- Nuzul Irsan Buka Suara soal Sorotan LHKPN: Perubahan Harta Bukan Berarti Ada Pelanggaran
- Gubernur dan Pangdam Lepas Gerak Jalan Sehat HUT ke 81 Kemerdekaan RI
- Polres Tanggamus Gelar Upacara Hari Juang Polri 2026
- Lampung Buka Peluang Lulusan SMK Tembus Pasar Kerja Internasional
- Pemkab dan DPRD Lamtim Perkuat Landasan Pembangunan dan Pelayanan Publik
- Pemkab dan DPRD Sepakati KUA-PPAS APBD Kota Metro 2027
- Jalan Sehat Bahagia Meriahkan HUT RI ke-81 di Metro Selatan
- Bupati Hamartoni Jenguk Pelajar Korban Tindak Kriminal
- TP-PKK Lampura Gelar Rapat Rutin, Evaluasi Program dan Dorong Produk UMKM Lokal
- Peselancar Taklukkan Ombak Labuhan Jukung
Wabup Azwar Hadi Pimpin Finalisasi SOP dan Persiapan MRC Pekerja Migran

SUKADANA, MFH,-- Wakil Bupati Lampung Timur
Azwar Hadi memimpin Rapat Konsultasi Finalisasi Standar Operasional Prosedur
(SOP) Kabupaten Lampung Timur sekaligus persiapan Kick Off Pusat Informasi dan
Layanan Pelindungan Terpadu Pekerja Migran Indonesia (Migrant Worker Resources
Center/MRC), Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat
Daerah Kabupaten Lampung Timur tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah
Kabupaten Lampung Timur dalam memperkuat tata kelola pelayanan serta
perlindungan bagi masyarakat yang bekerja maupun yang berencana bekerja ke luar
negeri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda
Kabupaten Lampung Timur, Kepala BP3MI Provinsi Lampung Kombes Pol. Mulia
Nugraha, S.I.K., M.H., para Kepala OPD Kabupaten Lampung Timur, National
Project Coordinator PROTECT International Labour Organization (ILO) Sinthia
Harkrisnowo, serta jajaran tamu undangan.
Baca Lainnya :
- Pesta Rakyat Batanghari Meriah, Bupati Ela Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan0
- Sholawat Kebangsaan, Bupati Ela Ajak Warga Jaga Persatuan dan Bijak Bermedia Sosial0
- Wabup Azwar Hadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Lamtim0
- Bupati Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Lampung Timur0
- Paskibraka Lamtim 2026 Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih0
Dalam sambutannya, Sinthia Harkrisnowo
menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur atas komitmen
dan dukungannya dalam memperkuat perlindungan pekerja migran.
Ia menjelaskan bahwa program PROTECT ILO yang
dilaksanakan di Lampung Timur merupakan bagian dari upaya mendukung prioritas
pemerintah dalam meningkatkan kualitas tata kelola, khususnya dalam
perlindungan pekerja migran Indonesia.
Menurutnya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017
tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia telah memberikan mandat kepada
pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga perwakilan Indonesia di luar negeri,
untuk memberikan perlindungan hukum, ekonomi, dan sosial kepada pekerja migran
beserta keluarganya pada setiap tahapan migrasi, baik sebelum, selama, maupun
setelah bekerja.
“Masih diperlukan pemahaman terkait
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 oleh seluruh aparatur pemerintah, termasuk
aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ia menilai penyediaan informasi yang benar
menjadi salah satu kunci untuk mencegah berbagai persoalan pekerja migran,
seperti penipuan, online scam, perdagangan orang, eksploitasi, hingga
pemberangkatan secara nonprosedural.
Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan akses
terhadap informasi resmi sejak tahap awal, mulai dari mengetahui lowongan
pekerjaan yang legal, memahami prosedur bekerja ke luar negeri, mempersiapkan
diri sebelum bermigrasi, hingga mengetahui hak dan kewajiban sebagai pekerja
migran.
Sinthia juga mengapresiasi keberadaan Mall
Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lampung Timur yang dinilai dapat menjadi ruang
strategis untuk menghadirkan layanan perlindungan pekerja migran secara
terpadu.
“Dengan adanya MRC di MPP, masyarakat akan
lebih mudah mendapatkan informasi dan layanan yang dibutuhkan, termasuk
informasi terkait pemeriksaan kesehatan maupun layanan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar
Hadi mengatakan Pekerja Migran Indonesia merupakan bagian penting dalam
pembangunan dan perekonomian daerah. Banyak masyarakat Lampung Timur memilih
bekerja ke luar negeri sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Namun, di balik peluang tersebut terdapat
berbagai risiko yang harus diantisipasi, mulai dari informasi yang tidak tepat,
proses penempatan yang tidak sesuai prosedur, hingga persoalan ketenagakerjaan
dan perlindungan di negara tujuan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memiliki
komitmen untuk memastikan masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran
mendapatkan informasi yang benar, pelayanan yang mudah, serta perlindungan yang
menyeluruh,” kata Azwar Hadi.
Menurutnya, konsultasi finalisasi SOP tersebut
merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja
Migran Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sekaligus menjadi
langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pelayanan dan perlindungan
pekerja migran di daerah.
Finalisasi SOP, lanjutnya, harus mampu
memberikan kejelasan mengenai mekanisme pelayanan, koordinasi antarinstansi,
serta proses penanganan dan rujukan apabila terjadi permasalahan.
“Pelayanan tidak boleh berjalan
sendiri-sendiri, tetapi harus menjadi satu sistem yang terpadu, efektif,
transparan, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Azwar Hadi juga memberikan perhatian khusus
terhadap persiapan kehadiran Pusat Informasi dan Layanan Pelindungan Terpadu
Pekerja Migran Indonesia atau Migrant Worker Resources Center (MRC) di Mall
Pelayanan Publik Kabupaten Lampung Timur.
Keberadaan MRC diharapkan dapat memberikan
kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai prosedur bekerja
ke luar negeri, hak dan kewajiban pekerja migran, serta saluran pengaduan
apabila menghadapi persoalan.
“Dengan demikian, kita dapat mencegah
penempatan pekerja migran secara nonprosedural, penipuan, perdagangan orang,
eksploitasi, maupun berbagai persoalan lainnya yang terjadi akibat kurangnya
informasi dan pendampingan,” ujarnya.
Wakil Bupati menegaskan bahwa perlindungan
pekerja migran bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan
membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian
terkait, aparat penegak hukum, pemerintah desa, lembaga layanan, dunia usaha,
hingga seluruh pemangku kepentingan.
Ia berharap seluruh peserta rapat dapat
memberikan masukan konstruktif agar SOP yang dihasilkan benar-benar sesuai
dengan kebutuhan di lapangan dan dapat diterapkan secara efektif.
“Kita ingin membangun sistem pelayanan yang tidak
hanya baik secara administrasi, tetapi juga mudah diakses, cepat merespons,
memberikan kepastian, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Lampung
Timur,” pungkasnya.
Melalui finalisasi SOP dan
persiapan Kick Off MRC ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menunjukkan
komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang terintegrasi sekaligus
memastikan masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri memperoleh
perlindungan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
[MFH/Komdigi Lampung Timur]











3.jpg)