- Antisipasi Gagal Panen BBWS Bersama TBHBUN Lamsel Siapkan Kompanisasi
- Bupati Buka Pelatihan Prakstisi Kewirausahaan Mandiri MKM di Kabupaten Pringsewu
- Pemkot Metro dan DPRD Sepakati Raperda Perubahan APBD 2026
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Sosialisasi KTP, KTA, TPPO, ABH, dan Perkawinan Anak
- Pemprov Perkuat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
- Ngupi Jejama jadi Ruang Perkuat Koordinasi Pemkab Tanggamus, Dua Pekon Raih Penghargaan PBB
- Pemprov Lampung Dorong Potensi Desa di Lampung Barat melalui Program Desaku Maju
- Lomba Video Konten Literasi 2026 Dorong Kreativitas Generasi Muda Pesawaran
- Pemkab Lampung Timur Bahas Masterplan Integrated Area Development
- Pemkot Metro Lantik 34 Pejabat, Dorong ASN Adaptif dan Inovatif
Sampah Sumbat Aliran Way Pisang dan Sebabkan Banjir
BBWS Mesuji Sekampung Sebut Petani Sebagian Penyebabnya

PALAS, MFH,-- Balai Besar Wilayah
Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melalui PPK OP IV, mengidentifikasi sampah
yang menyumbat aliran Kali Way Pisang menyebut petani sebagai penyebabnya.
Hal tersebut di sampaikan oleh PPK
OP IV Agung Setiawan Dalam pemeriksaan lapangan yang dilakukan pada Jum'at
13/2/2026, tim BBWS menemukan berbagai jenis sampah seperti potongan bambu dan
kayu menyumbat aliran kali Way Pisang.
"Ini ulah petani sendiri
membuang sampah-sampah kayu dan bambu ke aliran sungai, coba di cari siapa
oknum yang melakukan ini, jadi pihak kecamatan dan desa seharusnya bisa
memberikan larangan ke petani," Ucap Agung Setiawan
Baca Lainnya :
- Sampah dan Potongan Kayu Sumbat Way Pisang, Petani di Palas Was-was jadi Pemicu Banjir0
- Sehari Setelah Sertijab UPTD Puskesmas Rawat Jalan Palas Tancap Gas Laksanakan Instruksi Bupati0
- Masyarakat Antusias, UPT Pajak Palas Jemput Bola Pembayaran PBB di Desa Pematang Baru 0
- BBWS: Penyebab Tanggul Way Pisang Kembali Jebol, Pengerjaan Tidak Anggarkan Tanah Timbun0
- Petani Keluhkan Perbaikan Tanggul Way Pisang Asal-Asalan, BBWS Lampung Tutup Mata0
Dirinya juga menambahkan tidak
menyalahkan sepenuhnya kepada petani, namun kesadaran tentang
pentingnya menjaga kelancaran aliran sungai masih perlu ditingkatkan.
Selain menyampaikan hal tersebut,
Agung juga mengakui bahwa perlu adanya upaya bersama untuk mengatasi
masalah ini bersama masyarakat untuk mengawasi dan mencegah pembuangan sampah
ke sungai.
"Pihak kami akan segera
pembersihan sampah ini, saya juga berharap para petani memberikan akses untuk
alat berat untuk menuju lokasi ini." Tambah dia
Sementara itu Camat Palas Ns.
Rosalina membantah bila kayu dan bambu tersebut ulah petani di Palas, menurut
Camat di aliran sungai kali way pisang Khusus dari desa Sukaraja sampai Desa
Palas aji sudah tidak ada tanaman bambu.
"Mulai dari Desa Sukaraja
Sampai Ke Desa Palas aji sepanjang aliran sungai way pisang sudah tidak ada
tanaman bambu, kalau masih bisa kita kerjakan oleh tenaga manusia
kami akan gotong royong, tapi ini sungguh luar biasa tebalnya, ini harus
menggunakan alat berat untuk membersihkan nya," tutur Camat
Penyumbatan akibat sampah kayu dan
bambu tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir
yang sering melanda wilayah lahan pertanian di sekitar Kali Way Pisang beberapa
waktu terakhir ini. [MFH/Sriw]











