- Wabup Buka Seleksi MTQ ke-53, Siapkan Generasi Qurani Terbaik Lampung Timur
- Dua Qori Asal Lampung Tengah Wakili Lampung di MTQ Nasional XXXI 2026
- TP PKK Lamteng dan Pengadilan Agama Gunung Sugih Jalin Kerja Sama
- Pemkab Lambar Lepas Kadis Dukcapil Ruspan Anwar ke Peristirahatan Terakhir
- Pemprov Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Perempuan
- Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM
- Wabup Pesawaran Hadiri Diskusi Publik Rembuk Pemuda Lampung
- Gas Amal Ojek Manol, Simbol Kearifan Lokal dan Semangat Gotong Royong Masyarakat
- PMI Lampung Timur Asah Keterampilan PMR Lewat Lomba Tandu Darurat
- Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
Pemprov Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Perempuan

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Staf Ahli Gubernur
Lampung Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Yanyan Ruchyansyah
mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian
Inflasi Daerah secara virtual yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat
Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama
Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta
verifikasi dan validasi Koperasi Desa Merah Putih, dari Command Center Lantai 2
Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (14/9/2026).
Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat
koordinasi pengendalian inflasi sekaligus mendukung program pemerintah pusat
dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta penguatan
ekonomi masyarakat desa.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam
Negeri Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan
bahwa inflasi nasional pada Agustus 2026 berada pada angka 3,19 persen secara
tahunan. Meskipun masih dalam rentang sasaran, pemerintah daerah diminta tetap
mewaspadai tren kenaikan inflasi, terutama pada komoditas pangan.
Baca Lainnya :
- Gubernur Dorong Fatayat NU Lampung Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Kualitas SDM0
- Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital0
- Pemprov Lampung Dukung Pameran Kayu Ara0
- DLH Lampung Target 160 SMA/SMK/MA Berwawasan Lingkungan dan Raih Adiwiyata 2026-20300
- GAK Tak Terdeteksi Erupsi, Hujan Turun, Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan0
“Yang perlu kita waspadai adalah daging ayam
ras, telur ayam ras, dan beras,” ujar Tito.
Menurutnya, pengendalian harga pangan perlu
dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Bulog, Badan Pangan
Nasional, distributor, dan produsen sehingga kenaikan harga dapat diantisipasi
sejak awal.
Sejalan dengan arahan tersebut, Pemprov Lampung
terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan
ketersediaan pangan serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Hal yang menjadi perhatian Pemprov Lampung juga
terkait stabilitas harga agar tetap terjaga dan daya beli masyarakat
terlindungi, khususnya disaat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap
sejumlah komoditas pangan.
Selain pengendalian inflasi, rakor juga menjadi
momentum penguatan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Menteri Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi menjelaskan bahwa RBI
merupakan gerakan kolaboratif berbasis desa dan kelurahan yang mengintegrasikan
berbagai program, sumber daya, layanan, dan peran masyarakat untuk mewujudkan
lingkungan yang inklusif, aman, ramah anak, serta responsif terhadap kebutuhan
perempuan.
“Ruang Bersama Indonesia bukan program baru
yang berdiri sendiri, tetapi gerakan dan platform kolaborasi untuk
mengintegrasikan berbagai program agar saling memperkuat dan memberikan dampak
yang lebih besar,” jelasnya.
Melalui RBI, pemerintah mendorong penguatan
tata kelola desa dan kelurahan yang responsif gender dan peduli anak,
pemberdayaan ekonomi perempuan, serta penguatan perlindungan perempuan dan
anak.
Program tersebut juga diarahkan agar dapat
diintegrasikan ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah, sehingga
pelaksanaannya tidak menjadi beban tambahan bagi pemerintah daerah, melainkan
menjadi wadah untuk menyatukan berbagai program yang telah berjalan.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya
peran pemerintah daerah dalam memastikan program tersebut berjalan hingga
tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, pemerintah provinsi memiliki posisi
strategis dalam mengawal kebijakan di tingkat kabupaten/kota, sementara
pemerintah kabupaten/kota menjadi penggerak implementasi hingga desa dan
kelurahan.
“Dengan adanya SKB ini, daerah memiliki dasar hukum
untuk menganggarkan dan membuat program Ruang Bersama Indonesia,” kata Tito.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan
Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan
merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Ia mencontohkan berbagai
praktik pemberdayaan perempuan di desa, mulai dari penguatan ekonomi,
musyawarah khusus perempuan, sekolah perempuan, hingga pembentukan relawan
perlindungan anak.
Ia juga menekankan pentingnya RBI sebagai ruang
untuk memperkuat perlindungan anak dan mencegah berbagai persoalan sosial,
termasuk narkoba, judi daring, perdagangan orang, dan kenakalan remaja.
“Perempuan harus ditempatkan sebagai subjek,
bukan hanya objek pembangunan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi
Ferry Juliantono menyampaikan perkembangan pembangunan dan kesiapan operasional
Koperasi Desa Merah Putih.
Hingga 13 September 2026, tercatat 83.367
Koperasi Desa Merah Putih, dengan 38.664 di antaranya telah memiliki lahan dan
24.574 telah menyelesaikan pembangunan bangunan gudang serta kelengkapan
koperasi.
Pemerintah daerah diminta mempercepat proses
verifikasi dan validasi pembangunan fisik, termasuk memastikan kesiapan tim,
objek pemeriksaan, serta dukungan lapangan.
Pemprov Lampung menyatakan siap mendukung
percepatan berbagai kebijakan tersebut melalui penguatan koordinasi antara
pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa dan kelurahan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya menjaga
stabilitas ekonomi dan harga pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga,
meningkatkan pemberdayaan perempuan, melindungi anak, serta mendorong desa
menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)