- 50 Perahu Hias Meriahkan Launching Seafood Muara Indah
- Klarifikasi Video Beredar, Agus Munada Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi
- Cegah Kejahatan Keuangan Digital, Pemkab Pesawaran Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
- Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemkab Gelar Lomba Senam Lampung Timur Makmur
- Bupati Ela Siti Nuryamah Tinjau Saluran Irigasi di Desa Tegal Ombo
- SLB Insan Madani Metro Lepas Sembilan Peserta Didik, Dorong Lulusan Mandiri dan Berdaya
- Disporapar dan Ekraf Kota Metro Dorong Kalender Event 2027 untuk Dongkrak PAD
- Pemkab Lamteng Perkuat Pemahaman Hukum Camat dan Kepala Kampung
- Pemkab Lamteng Perkuat Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui FGD Wajar 13 Tahun
- Semarak HUT ke-81 RI, Pemkab Pesisir Barat Perkuat Semangat Konservasi
Gubernur Dorong Pengusaha Muda Ambil Peran Strategis dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah

BANDARLAMPUNG, MFH,-- Gubernur
Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia
(Hipmi) untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi
daerah melalui hilirisasi komoditas unggulan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Rahmat
Mirzani Djausal saat menghadiri pertemuan bersama BPD Hipmi Provinsi Lampung di
Bandarlampung, Sabtu (14/3/2026).
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa
kondisi ekonomi Lampung memiliki prospek yang baik, sehingga momentum tersebut
perlu dimanfaatkan oleh para pengusaha muda untuk menciptakan berbagai peluang
baru.
Baca Lainnya :
- Pemprov Lampung Dukung Pembinaan Spiritual Pelajar melalui Pesantren Kilat dan Iktikaf0
- Pemprov Lampung Berikan Santunan dan Dukungan Moral bagi Keluarga Korban Kebakaran Terra Drone0
- Dorong Keseimbangan Petani dan Industri, Pemprov Bangun Ekosistem Singkong Berkelanjutan0
- Peringati Nuzulul Quran, Kapolda: Jadikan Al-Quran Pedoman Transformasi Polri yang Profesional0
- Wagub Jihan Apresiasi BSI, Program Lampung Berhaji Perkuat Literasi Keuangan Syariah0
Menurutnya, salah satu kekuatan
utama Hipmi adalah kemampuan para anggotanya untuk melihat potensi komoditas di
daerah masing-masing dan mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah.
“Sebagai gubernur saya bisa melihat
secara helicopter view. Tetapi Hipmi adalah organisasi yang anggotanya tersebar
di seluruh daerah, sehingga bisa melihat potensi komoditas di wilayahnya
masing-masing dan menjadikannya peluang usaha,” ujarnya.
Gubernur Mirza menjelaskan bahwa di
Provinsi Lampung masih terdapat potensi komoditas bernilai lebih dari Rp. 100
triliun yang belum diolah secara optimal melalui proses hilirisasi.
Ia mencontohkan komoditas pisang
yang dibeli dari petani dengan harga sekitar Rp. 7.000 per kilogram dapat
meningkat nilainya hingga berkali-kali lipat setelah diolah menjadi produk
turunan seperti keripik pisang.
“Kalau sudah diolah, nilainya bisa
jauh meningkat. Artinya ada nilai tambah yang besar dari proses hilirisasi
ini,” jelasnya.
Gubernur Mirza berpendapat
hilirisasi komoditas menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
Lampung hingga di atas delapan persen.
Upaya tersebut tidak hanya
membutuhkan ketersediaan komoditas, tetapi juga kreativitas dan inovasi dari
para pelaku usaha.
Ia menilai Lampung memiliki
keunggulan geografis karena dekat dengan pasar besar di Pulau Jawa yang
menyumbang lebih dari 60 persen konsumsi nasional.
Namun demikian, ia menyoroti masih
banyak komoditas Lampung yang justru diolah di daerah lain sebelum kembali
dipasarkan di Lampung, seperti kopi dan cokelat.
“Yang membedakan sebenarnya bukan
teknologinya, karena teknologinya sering kali sederhana. Yang paling penting
adalah kreativitas dan inovasi para pengusaha,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BPD Hipmi
Provinsi Lampung Gilang Ramadhan menegaskan bahwa Hipmi terus berkomitmen
memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebutkan bahwa semangat
kebersamaan dan persaudaraan menjadi fondasi utama dalam perjalanan organisasi.
Menurutnya, berbagai peluang usaha
yang ada, saat ini tengah dirumuskan oleh Hipmi untuk dikembangkan oleh para
anggotanya.
Selain itu, Hipmi Lampung juga
terlibat dalam berbagai peluang kerja sama strategis, termasuk dukungan
terhadap rencana pengembangan penerbangan internasional dari Lampung yang
diharapkan dapat membuka akses perjalanan umrah langsung dari daerah tersebut.
Gilang menambahkan, sinergi antara
pemerintah daerah dan pengusaha muda menjadi faktor penting dalam menciptakan
ekosistem usaha yang kuat di Lampung.
“Kami berkomitmen membawa
berbagai peluang dan insight yang diberikan pemerintah untuk dikembangkan
bersama anggota Hipmi, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi
perekonomian daerah,” ujarnya.[MFH/Adpim]











3.jpg)