- Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi
- PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Mirza Perkuat Kemandirian Petani
- Teknologi Pertanian Modern Dorong Produktivitas Padi di Lampung Tengah
- Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Infrastruktur
- Dukung Pendidikan Berkualitas, Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
- Prosedur Permohonan Jawaban Informasi Publik ke Komisi Informasi Provinsi Lampung
- Pesawaran Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak Melalui Layanan SPLP
- Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik
- Wabup Pringsewu Buka Gerakan Penetrasi Pasar di Gadingrejo
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran
Pemprov Dukung Pemeriksaan Tematik BPK RI Perkuat Ketahanan Energi

BANDAR LAMPUNG, MFH,-- Pemerintah Provinsi
Lampung mengikuti Grand Entry Meeting Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan
Energi Tahun 2026 yang digelar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK
RI) secara daring dari Ruang Kerja Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Kamis
(20/8/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo
Kurniawan mengikuti kegiatan tersebut didampingi Kepala Bappeda Anang
Risgiyanto, Kepala BPKAD Mirza Irawan Dwi Atmaja, Inspektur Provinsi Lampung
Bayana, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung
Ganjar Jationo, serta sejumlah perwakilan OPD terkait.
Grand Entry Meeting merupakan pertemuan awal
untuk menyamakan persepsi, membangun komunikasi, serta menyampaikan ruang
lingkup dan metodologi pemeriksaan lintas sektor (cross-cutting audit) dalam
mengawal program prioritas nasional ketahanan energi dari hulu hingga hilir.
Baca Lainnya :
- Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi0
- Pemprov Perkuat Tata Organisasi Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas0
- Meriah !!! Sehari Kantor Kemenag Bandar Lampung jadi Panggung Kemerdekaan0
- Dari Tumpeng hingga Estafet Kelereng, DWP Kemenag Bandar Lampung Semarakkan HUT RI0
- Pemprov Buka Kolaborasi Pengelolaan Sampah Pasar untuk Hasilkan Pupuk Organik0
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengawal agenda
Asta Cita bidang ketahanan energi pada Semester II Tahun 2026, menyelaraskan
pengawasan keuangan negara dengan RPJMN 2025–2029, serta memastikan pengelolaan
sektor energi berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Ketua BPK RI Isma Yatun mengatakan ketahanan
energi merupakan persoalan nasional yang membutuhkan sinergi lintas sektor dan
lintas pemerintahan.
"Upaya mewujudkan ketahanan energi tidak
lagi menjadi tantangan sektoral, melainkan sebagai tujuan nasional yang
menuntut sinergi berbagai kebijakan, sumber daya, dan pelaksanaan
program." ucapnya.
Menurut Isma, pemerintah daerah memiliki peran
strategis melalui penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) dan integrasinya
ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
BPK mencatat, dari 37 provinsi, 36 provinsi
telah memasukkan indikator energi baru terbarukan (EBT) dalam RPJMD 2025–2029.
Namun, baru tujuh provinsi yang targetnya telah selaras dengan RUED.
"Karena itu, kepemimpinan kepala daerah
menjadi kunci dalam menyelaraskan Rencana Umum Energi Daerah dengan RPJMD agar
target energi nasional dapat dicapai secara konsisten," ujar Isma.
Isma Yatun juga menjelaskan, pemeriksaan
tematik nasional ini tidak hanya menilai aspek kepatuhan, tetapi juga
efektivitas kebijakan, program, dan pemanfaatan sumber daya di sektor energi.
Pemeriksaan akan melihat berbagai persoalan
lintas sektor, mulai dari perencanaan, regulasi, pendanaan, infrastruktur,
koordinasi antarinstansi hingga pelaksanaan program di tingkat pusat dan
daerah.
"Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada
kepatuhan, tetapi juga menilai efektivitas kebijakan, program, dan pemanfaatan
sumber daya untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta akar permasalahan
yang memengaruhi ketahanan energi," ujarnya
Isma berharap pemeriksaan tersebut menghasilkan
rekomendasi yang dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata.
"Kami berharap proses pemeriksaan ini
menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang utuh atas capaian,
tantangan, risiko, pola, dan praktik baik on the ground sehingga menghasilkan
rekomendasi yang relevan, implementatif, dan berdampak nyata," ucap Isma.
Selain itu Ia juga menekankan bahwa ketahanan
energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah
pusat dan daerah.
"Pada akhirnya,
ketahanan energi tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Pencapaiannya
membutuhkan komitmen, sinergi, dan kesediaan seluruh pemangku kepentingan untuk
bergerak dalam arah yang sama," pungkas Isma Yatun. [MFH/Pemerintah
Provinsi Lampung]











3.jpg)