukung kondisi geografis yang berada pada
ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dengan tanah vulkanik
yang subur, Kopi Robusta Lampung Barat memiliki karakter cita rasa khas yang
mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Meski demikian, Parosil mengakui masih terdapat
sejumlah tantangan yang harus diselesaikan, mulai dari produktivitas tanaman
yang belum optimal, banyaknya tanaman tua yang memerlukan peremajaan, hingga
masih rendahnya nilai tambah karena sebagian besar kopi masih dipasarkan dalam
bentuk bahan baku.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Lampung
Barat saat ini terus mengarahkan pembangunan sektor perkebunan pada hilirisasi
komoditas kopi agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh
masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Lampung Barat
telah melaksanakan berbagai langkah strategis, di antaranya pengembangan
varietas unggul lokal, pembangunan Sekolah Kopi, peningkatan kapasitas petani
dan pelaku UMKM, pembangunan sarana pascapanen, hingga rencana pembangunan
Museum Kopi sebagai bagian dari penguatan branding Lampung Barat sebagai
“Surganya Penikmat Kopi.”
Parosil berharap mahasiswa IPB yang mengikuti
Program OVOC dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan
sekaligus membangun jejaring yang nantinya mampu memberikan kontribusi bagi
pengembangan sektor kopi di daerah.
“Pembangunan sektor kopi tidak bisa dilakukan
sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, perguruan
tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan hingga masyarakat,” katanya.
“Saya optimistis melalui
kerja sama yang kuat, kopi Lampung Barat akan semakin maju, memiliki nilai
tambah yang tinggi, serta semakin dikenal di pasar dunia,” pungkasnya.
[MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)