- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Peringatan Hardiknas 2026: Wali Kota Metro Bacakan Pidato Menteri
Paparkan 5 Kebijakan Strategis Pendidikan Nasional

METRO, MFH,-- Wali Kota Metro Bambang Iman
Santoso, membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam
Upacara Bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang digelar di
halaman Kantor Wali Kota Metro, Senin (04/05/2026). Peringatan tahun ini diangkat
sebagai momentum refleksi dan penguatan semangat membangun pendidikan yang
memanusiakan manusia sesuai nilai-nilai luhur bangsa.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini
dimaknai sebagai ajang refleksi bersama untuk meneguhkan sekaligus menghidupkan
kembali semangat pendidikan nasional. Dalam pidato yang dibacakan, ditekankan
bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya tulus dan
penuh kasih dalam memanusiakan manusia.
“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang
dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia,”
demikian disampaikan dalam pidato tersebut. Pendidikan juga dimaknai sebagai
proses menemukan serta menumbuhkembangkan fitrah dan potensi manusia sebagai
makhluk Tuhan yang mulia.
Baca Lainnya :
- Perkuat Sinergi, Danrem 043/Gatam Audiensi dengan Wali Kota Metro0
- Wali Kota Metro Serap Inspirasi di Ajang Nasional, Intip Daerah-Daerah Terbaik 20260
- Empat Pasang Capaskibraka Kota Metro Siap Berlaga di Seleksi Provinsi Lampung0
- Pemkot Metro Fasilitasi Verifikasi Venue PON 2032 0
- Pemkot Metro Perkuat Sinergi Kamtibmas0
Nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan
oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara kembali ditegaskan, yakni
sistem among yang mencakup asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh
(pendampingan dan pembinaan). Prinsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang
Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Lebih lanjut, pendidikan disebut sebagai proses
mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun watak dan peradaban.
Tujuannya adalah membentuk insan yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia,
cerdas, terampil, mandiri, serta memiliki kepribadian yang kuat dan bertanggung
jawab.
Dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan
juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan
penguatan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia yang maju, makmur,
dan bermartabat.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
sebagai program prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Pendekatan ini diyakini mampu mendorong proses belajar yang lebih bermakna dan
berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Pidato tersebut juga menyoroti adagium populer
yang menyatakan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas
pendidikannya, dan perbaikan pendidikan harus dimulai dari ruang kelas. Oleh
karena itu, Pembelajaran Mendalam menjadi salah satu ikhtiar strategis dalam
mencapai cita-cita pendidikan nasional.
Dalam implementasinya, pemerintah menetapkan lima
kebijakan strategis. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan
serta digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat
(PHTC). Hingga tahun 2025, program ini telah menyasar 16.167 satuan pendidikan,
sementara papan interaktif digital telah digunakan di lebih dari 288.000
sekolah.
Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan
kesejahteraan guru. Pemerintah memberikan beasiswa sebesar Rp3.000.000 per
semester bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan S1 melalui
program RPL. Tahun 2025, program ini menjangkau 12.500 guru dan meningkat
menjadi 150.000 guru pada 2026.
Selain itu, guru juga mendapatkan pelatihan di
berbagai bidang seperti Pembelajaran Mendalam, bimbingan konseling, koding,
kecerdasan artifisial, kepemimpinan sekolah, dan bahasa Inggris. Pemerintah
juga meningkatkan kesejahteraan melalui tunjangan sertifikasi yang kini
ditransfer langsung setiap bulan serta insentif bagi guru honorer.
Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan
lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah sesuai konsep ASRI.
Sekolah diharapkan menjadi rumah kedua yang nyaman bagi peserta didik sekaligus
ruang untuk membangun integrasi sosial.
“Program penguatan karakter juga diwujudkan
melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), program Makan Bergizi
Gratis (MBG), Pagi Ceria, kegiatan pramuka, hingga pembelajaran berbasis
pengalaman dan kurikulum tersembunyi. Peluncuran lagu anak juga menjadi bagian
dari upaya menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi,”ungkap Bambang dalam
pidatonya.
Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran
melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan STEM dan Tes Kemampuan
Akademik (TKA). TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan, tetapi
juga sebagai dasar intervensi peningkatan mutu pendidikan.
Kelima, perluasan akses pendidikan yang
inklusif dan merata. Pemerintah membuka berbagai jalur layanan seperti sekolah
satu atap, pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga komunitas belajar.
“Layanan ini juga mencakup pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui
penguatan sekolah inklusi dan sekolah luar biasa, “jelasnya.
Dalam kurun waktu 18 bulan, Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah telah membangun fondasi pendidikan bermutu untuk
semua melalui integrasi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga,
masyarakat, dan media.
Namun demikian, ditekankan bahwa keberhasilan
seluruh kebijakan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak,
termasuk masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri
dalam memajukan pendidikan nasional.
“Kebijakan pendidikan juga ditentukan oleh tiga
hal utama, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
Tanpa ketiganya, program pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa dampak
nyata, untuk itu terus memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan
bermutu untuk semua, demi Indonesia yang cerdas, maju, dan
bermartabat,”tutupnya. [MFH/Diskominfo Metro]











3.jpg)