- Wabup Pesawaran Hadiri Diskusi Publik Rembuk Pemuda Lampung
- Gas Amal Ojek Manol, Simbol Kearifan Lokal dan Semangat Gotong Royong Masyarakat
- PMI Lampung Timur Asah Keterampilan PMR Lewat Lomba Tandu Darurat
- Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah
- Wali Kota Metro Buka Musyawarah Daerah VI LDII
- Pemkot dan DPRD Metro Teken KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp 29,9 Miliar
- Bupati Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
- Bupati Parosil Dorong Lampung Barat Naik Kelas dari Penghasil ke Pengolah Kopi
- Pemkab Serahkan Bantuan Seragam dan Buku Gratis Kepada 688 Pelajar Kebun Tebu
- Gubernur Mirza Apresiasi Siger Run 2026, Perkuat Literasi Ekonomi dan Transformasi Digital
PMI Lampung Timur Asah Keterampilan PMR Lewat Lomba Tandu Darurat

WAY JEPARA, MFH,-- Semangat kesiapsiagaan dan
keterampilan pertolongan pertama ditanamkan kepada generasi muda melalui Lomba
Tandu Darurat Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira yang
diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81
PMI tahun 2026 tersebut berlangsung di Lapangan PU Way Jepara, Sabtu
(12/9/2026), dan diikuti puluhan anggota PMR dari berbagai sekolah di Kabupaten
Lampung Timur.
Sebanyak 74 peserta PMR Madya tingkat SMP dan
42 peserta PMR Wira tingkat SMA sederajat ambil bagian dalam perlombaan. Mereka
merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah yang sebelumnya telah
mengikuti proses seleksi di sekolah.
Baca Lainnya :
- Pemkab Lamtim Perkuat Kolaborasi Mitigasi Konflik Gajah 0
- 1.088 KPM di Pasar Sukadana Terima Bantuan Pangan Beras Alokasi Juli–September0
- Pemkab Lampung Timur dan PCNU Perkuat Ketahanan Pangan0
- Pemkab Lampung Timur Salurkan Alsintan, Dorong Petani Lebih Produktif dan Mandiri0
- Azwar Hadi Resmi Pimpin PMI Lampung Timur0
Lomba tidak sekadar menguji siapa yang paling
cepat membuat tandu darurat. Peserta juga dituntut mampu menghasilkan tandu
yang kuat, benar sesuai ketentuan, serta rapi.
Dalam perlombaan, durasi pembuatan tandu
ditetapkan antara 4 hingga 8 menit. Aspek penilaian meliputi kebenaran teknik,
kekuatan, kecepatan, dan kerapian.
Untuk aspek kebenaran, peserta dinilai dari
jarak pegangan dan penyangga tandu, simpul pangkal dan jangkar, ikatan palang,
hingga persilangan bagian tengah. Sementara kekuatan tandu diuji pada keempat
sudutnya.
Adapun aspek kerapian mencakup pemasangan mitella,
pembalut gulung, serta bentuk tujuh belah ketupat pada tandu yang dibuat.
Perlombaan dibagi dalam tiga kategori, yakni
pasangan putra, pasangan putri, dan pasangan ganda campuran.
Pada tingkat Madya, kategori pasangan putra
menempatkan SMP Negeri 1 Mataram Baru sebagai juara I, SMP Negeri Metro Kibang
juara II, dan SMP Negeri 1 Labuhan Ratu juara III.
Kategori pasangan putri, juara I diraih SMP
Negeri 1 Sekampung, juara II SMP Negeri 1 Labuhan Ratu, dan juara III SMP
Muhammadiyah Al-Ghifari.
Sementara kategori pasangan ganda campuran,
juara I diraih SMP Negeri 1 Mataram Baru, juara II SMP Negeri 1 Sekampung, dan
juara III SMP Negeri Metro Kibang.
Untuk tingkat Wira, kategori pasangan putra
dimenangkan SMA Negeri 1 Purbolinggo sebagai juara I, SMA Negeri 1 Way Jepara
juara II, dan SMA Negeri 1 Bandar Sribawono juara III.
Kategori pasangan putri, juara I diraih SMA
Negeri 1 Purbolinggo, juara II SMA Negeri 1 Way Jepara, dan juara III SMA
Muhammadiyah Al-Ghifari.
Sedangkan kategori pasangan ganda campuran,
juara I diraih SMA Negeri 1 Way Jepara, juara II SMA Negeri 1 Purbolinggo, dan
juara III SMA Negeri 1 Bandar Sribawono.
Para pemenang akan mendapatkan piala dan piagam
penghargaan dari PMI Kabupaten Lampung Timur yang akan diserahkan pada puncak
peringatan HUT ke-81 PMI di Taman Purbakala Pugung Raharjo.
Tidak hanya berhenti pada kompetisi tingkat
kabupaten, prestasi tersebut juga menjadi langkah awal untuk membawa nama
Lampung Timur ke tingkat yang lebih tinggi. Sebanyak enam anggota PMR Madya dan
enam anggota PMR Wira dari para juara I akan mewakili PMI Lampung Timur dalam
Lomba Tandu Darurat yang diselenggarakan PMI Provinsi Lampung pada 22–24
September 2026.
Perlombaan berlangsung meriah, seru, dan penuh
sportivitas. Para peserta menunjukkan kemampuan, ketelitian, serta kekompakan
dalam menyelesaikan setiap tahapan perlombaan.
Persaingan juga menjadi pengalaman berharga
bagi sekolah-sekolah yang mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah sekolah yang
selama ini aktif mengikuti perlombaan serupa, termasuk di tingkat provinsi,
masih mendominasi perolehan juara.
Namun demikian, capaian tersebut diharapkan
menjadi motivasi bagi sekolah lainnya untuk terus meningkatkan pembinaan dan
keterampilan anggota PMR, sehingga semakin banyak generasi muda Lampung Timur
yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan kesiapsiagaan menghadapi
situasi darurat.
Kegiatan ditutup dengan apel pembacaan para
pemenang. Setelah perlombaan, peserta bersama panitia juga melaksanakan operasi
sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan tanggung
jawab bersama dalam menjaga fasilitas umum.
Melalui kegiatan ini, PMI
Lampung Timur tidak hanya mencari juara, tetapi juga membangun karakter
generasi muda yang terampil, sigap, disiplin, kompak, sportif, dan peduli terhadap
sesama serta lingkungan. [MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)