- Wabup Agus Suranto Sambut Bantuan Benih Padi Aspirasi DPR RI untuk Ribuan Petani Tanggamus
- Pemprov Lampung Matangkan Strategi Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian
- Majelis Istiqosah Al Istiqomah Terima Bantuan Sapi Qurban dari Zulhas
- Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ketiga Belas ASN
- Momentum Idul Adha, Pemprov Lampung Dorong Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat
- Polres Tanggamus Bersama TNI, TNBBS dan TNWC Bongkar Perburuan Satwa Dilindungi
- Pemkab Tanggamus Gerak Cepat Rehabilitasi Rumah Korban Pohon Tumbang di Gunung Meraksa
- Bupati Serahkan Sapi Kurban Presiden Seberat 1 Ton Lebih ke Masjid Al-Khasyiin
- Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 2026
- Pemprov Lampung Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 2026
Pemprov Lampung Matangkan Strategi Antisipasi El Nino untuk Jaga Produktivitas Pertanian


BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung terus memperkuat komitmennya menjaga posisi sebagai salah satu lumbung
pangan utama nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur air,
penguatan sarana produksi pertanian, serta peningkatan sinergi penyuluh
pertanian di seluruh daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan,
dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menegaskan bahwa
berbagai langkah strategis yang dijalankan pemerintah daerah tersebut merupakan
arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam rangka memperkuat
ketahanan pangan daerah dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Baca Lainnya :
- Gubernur Lampung Minta BPKAD Siapkan Penyaluran Gaji Ketiga Belas ASN0
- Momentum Idul Adha, Pemprov Lampung Dorong Kepedulian dan Kesejahteraan Masyarakat0
- Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 20260
- Pemprov Lampung Terima Sapi Kurban Bantuan Presiden untuk Iduladha 20260
- Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Pembayaran Digital untuk Pelayanan Publik Modern0
Menurut Elvira, arahan Gubernur Lampung
tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bersama Kementerian Pertanian
RI guna menjaga tren peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
Berbagai program yang dijalankan meliputi
penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi,
pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga pengawalan harga
pembelian pemerintah terhadap komoditas gabah dan jagung.
Hal itu sejalan dengan penyampaian Staf Ahli
Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian
Pertanian RI, Tin Latifah, yang menyebut Provinsi Lampung berhasil mencatatkan
pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada tahun 2025 dibandingkan
tahun sebelumnya.
Meski demikian, Elvira menegaskan tantangan
terbesar sektor pertanian Lampung saat ini masih berada pada tata kelola dan
ketersediaan infrastruktur air.
“Ekosistem air di Provinsi Lampung saat ini
belum terbangun secara optimal. Di musim hujan, kita masih kekurangan embung
penampung sehingga drainase yang kurang maksimal memicu banjir dan genangan di
areal persawahan yang berisiko menyebabkan gagal panen. Sebaliknya, saat musim
kemarau, terlebih dengan adanya fenomena El Nino, lahan pertanian kita justru
rentan mengalami kekeringan,” ujar Elvira.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman
kekeringan dan perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian
Pertanian mempercepat program penguatan infrastruktur air pada tahun anggaran
2026 sesuai arahan Gubernur Lampung agar sektor pertanian memiliki ketahanan
yang lebih kuat terhadap perubahan iklim ekstrem.
Program strategis tersebut mencakup pembangunan
lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan yang tersebar di seluruh
kabupaten/kota di Provinsi Lampung, fasilitasi irigasi perpipaan, pembangunan
bangunan konservasi air, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier.
Program irigasi perpompaan ini menjadi bagian
dari strategi besar menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim
kemarau panjang dan potensi El Nino 2026. Penguatan sistem pengairan diharapkan
mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko gagal panen, sekaligus menjaga
stabilitas produksi pangan daerah.
Selain itu, melalui Instruksi Presiden Nomor 2
Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan
Jaringan Irigasi, pemerintah pusat juga membuka ruang percepatan rehabilitasi
jaringan irigasi melalui intervensi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat
penanganan jaringan irigasi primer, sekunder, hingga pintu-pintu air yang
selama ini menjadi kendala distribusi air pertanian di sejumlah wilayah.
Di sisi lain, Elvira juga menyoroti kendala
teknis administratif yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam pengajuan
program infrastruktur melalui aplikasi SIPURI. Dalam sistem tersebut, daerah
diwajibkan melampirkan dokumen Detailed Engineering Design (DED) dan Rencana
Anggaran Biaya (RAB).
Menurutnya, sebagian besar penyuluh pertanian
lapangan dan aparatur daerah belum memiliki latar belakang teknis untuk
menyusun dokumen tersebut secara mandiri sehingga proses pengajuan sering
membutuhkan bantuan pihak ketiga dan memerlukan waktu lebih panjang.
“Kami berharap Kementerian PU melalui BBWS
dapat memberikan pelatihan khusus kepada penyuluh pertanian dan aparatur daerah
agar kapasitas teknis di lini lapangan semakin kuat dan proses percepatan
pembangunan infrastruktur pertanian dapat berjalan lebih efektif,” katanya.
Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya
menjaga soliditas koordinasi antara pemerintah daerah dan para penyuluh
pertanian pasca-alih tugas penyuluh menjadi pegawai Kementerian Pertanian.
Elvira menegaskan bahwa arahan Gubernur Lampung
tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan
sinergi kelembagaan dan pendampingan petani hingga tingkat lapangan.
“Hubungan kerja dan koordinasi antara dinas di
daerah dengan para penyuluh harus tetap solid. Sinergi yang kuat di lapangan
adalah kunci utama agar seluruh program pendampingan petani dan pengelolaan air
berjalan sukses demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Bumi Ruwa
Jurai,” tutup Elvira. [MFH/Dinas Kominfotik Provinsi Lampung]











3.jpg)