- Operasi Pasar Minyakita Digelar Serentak pada 15 Kabupaten/Kota di Lampung
- Pesawaran Tampilkan Produk Unggulan UP2K Dalam Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di Lampung
- Bupati Pringsewu Audiensi dengan Ombudsman Lampung Bahas Pelayanan Publik
- Lamtim Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Bupati Ela: Pertumbuhan Daerah Ada di Tangan Pelaku Usaha
- Rakor DWP Lamteng Tekankan Pelaksanaan Program Kerja dan E-Reporting
- TP PKK Provinsi Lampung Dorong Pemberdayaan Lansia dan Ketahanan Keluarga
- TP-PKK Lampung Utara Turut Berpartisipasi Dalam Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia
- TP-PKK Lampura Turut Perkuat Pengendalian Inflasi Serta Jaga Daya Beli Masyarakat
- Sampah Capai 127 Ton Per Hari, Bupati Parosil Jemput Dukungan ke Kementerian Lingkungan Hidup
- Wakil Bupati Pesisir Barat Buka Pelayanan KB Gratis Dalam Rangka HUT ke-75 IBI di Krui Selatan
Lestarikan Warisan Budaya, ASN Pesisir Barat Mengenakan Batik Khas Daerah Saat Apel Harian

PESISIR BARAT, MFH,-- Suasana berbeda tampak di
Lapangan Komplek Perkantoran Bupati Pesisir Barat, Kamis pagi (07/05/2026).
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Pesisir Barat tampil seragam dan memukau dengan mengenakan Batik Khas Pesisir
Barat dalam pelaksanaan apel harian rutin.
Penggunaan batik motif lokal tersebut bukan
sekadar bagian dari penampilan, tetapi menjadi bentuk nyata komitmen Pemkab
Pesisir Barat dalam melestarikan warisan budaya daerah sekaligus mendukung
pertumbuhan ekonomi kreatif di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui
pimpinan apel, Bupati Pesisir Barat menegaskan bahwa penggunaan batik khas
daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya lokal di
tengah pelayanan publik. Beragam motif khas seperti Sinjang Bunta dan corak
pesisir lainnya yang dikenakan para ASN menjadi simbol kebanggaan terhadap
kekayaan budaya dan karya perajin lokal.
Baca Lainnya :
- Diskominfotiksan Pesibar Dampingi Integrasi JDIH ke JDIHN BPHN RI0
- Ketua Mabicab Pesibar Dedi Irawan Buka Monitoring dan Bimtek Akreditasi Gudep 2026 di MAN 1 Krui0
- Pramuka Pesibar Dorong Profesionalisme Melalui Monitoring dan Bimtek Akreditasi Gugus Depan0
- Staf Ahli Buka Sosialisasi Implementasi SE Bupati No.190 Tahun 2026 0
- Pramuka Pesibar Perkuat Kualitas Sinergi Melalui Monitoring dan Bimtek Akreditasi Gugus Depan 20260
“Mengenakan batik khas Pesisir Barat adalah
bentuk penghargaan terhadap sejarah dan jati diri daerah. Hari ini, lapangan
perkantoran bukan hanya menjadi tempat koordinasi kerja, tetapi juga etalase
budaya yang menunjukkan kebanggaan terhadap produk karya perajin lokal,” ujar
pimpinan apel.
Selain sebagai upaya pelestarian budaya,
kebijakan penggunaan batik khas daerah juga memberikan dampak positif terhadap
pelaku UMKM lokal. Dengan adanya imbauan penggunaan batik lokal dalam agenda
resmi pemerintahan, permintaan terhadap produk batik karya perajin rumahan di Pesisir
Barat terus meningkat.
Keseragaman busana batik yang dikenakan seluruh
jajaran ASN, mulai dari staf hingga pejabat eselon, menciptakan suasana yang
estetik, berwibawa, dan sarat nilai kearifan lokal. Langkah tersebut diharapkan
mampu mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk
daerah sendiri.
Ke depan, Pemkab Pesisir Barat berharap gerakan
penggunaan batik khas daerah dapat menginspirasi sektor swasta maupun generasi
muda agar semakin bangga mengenakan batik lokal dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan menjadikan batik sebagai bagian dari budaya kerja dan kehidupan
masyarakat, Pesisir Barat optimistis mampu membawa potensi industri kreatif
daerah ke tingkat nasional hingga internasional. [MFH/Diskominfotiksan]











3.jpg)