- Pemerintah Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas, Solusi Permanen Konflik Gajah dan Manusia
- Musrenbang RKPD Lampura: Gubernur Dorong Hilirisasi, Penguatan SDM dan Akselerasi Pembangunan
- Arus Balik Mulai Menguat, ASDP Prediksi Lonjakan Besar 28–29 Maret 2026
- Pemkab Pringsewu Tutup Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2026
- Arus Balik Lebaran 2026 H+3: Penumpang dan Kendaraan Penyeberangan Sumatera–Jawa Naik Signifikan
- Wabup Mad Hasnurin Nilai Budaya Sekura Cakak Buah Kobarkan Kebersamaan Masyarakat
- Bupati Lampung Barat Sambangi Rumah Almarhum Fikran Aulia Korban Tenggelam di Pesibar
- Bupati Ela Siti Nuryamah Pimpin Apel Pasca Lebaran dan Halalbihalal
- Sekda Lampung Timur Sidak Hari Pertama Kerja Pasca Idulfitri
- Hadapi Ketidakpastian Global, Pemprov Lampung Susun Skema Kebijakan dan Prioritas APBD 2026
Sekura Cakak Buah Tetap Lestari, Bupati Parosil Ajak Semua Lapisan Jaga Warisan Budaya Lambar

LAMPUNG BARAT, MFH,-- Bupati
Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung, Parosil Mabsus mengajak masyarakat
untuk terus melestarikan budaya Pesta Sekura Cakak Buah yang digelar setiap
awal Syawal, usai Hari Raya Idulfitri.
Ajakan tersebut disampaikan saat
menghadiri Pesta Sekura di Pekon Muara Jaya II, Kecamatan Kebun Tebu, Lampung
Barat, Minggu (22/03/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, Sekretaris Daerah Lampung Barat Drs.
Nukman, jajaran perangkat daerah, para camat, serta peratin.
Baca Lainnya :
- Wabup Mad Hasnurin Sebut Pesta Sekura Merupakan Identitas Masyarakat Lampung Barat0
- Bupati Harapkan Gen Z Terus Komitmen Lestarikan Seni dan Budaya Khas Lampung Barat0
- Pemkab Lampung Barat Terbitkan Surat Edaran BHR untuk Driver Online dan THR bagi Pekerja 20260
- Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar di Taman Kota Liwa 0
- Bupati Ajak Warga Jadikan Momentum Ramadhan untuk Memperbaiki Diri dan Penguatan Spiritual0
Bupati Parosil Mabsus menekankan
pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Sekura dengan cara yang positif dan
penuh makna, serta tidak ternodai oleh hal-hal negatif.
“Pesan saya kepada masyarakat
Lampung Barat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ini dengan
memeriahkannya secara positif,” ujarnya.
Menurutnya, secara filosofi, Pesta
Sekura Cakak Buah mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan
kebersamaan antar masyarakat, yang menjadi fondasi penting dalam membangun
Lampung Barat ke arah yang lebih baik.
Ia juga mengajak seluruh lapisan
masyarakat untuk terus bergerak bersama, saling mendukung, serta berpartisipasi
aktif dalam pembangunan daerah.
“Semua lapisan masyarakat harus
bergerak bersama, saling mendukung, dan berpartisipasi dalam mewujudkan
kemajuan daerah ini,” katanya.
Bupati yang akrab disapa Pakcik itu
turut memberikan apresiasi kepada panitia pelaksana serta masyarakat, khususnya
generasi muda muli mekhanai, yang masih berkomitmen menjaga eksistensi tradisi
Sekura di tengah perkembangan zaman.
“Semoga tanggung jawab terhadap
budaya ini terus berlanjut. Kita ingin Sekura benar-benar membumi dan menjadi
tradisi yang mengakar kuat di Lampung Barat,” jelasnya.
“Semua masyarakat sudah mengenal
Sekura, tinggal bagaimana dukungan dari seluruh lapisan untuk terus
menjaganya,” tambahnya”.
Ia menambahkan, di era modern saat
ini tidak semua orang memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.
Oleh karena itu, dirinya
mengapresiasi masyarakat Muara Jaya II yang masih konsisten merawat tradisi
tersebut.
“Saya apresiasi muli mekhanai di
sini yang masih berkenan menjaga eksistensi budaya ini. Ke depan, setiap
pelaksanaan event perlu dilakukan evaluasi agar lebih baik lagi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Parosil Mabsus
menegaskan bahwa Sekura merupakan tradisi unik khas Lampung Barat yang tidak
dimiliki daerah lain, sehingga harus terus dijaga dan dibanggakan.
“Sekura adalah tradisi unik yang
hanya dimiliki oleh Lampung Barat. Mari kita banggakan dan lestarikan agar
tetap beradab dan penuh nilai-nilai luhur,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Pesta
Sekura Cakak Buah bukan sekadar hiburan, melainkan sarana menumbuhkan
keberanian, rasa percaya diri, serta mempererat kebersamaan masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Bupati
mengingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan tetap menjaga marwah adat dan
budaya, serta menghindari hal-hal yang tidak pantas.
“Pesan penting lainnya
adalah agar kegiatan ini tidak menghadirkan hal-hal negatif, seperti lagu-lagu
atau perilaku yang kurang pantas. Mari kita jaga marwah adat dan budaya Lampung
Barat di setiap pekon dan kegiatan,” pungkasnya. [MFH/Diskominfo Lampung Barat]











3.jpg)